30 January 2009

Aek Sipitu Dai ( Seven Taste water )

If you want to visit Samosir regency in the area of Lake Toba, known as a tourist destination, many objects are eligible to travel to enjoy the panoramic natural, cultural sites and legends. From road traffic Sidikalang-Doloksanggul, with two-wheel car or we turn left at the entrance area of Tele along the road junction and decreases, and after more than two kilometers, before the nun far we pitched a high mountain Pusuk Buhit (2,985 m dpl) and in the right direction under visible above the Lake Toba Samosir Island outward. To be able to see clearly we continue to travel until at Menara Pandang Tele for a short break while drinking the coffee or to warm the cold air around the region Tele (Sumatra). Stair climb to the top of Menara Pandang Tele located in the street, while the people are afraid, because this is a special building was established Local Government as one of the facilities / infrastructure for tourism it. Spire of view clearly visible Samosir Island and Lake Toba, the area Pusuk Buhit and road and track attached terraced hills above the valley that has Limbong objects and sites Bataks tour, while on the right side will be visible to the village or villages in District Daily and water Efrata of the fall in the village turn Sosordolok has also become the object of many tourism tourists visited. Continuing the journey through the road and turn to decline, we do not need to worry but must remain careful because the road was asphalt diperlebar degan Hotmix in the year 2008 by the Local Government Kab.Samosir. Distance from the corner to the Tele Pangururan capital on the island of Samosir Kab.Samosir far as 22 km, can now be 30 minutes. Approximately 7 km from the tower view, we will turn left and go to the village Limbong, therein place AEK Sipitu Dai (seven taste water) flows from Pusuk Buhit. According to the elders and the Batak Tourism Department officials in this complex, that AEK Sipitu Dai has a history related to the Batak nenekmoyang the King who lived in the first Sianjurmula Samosir regency. This region inhabited by many descendants of the Si Raja Batak from their children's first teachers with Tatea Moon clan-clan Limbong, Sagala and so forth, so that AEK Sipitudai considered as belonging to the descendants of Guru Tatea Moon. AEK Sipitu Dai called, because the water in the soil out of the water sources from 7 to taste different and each has a water name / designation retired AEK namely ni Posoposo (Water Baby), AEK ni na hol (Air Mandul) , AEK Boru na Gabe (Women's Air Subur), AEK Sibaso (midwife), AEK Pangulu (for the King Air), AEK Si Doli (Water for Youth), AEK Hela / Boru (Air Menantu). Discharge of water on this prayer request and Langgat Limbong (derived Limbong Mulana third child Teachers Tatea Month) to Mulajadi Nabolon, because he felt thirsty in the East trip, he stick tongkatnya ago with seven out of water taste. According to the story, Mulajadi Nabolon order to Langgat Limbong seven sense that water can satisfy this thirst, and bring drugs into food-mate. Now, AEK Sipitudai many visited by the son of Batak and foreign tourists, they are sometimes a bath, a facial and drinking water while praying with a request to provide sustenance Foreword (Batak: demban), even have a home to bring the water to be drugs. Society appealed to the tourists and the local community Local Government, it seems to preserve the AEK Sipitudai as a historical tour and made the object. Therefore, it is not so good community / local people to use it as a place MCK, should be built elsewhere MCK for bathing, washing, while AEK Sipitudai a specific area, the cleanliness, comfort and beauty still maintained. Exhausted bathing or drinking Sipitu Dai AEK, there is still the object of sufficient attractions this unique dikawasan for example Hobon Stone (stone storage inheritance Batak people), a statue of Guru Tatea Month, Batu Sawan (in waist Pusuk Buhit) bath fathers Batak people , and The King of the Batak in Sagala, and if you want hot water bath continue our journey towards the city Pangururan, at the foot Pusuk Buhit the edge of Lake Toba available hot water bathing in the area AEK Rangat. If Pemkab cq Official Tourism Arts and Culture has been promoting tourism object, how about the stakeholders and the community even in the People's Deputy Legislative, certainly for ditantang participated. based on: kabarindonesia.com

4 comments:

alvatarz said...

KEBENARAN BATU HOBON

Sejarah BATAK Telah dirusak oleh orang-orang batak sendiri

Orang batak terlalu sombong sehingga bisa dibodoh-bodohi setan.

BATU HOBON sudah dirusak Oleh orang BATAK sendiri.
Pada Tahun 1986 diadakan Renovasi BATU HOBON.
RENOVASI bekerja sama dengan Pemda Tapanuli Utara.

RENOVASI BATU HOBON dilakukan sekumpulan manusia sesat pemuja setan untuk mencuri benda-benda pusaka yang ada di Situs Batu Hobon, terutama keris pusaka Nyi RORO KIDUL yang melegenda yang merupakan putri Raja Tea Tea Bulan.

Mereka kesal dan kecewa tidak medapatkan keris itu, lalu menyuruh setiap orang yang datang ke Batu Hobon, baik untuk berobat ataupun Meminta harta dan kekuasaan melemparkan telur dan jeruk Purut untuk menguatkan pagar gaib mereka agar tidak ada satu manusiapun yang bisa membuka BATU HOBON .

Coba saudara bayangkan ”’betapa jorok dan bau Batu Hobon itu akibat Puluhan Ribu Telor Yang dilempar ke atasnya dan jadi Busuk ‘”‘
…Coba Kepala Saudara atau Rumah Saudara yang dibuat Begitu Bayangkan Joroknya @@@@.

Saya Sangat Sedih Ketika Melihatnya , Lebih Sedih Lagi Melihat Poparan dari Batu Hobon Yaitu Marga-marga Pasaribu, Malau, Limbong, dlll membiarkan dan mendukung kejorokan tersebut, padahal marga-marga itu yang mengaku aku selama ini sebagai pemilik batu Hobon.

Ya Tuhan Maafkan mereka atas kesalahan dan Kebodohan Mereka.

Saudara –Saudara Yang merasa PoParan dari Batu Hobon Sadarlah Akan Tipu daya Iblis.

Sembahlah TUHAN ALLAH Saja Pakai logika kamu.
Apakah Opung-opung Kamu sehina Itu ?

Sadarlah…………. Opung-Opung Kamu Yang dari Batu HOBON adalah Orang baik Yang diberkati Tuhan . Jaga , bersihkan dan Rawat Batu Hobon. Karena itu adalah Makam Mereka. Jangan Pernah membawa Jeruk Purut atau Telor, karena itulah Yang paling dibenci Opung-opung yang dari Batu Hobon.

Tanyakan kepada manusia sesat pencuri itu, dimana Batyu Hobon yanmg berwarna Hitam sebesar gendongan tangan orang dewasa???????????????

Yang saudara-saudara lihat saat ini hanyalah Semen jorok belaka dan BUKAN BATU HOBON. BATU HOBON TIDAK DISITU LAGI

Lihatlah Patung-patung setan yang berdiri di Pusuk BUHIT.
Lihatlah patung tertinggi seorang laki-laki beristrikan monyet dan kucing ( itukah leluhur kamu??? apapakh benar kamu mau dibilang keturunan monyet dan kucing????)

Tidak ada opung orang batak berwujud BABI. Itu wujut setan yang menyamar-nyamar.

Sadarlah wahai bangsaku, bangsa Batak Jangan percaya kepada dukun-dukun ataupun manusia yang mengaku aku roh kudus ada padanya karena mereka semua pengikut IBLIS. Mereka sudah bersatu mulai Upacara Penghancuran BATU HOBON 1086 kemudian Upacara pengusiran Nyi Roro Kidul Tahun 1998 di pantai selatan Pulau jawa.

Bagaimana mungkin roh Kudus bersatu dan melakukan upacara, sembahyang bersama dukun-dukun padahal mereka mengkotbahkan dukun-dukun itu adalah berhala dari setannnnn???????????
Tetapi FAKTANYA Telah terjadi.

HMMMM……………………..
Jadi , kalau mereka telah bersatu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
terus yang jadi setannya siapa????

Semenjak Yesus Naik Ke surga,
TIDAK BENAR Roh- roh leluhur bisa jadi Hasandaran atau kesurupan ke tubuh manusia.
Tidak Benar Roh kudus bisa berbicara kepada atau manusia manapun. Roh kudus sudah lama tidak dibumi.

Roh Kudus adalah ALLAH yang Tri Tunggal (BAPA, ANAK dan ROH KUDUS>
Sehina itukah Roh kudus bisa berbicara dan berteriak melalui manusia berdosa??????????

Yang kudus tetaplah kudus tidak bisa bercampur dengan kotoran.
Begitupula roh kudus jika bercampur dengan manusia maka manusia itu pasti mati.

Wahai Saudaraku semua,
Kembalilah ke jalan yang benar.
berdoa saja kepada Tuhan yang Tri Tunggal bukan kepada ucapan manusia yang punya kesaktian atau apapun itu namanya. dan laksanakan saja 10 firman TUHAN.
Hanya tingkah laku kita yang bisa membawa kita kesorga.

Salam kasih alvatarz111@gmail.com

Hakimtea said...

ngga ngerti nih, tapi thanks udah berbagi artikelnya :)

Ikut kampanye mari Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang ya :)

Agus Amar Mizwar said...

Salam Blogger Indonesia, blogwalking ya... dan sukses selalu untuk Anda!
jabat tangan erat salam penuh damai!

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Herdi Marbun said...

Gimana ya.....mungkin itulah pemikiran zaman dahulu mengenai situs-situs di Tanah Batak.... Tinggal menunggu pemikiran Modern dari Keturunan Bangso Batak tanpa menghilangkan ciri khas dan sejarah Situs-situs tersebut....sehingga dengan memelihara atau memperbaiki lingkungan Situs tersebut akan kelihatan Harta Karun Bangso Batak tersebut. Tidak dalam kondisi sekarang kebanyakan tersembunyi sehingga kita sebagai Keturunan bangso Batak tidak tahu apa Situs sebagai saksi sejarah Batak yang ada di Bona Pasogit.