---- SAVE TOBA LAKE ---- HORAS ---- MEJUAH - JUAH ---- NJUAH - JUAH ---- YA'AHOWU ---- SELAMAT DATANG DI BLOG WISATA ALAM DANAU TOBA ---- Dalam hari bumi sedunia, ayo lindungi bumi kita dari bahaya yang mengancamnya. Mari kita bersama - sama untuk menanam pohon, cegah efek rumah kaca, stop pembalakan liar, hemat energi bumi, stop pembuangan limbah ke dalam aliran sungai. Selamatkan bumi kita dari pemanasan global ---- Ayo saudaraku, dukung terus pariwisata Sumatera Utara. Mari berperan dalam memprpomosikan wisata danau Toba dan wisata lainnya yang ada di Sumatera Utara ---- jika anda pingin tukeran link,silahkan add duluan link aku.Lalu konfirmasi melalui shoutmix di blog ini.Nanti akan saya add balik link anda.Terimahkasih sebelumnya ---- Bila anda ingin berkunjung ketempat objek wisata alam danau TOBA dan sekitarnya namun anda tidak mempunyai sanak-saudara di sumatera utara untuk tempat anda singgahi, saya dapat membantu anda untuk mencari penginapan sesuai dengan badget anda dan orang yang bisa memandu anda di sana nantinya, hubungi saya melalui email : renato_bastian@plasa.com ---- Bagi anda yang ingin dibantu dalam mengiklankan produknya di blog ini, segera hubungi saya di email : renato_bastian@plasa.com, saya akan bantu anda untuk mengiklankan produk anda di blog ini seperti iklan yang ada pada blog ini. Bagi saudara-saudaraku yang berasal dari tano bona pasogit, bila anda mempunyai informasi terbaru tentang seputar danau toba dan objek wisata yang lain di sumatera utara, segera kirimkan informasi anda melalui email : renato_bastian@plasa.com, informasi anda sangat dibutuhkan dalam mempromosikan pariwisata sumatera utara. ---- SAVE TOBA LAKE ----
Horas, This blog is a reference for those of you who want to enjoy the beauty of nature tourism, Lake Toba and the other beautiful attractions in North Sumatra. This blog also supports all the activities of tourism indonesia in general and tourism in particular, North Sumatra.

24 October 2009

INFORMASI DOWNLOAD LAGU DAN VIDEO BATAK


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Bagi anda yang ingin menambah koleksi lagu dan video batak dalam komputer anda atau dalam mp3 player anda, dapat segera anda miliki hanya dengan mendownload langsung di http://batakdownload.blogspot.com atau anda dapat mengklik disini

. Downloadan ini gratis alias tanpa mengeluarkan uang. Buruan dapatkan segera lagu dan videonya. Tunggu downloadan terbaru yang akan dikondirmasikan lagi kepada anda.


terima kasih,
Renato Bastian Manurung


21 October 2009

PESTA DANAU TOBA 2009 DINILAI HAMBAR


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Berbagai kalangan peduli dan praktis pariwisata di Sumut menyatakan kecewa dan prihatin dengan penyelenggaraan Pesta Danau Toba (PDT) 2009 yang dinilai hambar dan tak sesuai harapan sehingga banyak pihak yang dirugikan, mulai dari kalangan peserta, pendukung, pengunjung, dsb.
Ketua Umum Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) Sumut Drs Sabam Isodorus Sihotang MM, dan konsultan pariwisata Sumut Ir Jonathan Ikuten Tarigan, secara terpisah menyebutkan hal menonjol yang tampak dan terjadi dalam agenda PDT 2009 adalah kombinasi negatif berupa minusnya perhatian pihak pemerintah mulai tingkat pusat hingga daerah (propinsi dan kabupaten), plus lemahnya kinerja panitia yang tidak didominasi oleh orang-orang yang memiliki pengalaman khusus di bidang pariwisata, khususnya pariwisata berskala internasioanl seperti PDT demi PDT dulunya.
“PDT 2009 memang tak sampai gagal. Tapi yang jelas tidak sesuai dengan target dasar atau harapan banyak pihak. Peserta, pengunjung, dan pendukungnya pun minus. Pejabat dari setiap kabupaten yang punya objek wisata Danau Toba kebanyakan tak hadir, baik sebagai peserta maupun pendukung. Pemerintah pusat, minimal tingkat menteri hingga pemerintah propinsi dan kabupaten tampakya kurang serius, padahal PDT sebagai agenda pariwisata adalah program prioritas yang menjadi tanggung jawabnya secara penuh. Lalu… pihak swasta selaku pelaksana atau organizer dalam barisan panitia, seharusnya melibatkan orang-orang yang mengerti dan pengalaman pariwisata. Di samping itu, kedua pihak, yaitu pemerintah dan swasta itu harus sama-sama melibatkan pers. Kalau tidak dengan pola ‘Tri-Pilar’ itu maka target prospek atau pengembangan pariwisata takkan tercapai. Ingat, pariwisata itu spesifik tapi lintas sektoral,” papar SI Sihotang kepada pers di Medan, Sening (12/10) kemarin.
Dia mengutarakan hal itu sesaat akan berangkat ke Sidikalang bersama rekan pengurus LakeToba Reagional Management (LTRM) yang bekerja sama dengan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KNPDT). Sebagai praktisi pariwisata di MPI, Sihotang yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Sumut dan mantan Bupati Dairi itu, mengaku prihatin karena sama sekali tak dilibatkan dalam PDT 2009. Sehingga, untuk menjadi pengunjung sajapun dia harus datang sendiri menjemput undangan.
Minusnya pendukung PDT 2009 dari kalangan pemerintah, disebutkan Sihotang mulai dari tidak hadirnya menteri yang menggantikan Presiden (tak bisa hadir karena kunjungan pasca gempa di Sumbar), tidak hadirnya Gubsu Syamsul Arifin (hanya diwakili Sekda RE Nainggolan), plus minimnya kehadiran para bupati dari daerah sekitar Danau Toba. Bupati yang hadir, menurut Sihotang dan Clement HJ Gultom dari kalangan travel, bupati yang hadir hanya Mangindar Simbolon dari kabupaten Samosir. Sedangkan Bupati Humbang Hasundutan Drs Maddin Sihotang, menurut Sihotang, hadir tapi entah kenapa duduk di bagian belakang barisan undangan lainnya. Lalu, Bupati Simalungun sebagai tuan rumah, hanya diwakilkan oleh Sekda-nya saja.
“Saya sedih menyaksikan acara pembukaan PDT 2009 itu. Dukungan dari pihak swasta selaku stakeholders pun sangat kurang. Bahkan, saya sangat prihatin karena pihak panitia sama sekali tak mengundang pers dari Himpunan Wartawan Pariwisata Indonesia (HWPI),” katanya lagi, sembari mencontohkan pihak Jakarta malah setiap tahunnya mengirimkan tim wartawan yang khusus meliputi PDT setiap tahunnya, selama ini diorganisir Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Pusat.
Soal kekecewaan kontingen Sumatera Selatan yang hadir sebagai satu-satunya peserta luar Sumut dalam PDT 2009, Sihotang juga mengaku bingung, siapa sebenarnya yang mengundang, apakah panita, Depbudpar (Jakarta), atau Pemkab Simalungun. Tapi yang jelas, menurut Jonathan Tarigan dan Ir Harman Manurung (mantan anggota DPRD SU dari komisi bidang Kesra termasuk pariwisata), secara terpisah menyebutkan kekecewaan kontigen Sumsel di PDT 2009 itu rawan dan bisa menjadi semacam ancaman ‘nilai setitik’ dalam ‘susu sebelanga’ Danau Toba.
“Panitia selaku pihak swasta yang dipercayakan pemerintah selaku pelaksana, sejak awal seharusnya bisa menjajaki situasi agar PDT 2009 ini tak meleset jauh dari harapan, baik karena batalnya kedatangan Presiden, acaranya yang di luar musim liburan (pig session), gelagat minusnya kunjungan turis asing atau tamu Wisman sehingga harus dikompensasi dengan aksi pengerahan turis lokal secara gratis segala, dsb,” katanya kepada SIB.
Dengan senada, Harman Manurung dan SI Sihotang serta Jonathan Tarigan juga mendesak pemerintah pun harus benar-benar serius terhadap pariwisata daerah, khususnya pada agenda wisata yang telah ditetapkan sebagai acara inti (core events) pada kalender wisata daerah, maupun nasional. Misalnya, dengan menetapkan pos khusus sebagai anggaran biaya PDT pada APBD setiap tahunnya. Tidak hanya sebatas omongan atas alasan Danau Toba sudah menjadi ikon pariwisata Sumut atau Indonesia bagian Barat.
Sehingga, ujar mereka, pihak pelaksana nantinya tinggal menjajaki mitra lainnya untuk menanggulangi kekurangan biaya di APBD itu, bila PDT-PDT itu ternyata butuh biaya yang lebih besar dari modal-APBD yang tersedia.SUMBER INFORMASI





17 October 2009

PESTA DANAU TOBA 2009 TAK BERGEMA, TAWARKAN PROMOSI GRATIS UNTUK WISATAWAN DI EROPA


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Usahawan kepariwisataan Bernard Sidabutar menyayangkan Pesta Danau Toba (PDT) 2009 tak menggema ke mancanegara yang ditandai minimnya turis dari luar negeri hadir di danau terbesar di dunia tersebut. Bernard Sidabutar berharap pemerintah pusat lebih maksimal mempromosikan kalender tetap pesta pariwisata itu plus melakukan kebijakan terobosan, seperti membuka penerbangan langsung dari Eropa ke Bandara Polonia Medan bahkan ke Silangit Siborongborong. Berdasar catatannya, sejak penerbangan dari Eropa langsung ke Medan ditutup, turis Eropa nyaris tak ada ke Danau Toba. Kalaupun ada, yang datang limpahan dari Padang dan Bukittinggi.
“Tahun-tahun lalu saya sudah tawarkan pada otoritas, promosikan Danau Toba dan PDT ke Eropa. Saya merekomendasikan akomodasi di Eropa, gratis karena ada keluarga yang buka usaha serta bermukim di Perancis, Belgia, Belanda dan negara lain,” ujar Bernard Sidabutar di Medan, Rabu (7/10). Bernard Sidabutar adalah pengelola Bernard’s Restaurant—restoran yang menyajikan khusus makanan khas Batak dan West Taste—di Tutuk Siadong, Simanindo, Samosir. Tawaran tersebut, ujarnya, hingga kini belum dijawab apalagi diwujudkan.
Bernard Sidabutar mengatakan, sejak krisis ekonomi 1998 melanda Asia, wisata khusus Danau Toba terpuruk dan tak pernah bangkit sampai kini. Sejak saat itu, lanjutnya, wisata Danau Toba praktis mati suri. Posisi sulit itu diperparah dengan kondisi danau menghadapi banyak kendala, mulai dari alam sampai pencemaran karena industri ikan.
Katanya, secara parsial pemerintah daerah tertentu termasuk Pemerintah Sumut melakukan kegiatan di dalamnya PDT tapi belum juga mampu menggairahkan kepariwisataan Danau Toba. “Bahkan, saat gembong teroris berhasil dibunuh hingga wisata daerah lain menggeliat karena turis sudah bergairah datang, Danau Toba tak jua dikunjungi. Kenapa?” kesal Bernard Sidabutar sambil mengatakan kondisi itu jadi keironian karena persoalan sudah diketahui tapi tak diselesaikan. “Persoalannya kan pada transportasi. Medan ke Danau Toba, melelahkan jika melalui jalan darat. Kenapa pemerintah tidak membuka jalur udara? Turis Eropa tidak bersoal harga, yang penting kepuasan dan menemukan apa yang dicari,” tandasnya.
Bernard Sidabutar mengusulkan, pemerintah kabupaten kota yang wilayahnya ada Danau Toba harus memprosikan kekayaan alam, flora, fauna dan makanan spesifiknya, jangan seragam. Kekhasan Danau Toba dengan ikan ihan, (pisang) singalingali beraroma khas dan manisnya seperti madu yang hampir punah. Katanya, untuk melestarikan kekhasan itu masyarakat harus dilibatkan dlaam maksud menanamkan cinta lingkungan dan penambahan masukan ekonomi.
Menurutnya, mati surinya kepariwisataan Danau Toba membuat perekonomian masyarakat di wilayah itu terperosok yang membuat warga sekitar danau apatis hingga cuek pada even yang diadakan. Kondisi itu, harap Bernard Sidabutar, hendaknya cepat dibenahi.SUMBER INFORMASI





10 October 2009


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Persiapan teknis pelaksanaan Pesta Danau Toba (PDT) 2009 telah rampung. PDT 2009 tanggal 7-11 Oktober 2009 diperkirakan akan berlangsung sukses, sesuai hasil rapat koordinasi terakhir yang berlangsung di Hotel Parapat, Jumat (2/10).
Rapat koordinasi pelaksanaan PDT 2009 dihadiri panitia dan seluruh perwakilan pemerintah daerah sekawasan Danau Toba ditambah perwakilan dari Pemko Tebing Tinggi dan Pemko Medan. Peserta yang hadir terdiri dari Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Humbahas Marganti Manullang, Drs Robert Pardede Kadishub Simalungun, dan seluruh Kepala Dinas Pariwisata tujuh pemerintah daerah se kawasan Danau Toba dan Kepala Dinas Pariwisata Popinsi Sumatera Utara Hj. Nurlisa Ginting.
Kepala Dinas Pariwisata Porvinsi Sumatera Utara langsung memimpin jalannya rapat koordinasi teknis pelaksanaan PDT 2009 didampingi oleh Hery Virgo Sekretaris Umum Panitia dan dinyatakan bahwa seluruh persiapan pesta sudah rampung dan sudah siap di gelar.
Usai memimpin rapat Hj. Nurlisa Ginting menyampaikan harapan dan sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk hadir mengikuti PDT 2009. Karena momentum PDT 2009 adalah sangat penting dalam rangka membangun citra atau image pariwisata yang baik di Danau Toba. Melalui pelaksanaan PDT 2009 kita mampu membuktikan kepada publik bahwa daerah pariwisata yang kita miliki layak dan nyaman untuk dikunjungi oleh semua orang baik itu wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik, ujarnya.
Sebelumnya, Sujono Manurung mengatakan, bahwa pelaksanaan pesta Danau Toba 2009 sudah dipersiapkan dengan mantap, materi acara sudah dikemas sesuai dengan selera dan ciri khas kearifan masyarakat lokal, periapan sudah dilakukan dengan baik dan sudah siap untuk menggelar pesta. Pada saat hari pelaksanan dipastikan Gubernur Sumatera Utara bersama rombongan para menteri kecuali menteri Pariwisata akan hadir membuka langsung pelaksanaan Pesta Danau Toba tepat pada hari Rabu (7/9) di Parapat.
Lebih lanjut Sujono Manurung menyatakan bahwa pelaksanaan Pesta Danau Toba 2009 adalah momentum tumbuhnya kesadaran dan peran partisipasi dari seluruh warga masyarakat di Danau Toba dalam satu komitmen bersama untuk melanjutkan pengembangan dan pertumbuhan sektor pariwisata Danau Toba. Sehubungan dengan persiapan pelaksanaan Pesta Danau Toba 2009 peran partisipasi masyarakat sepertinya sudah mendapat dukungan yang baik dari pemerintah Daerah se kawasan Danau Toba. Diharapkan dengan adanya sinergi hubungan langsung antara partisipasi warga dengan kebijakan dari pemerintah, pelaksanaan pesta Danau Toba dapat dipastikan akan berlangsung setiap tahunnya dan dimungkinkan dapat menjadi kalender tetap setiap tahunnya, ujar Sujono.
Perisapan pelaksana Pesta Danau Toba 2009 yang sudah mantap dilakukan oleh Panitia mendapat tanggapan dan dukungan yang baik dari masyarakat pelaku pariwisata di Parapat Danau Toba. S Hutabarat (59) Ketua Organisasi Pengusaha Sejenis Kapal Wisata (OPS) Marihat Permai mengatakan bahwa Pelaksanaan Pesta Danau Toba adalah kesempatan yang sangat baik untuk mendorong tingkat kunjungan pariwisata ke Danau Toba. Berdasarkan Pengalaman bahwa Pesta Danau Toba dapat mendorong pertumbuhan tingkat kunjungan wisata ke danau toba, akan tetapi harus dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Melalui OPS Marihat Permai kami sangat mendukung pelaksanaan Pesta Danau Toba 2009 dan ikut berpartisipasi untuk melakukan pengembangan pariwisata Danau Toba melalui jenis usaha yang kami geluti setiap harinya.
Lebih lanjut S. Hutabarat mengatakan sudah menjadi kebiasaan bagi wisatawan Domestik akan datang berkunjung ke Parapat apabila ada even seperti Pesta Danau Toba, Pesta Rondang Bintang atau pada saat hari libur nasional, Libur Perayaan Idul Fitri, Hari Natal, Tahun Baru dan libur perayaan hari besar keagamaan lainnya. Sementara pada hari biasa tingkat kunjungan sangat sepi.
Lebih lanjut S Hutabarat mengakui bahwa pihaknya telah melakukan persiapan untuk menyambut pelaksanaan Pesta Danau Toba 2009, persiapan yang dilakukan meliputi penataan dan pembenahan seluruh armada usaha kapal pengangkutan yang tergabung di OPS marihat Permai, sementara persiapan ini sudah dilakukan jauh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Ujarnya.
SUMBER INFORMASI




18 September 2009

SEMBILAN AGENDA WISATA SUMUT PERLU DI PREASURE


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Sumatera Utara yang kini memiliki 33 kabupaten/kota, setidaknya punya sembilan paket wisata daerah yang dinilai perlu diperjuangkan secara ‘khusus’ (pressure) agar bisa masuk ke kalender pariwisata nasional, yang terdata permanen sebagai agenda promosi pariwisata Indonesia di Direktorat Jenderal Pemasaran Wisata Depbudpar RI, minimal mulai masa kerja kabinet baru pada awal 2010 mendatang.
Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BBPD) Sumut, Solahuddin Nasution SE MSP, dan pemerhati pariwisata resort Ir Sanusi Surbakti MBA MRE dari Retreat Center Sumut, secara terpisah menyebutkan pertambahan jumlah objek wisata lokal di daerah ini idealnya harus dibarengi dengan penyelenggaraan paket-paket wisata regular yang aktif agar pengunjung wisata pada setiap objek tersebut tidak hanya ramai pada hari-hari libur saja.
“Selama ini hampir setiap daerah kabupaten atau kota punya agenda masing-masing sebagai even pariwisata lokal tapi berskala nasional, dan setidaknya ada sembilan agenda wisata daerah ini yang perlu diperjuangkan agar bisa masuk kalender pariwisata nasional”, ujar mereka kepada pers di Medan, Jumat-Sabtu (11-12/9) kemarin.
Ke-9 agenda pariwisata daerah itu adalah: Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) atau Medan Fair di Medan, Pesta Danau Toba di Parapat, Pesta Budaya Melayu (Medan), Pesta Mejuah-juah (Tanah Karo), Pesta Bunga & Buah (Tanah Karo), Pesta Rondang Bittang (Simalungun), Pesta Horas (Tapian Nauli Fair) di Taput/Humbang, Toba Solu Bolon Rally (Tobasa/Samosir), Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi dan Tanah Karo.
Solahuddin dan Sanusi menjelaskan, upaya mendesak agar even-even pariwisata Sumut ini masuk ke dalam kalender wisata nasional, sejalan dengan upaya pemerintah propinsi Sumut sendiri yang telah menetapkan pointer agenda wisata regular dalam program pembangunan dan pengembangan pariwisata Sumut secara berkesinambungan. Setidaknya, upaya Pemda tersebut tampak pada paparan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Ir Riadil Akhir Lubis, dalam acara seminar Devisa Pariwisata Sumut yang diselenggarakan LKM Universal Medan di Hotel Sinabung Int Berastagi 20-22 Agustus lalu.
“Saat ini, ada enam sektor urgen yang sedang dibenahi untuk pengembangan potensi pariwisata dalam rangkaian pembangunan sektor ekonomi daerah Sumut, yaitu: (1) Pengembangan produk-produk wisata yang berbasis panorama. (2). Perawatan dan pemantapan aksesibulitas ke setiap daerah tujuan wisata (DTW-DTW), (3). Pengembangan potensi dan promosi wisata bahari seperti kawasan Pantai Barat dsb (4). Penerapan sistem informasi wisata yang handal (5). Penyelenggaraan kerja sama dengan atau melalui kalangan tour operator dan (6). Penyelenggaraan even-even pariwisata yang bersifat regular”, papar Riadil Akhir di hadapan para peserta seminar wisata itu.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pesta Danau Toba (PDT) 2009 Sujono Manurung SE melalui ketua harian Abdul Hariara Manurung di Sekretariat PDT 2009, menyatakan pihaknya saat ini sangat gembira karena acara PDT sudah disetujui sebagai salah satu paket atau agenda pariwisata nasional dan akan masuk dalam kalender pariwisata Indonesia, yang terdata di Direktorat Pemasaran Wisata Depbudpar RI.
“Dulunya PDT memang sudah sempat masuk dalam kalender wisata nasional. Namun kabarnya sempat tergeser lagi ketika Sumut sempat terhapus dari daftar DTW Unggulan di antara 10 DTW Utama Indonesia pada decade 1995-2005 lalu. Tapi syukurlah, rapat terpadu Pesta Danau Toba di kantor Menteri Budpar RI yang dihadiri para bupati sekawasan Danau Toba, antara lain menghasilkan sinyal atau keputusan bahwa PDT kembali masuk kalender wisata nasional. Kita bangga untuk itu”, katanya gembira, kepada SIB.
Namun, sementara itu, para tokoh yang terlibat dalam program pelaksanaan Pesta Bunga & Mejuah-juah (PBM) 2009 yang menggabungkan paket Pesta Bunga & Buah dengan Pesta Mejuah-juah di Tanah Karo, tak satupun menyahut ketika akan dikonfirmasi SIB melalui nomor telepon/ponsel-nya masing-masing. Ketua Panitia Lokal PBM 2009 Drs Layari S Kaban juga tak mengangkat HP-nya ketika dihubungi berulang-ulang, sehingga tak diperoleh informasi lanjut soal rencana PBM yang dijadwalkan akan dibuka atau dihadiri Presiden SBY juga pada 7-11 Oktober mendatang.
“Padahal, jadwal acara PBM di Berastagi itu sepertinya disetting berdekatan dengan waktu kedatangan Presiden SBY di PDT 2009 di Parapat. Plus, di proposal acara itu malah sudah dicantumkan jadwal per jadwal kehadiran Presiden SBY mulai dari keberangkatan dari Jakarta, penyambutan di Bandara Polonia, sampai peresmian PBM dan peresmian tugu perjuangan rakyat Karo di Berastagi…”, ujar beberapa calon peserta PBM yang mempertanyakan realisasi acara tersebut.SUMBER INFORMASI





19 July 2009

TAMAN WISATA IMAN DIPADATI OLEH PENGUNJUNG DI MASA LIBURAN


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Sumatera Utara maupun di luar Sumut seperti Aceh dan Pekanbaru Riau datang ke lokasi wisata Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo Kabupaten Dairi selama liburan sepanjang dua pekan yang berakhir Minggu (12/7). Puncak kepadatan pengunjung terjadi akhir pekan kemarin.
Hal itu dikatakan Kudadiri, seorang petugas TWI Sitinjo kepada wartawan, Senin (13/7) di TWI. “Selama liburan ini ditaksir ribuan orang yang datang, soalnya setiap hari padat, banyak sekali yang datang selama libur ini, tapi kalau jumlah pastinya saya tidak tahu karena harus ditanya ke kantor,” ujarnya.
Kadis Pariwisata Kabupaten Dairi Drs Pardamean Silalahi yang hendak ditemui wartawan soal jumlah pengunjung selama liburan itu, Senin siang tidak berada di kantor. Telepon selulernya juga tidak aktif saat dihubungi wartawan.
Menurut petugas TWI, pengujung yang datang ke TWI umumnya merupakan keluarga dan datang ramai-ramai. Ada juga rombongan dari sekolah atau persekutuan gereja yang datang dengan bus pariwisata, tambah Kudadiri. Kebanyakan pengunjung yang datang itu dari Medan, Siantar, Binjai, Tanah Karo, Doloksanggul, Aceh Singkil sampai Dumai dan Pekanbaru Riau, ujarnya.
TWI Sitinjo merupakan lokasi wisata rohani satu-satunya di Sumatera Utara. Dengan luas mencapai 13 hektar persegi, di TWI ditemukan rumah ibadah agama-agama besar di Indonesia yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha serta relief ataupun situs yang menggambarkan peristiwa keagamaan seperti Bukit Golgota (tempat penyaliban Yesus Kristus sebagaimana tertulis dalam Injil), Gua Bunda Maria, Perahu Nabi Nuh serta tempat latihan manasik haji.
Atas prestasi pembangunan TWI Sitinjo yang dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap pariwisata, mantan Bupati Dairi (periode 2004-2009) DR MP Tumanggor pada 16 Agustus 2008 lalu menerima penghargaan Prasamya Wirakarya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Tak heran bila banyak orang menyebut TWI Sitinjo sebagai ikon baru Kabupaten Dairi.SUMBER INFORMASI