Pesta Danau Toba yang rutin digelar setiap tahunnya dan telah menjadi even menarik wisatawan mancanegara, tahun ini dikhawatirkan akan menemui hambatan. Pasalnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut untuk tahun 2009 tidak memprogramkan pesta rakyat yang telah menjadi perhatian dunia dan andalan Sumut itu.
“Tahun ini Pesta Danau Toba tidak ada kita anggarkan dalam program pengelolaan kekayaan budaya. Secara pembinaan lembaga dari budaya dan koordinasi, pesta rakyat hanya pesta menjuah-juah dan pesta makan kerang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumut, Nurlisa Ginting, di acara pertemuan antara jajaran pemerintah bidang kebudayaan dan pariwisata dengan seluruh stakeholder Sumut di Hotel Tiara Medan, Selasa (17/2).
Selain itu, kata Nurliza, program Pesta Danau Toba tidak bisa ditampung dalam APBD Sumut dan diserahkan kepada kabupaten/kota serta stakeholder. “Ini yang menjadi kendala terbatasnya anggaran promosi pariwisata,” ujarnya.
Kendala lain membangkitkan pariwisata Sumut, sarana infrastruktur jalan yang memprihatinkan. “Kalau jalan rusak, pariwisata terganggu, nggak sampai-sampai wisatawannya,” ujar Nurlisa.
Disebutkannya, Disbudpar Sumut telah melakukan kebijakan antara lain normalisasi (program yang dicanangkan), koordinasi antara disbudpar kabupaten/kota dan stakeholder, serta melakukan promosi dan pemasaran.
Di samping itu, kegiatan yang akan dilakukan Disbudpar Sumut tahun 2009, pengadaan bahan-bahan promosi pariwisata Sumut, partisipasi dalam even-even dalam negeri maupun antarpropinsi. “Kami juga akan memfasilitasi tour/travel, pengembangan dan perbaikan data base pariwisata, serta sosialisasi sadar wisata,” jelasnya.
Dengan demikian, Sumut menargetkan kunjungan wisata terus meningkat seperti pada tahun sebelum krisis moneter yang mencapai 300. 000 orang. “Kami berharap peran masyarakat ikut berpartisipasi memajukan dunia pariwisata. Kalau tidak, objek wisata kita nggak laku,” tegasnya.
Ketua DPD Indonesian Congress & Convention Association (INCCA) Sumut, Didit Mahadi Kadar mengatakan, potensi pariwisata Sumut sangat luar biasa dengan beragam etnik. Namun dalam pembangunan kebudayaan dan pariwisata dinilai kurang sosialiasi. “Stakeholder merupakan ujung tombak yang harus dirangkul untuk membangun pariwisata Sumatera Utara,” kata Didit.
SUMBER : http://www.medanbisnisonline.com
Wah ini bisa menjadi suatu masalah yang membuat danau toba tidak dapat menarik wisatawan. Padahal diharapkan dari perayaan pesta danau Toba ini mampu menarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Danau Toba sekaligus dengan cara ini kita bisa mempromosikan danau Toba. Ini merupakan suatu kesalahan yang amat besar bagi perkembangan wisata di Sumatera Utara. Tolong untuk diperhatikan bagi peihak yang berkaitan dengan ini.
9 comments:
Lake toba is a beutiful lake i ever see. but now there is no a developing for this lake.
http://www.laketoba.marurat.com
sayang banget kalo sampe potensi wisata yg bagus ini terbengkalai...
semoga cepat ada solusi terbaik...
wah...
bagaimana sih Pemda SUMUT ini....? Kalau Pemda saja tidak peduli dengan Pariwisata di daerahnya, bagaimana touris mau datang berkunjung, bagaimana investor mau menanamkan modalnya di bidang pariwisata....?
Saya Pikir anggaran yang manjadi alasan klasik tidak boleh lagi dijadikan alasan. Pemda harus bisa memikirkan pengembangan pariwisata sebagaimana yang dilakukan daerah lain yang lebih maju atau bahkan seperti yang dilakukan negara lain yang periwisatanya lebih maju.
hal yang memelukan sekali apabila pesta danau toba tidak diprogramkan oleh APBD sumut.Sumut dikenal dunia karena adanya Danau Toba yang merupakan salah satu danau terbesar di dunia dan mungkin akan menjadi salah satu ke ajaiban dunia. masa yang dianggarkan Pesta "makan kerang" diwarung aza bisa makn kerang masa harus di pestakan hal tidak bisa diterima akal.dimanakah pikiranmu dan perhatianmu "PEMDA SUMUT......!!!!!"
harus dong, harus diprogramkan, biar termenej dengan baik, dan pada akhirnya meningkatkan akses wisata dari berbagai penjuru nusantara termasuk dunia.
Ikut kampanye mari Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang ya :)
Salam Blogger Indonesia, blogwalking ya... dan sukses selalu untuk Anda!
jabat tangan erat salam penuh damai!
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
Hallo ,
tgl 09 oktober 2009 malam saya berangkat bersama dengan istri dan anak saya menuju kota Parapat yg tepatnya di pelataran Danau Toba , yang letaknya dari kota saya kurang lebih sekitar 46 kM.
sesampai jam 10 malam di danau toba saya singgah ke salah satu rumah makan islam di daerah jln singamangaraja parapat untuk mencari makanan.
setelah saya dan istri beserta anak saya makan disana , lalu saya menuju hotel untuk check in. akhirnya saya menemukan Hotel INNA PARAPAT .
dan saya menanyakan harga kamar yg pada saat itu kata pihak Reception hotel harga kamar lagi discount sebesar 30% dalam rangka PDT tahun 2009 . saya sangat senang mendengar itu .
akhirnya kita nginap di salah satu kamar yang View nya dekat pantai seharga Rp687 rb/ Malam.
dengan catatan check out jam 12 siang.saya berencana nginap 2 malam di hotel tersebut. tetapi SAYA SANGAT KECEWA DENGAN PELAYANAN HOTEL INNA PARAPAT .
KARENA BESOK HARI NYA MEREKA TIDAK ADA KONFIRMASI KE SAYA UNTUK MASALAH KAMAR . TIBA2 SETELAH SAYA PULANG MANDI DARI DANAU TOBA , SEKITAR JAM 12 LEWAT ,PIHAK HOTEL MENELEPON SAYA DAN MEREKA MENGATAKAN KEPADA SAYA UNTUK MENANYAKAN LANJUT NGINAP ATAU TIDAK . DAN SAYA MENGATAKAN KEPADA MEREKA SAYA LANJUT NGINAP 1 HARI LAGI . DAN MEREKA MENGATAKAN KEPADA SAYA BAHWA KAMAR SUDAH PENUH TANPA ADA KONFIRMASI . SAYA SANGAT TERKEJUT SEKALI DENGAN INFORMASI TERSEBUT , DIMANA SAAT ITU ANAK SAYA MASIH BARU ISTIRAHAT KARENA LELAH HABIS BERENANG DI PANTAI DANAU TOBA . PIHAK HOTEL INNA PARAPAT DENGAN GAMPANG MENGATAKAN KEPADA SAYA BAHWA HOTEL INI SUDAH DI BOOKING . SEMENTARA SAYA JADI KEBINGUNGAN UNTUK MENCARI HOTEL KARENA SEMUANYA SUDAH FULL KARENA BANYAK NYA PENGUNJUNG DALAM RANGKA PESTA DANAU TOBA.
SAYA SANGAT KECEWA SEKALI DENGAN PELAYANAN TERSEBUT . MEREKA(HOTEL INNA PARAPAT) DENGAN GAMPANGNYA MENGATAKAN KAMAR TERSEBUT SUDAH DI BOOKING . SECARA TIDAK LANGSUNG SAYA MERASA DI USIR DARI HOTEL TERSEBUT . PADAHAL SAYA SUDAH MEMBAYAR SEBESAR Rp 687 RB / MALAM.
KENAPA MEREKA TIDAK MENGATAKAN NYA KEPADA SAYA SEWAKTU SAYA CHECK IN DI MALAM SABTU TERSEBUT !!!
MEREKA SANGAT AROGAN DENGAN KEPUTUSAN TERSEBUT .
MOHON TEMAN2 BERHATI2 DALAM MEMILIH HOTEL.. KARENA BISA KECEWA SEPERTI SAYA.. NIAT UNTUK BERLIBUR PUPUS SUDAH... SEDIH SAYA DENGAN KEJADIAN TERSEBUT...
MAKASIH YA ATAS PERHATIAN NYA..
SAYA HANYA SEKEDAR CURHAT BUKAN PROVOKASI..DAN SEKEDAR BERBAGI PENGALAMAN..
wah wah.. kesian banget lo..
gimana mau maju danau toba , kalau pelayanan hotel tidak Profesional .
kalau bisa tingkatkan pelayanan publik dengan di isi dengan SDM yg Profesional jangan cukup aja .
mau dibawa kemana neh Dunia pariwisata Danau Toba kalau pelayanan nya saja tidak memuaskan..
harap di perhatikan tuh.. kesian banget tu orang...
Biar bagaimana pun, Danau toba adalah aset yang tak ternialai harganya. apalagi buat kita masyarakat yang berada di Sumatera utara khususnya di daerah disekitar danau toba. klo tidak salah ada 7 kabupaten yang mengelilingi danau toba ini. maka untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga keasrian dan keindahan danau toba serta pepohonan yang tumbuh di pegunungan yang mengelilinginya mari kita jaga itu biar jangan dibabat oleh orang yang tak beryanggung jawab yang ingin merusak tanah batak ini. Okelah, klo kita beranggapan klo Pesta Danau toba yang baru saja digelar ini tidak diprogramkan, tapi sangat tragis bila danau toba rusak keindahannya & pegunungan yang mengelilinginya semakin hari semakin hancur padahal kita terus pesta tiap tahunnya...... ngerikan....?
kelestarian keindahan danau toba adalah tanggung jawab kita bersama. baik itu Bupati, ketua DPRD, anggota DPRD tkt 1 dan 2, gubernur, pejabat pemerintah, anak rantau, pengusaha, LSM, Tokoh masyarakat, masyarakat,
Post a Comment