---- SAVE TOBA LAKE ---- HORAS ---- MEJUAH - JUAH ---- NJUAH - JUAH ---- YA'AHOWU ---- SELAMAT DATANG DI BLOG WISATA ALAM DANAU TOBA ---- Dalam hari bumi sedunia, ayo lindungi bumi kita dari bahaya yang mengancamnya. Mari kita bersama - sama untuk menanam pohon, cegah efek rumah kaca, stop pembalakan liar, hemat energi bumi, stop pembuangan limbah ke dalam aliran sungai. Selamatkan bumi kita dari pemanasan global ---- Ayo saudaraku, dukung terus pariwisata Sumatera Utara. Mari berperan dalam mempromosikan wisata danau Toba dan wisata lainnya yang ada di Sumatera Utara ---- jika anda pingin tukeran link,silahkan add duluan link aku.Lalu konfirmasi melalui shoutmix di blog ini.Nanti akan saya add balik link anda.Terimahkasih sebelumnya ---- Bila anda ingin berkunjung ketempat objek wisata alam danau TOBA dan sekitarnya namun anda tidak mempunyai sanak-saudara di sumatera utara untuk tempat anda singgahi, saya dapat membantu anda untuk mencari penginapan sesuai dengan badget anda dan orang yang bisa memandu anda di sana nantinya, hubungi saya melalui email : renato.bastian45@gmail.com ---- Bagi anda yang ingin dibantu dalam mengiklankan produknya di blog ini, segera hubungi saya di email : renato.bastian45@gmail.com, saya akan bantu anda untuk mengiklankan produk anda di blog ini seperti iklan yang ada pada blog ini. Bagi saudara-saudaraku yang berasal dari tano bona pasogit, bila anda mempunyai informasi terbaru tentang seputar danau toba dan objek wisata yang lain di sumatera utara, segera kirimkan informasi anda melalui email : renato.bastian45@gmail.com, informasi anda sangat dibutuhkan dalam mempromosikan pariwisata sumatera utara. ---- SAVE TOBA LAKE ----

19 July 2009

TAMAN WISATA IMAN DIPADATI OLEH PENGUNJUNG DI MASA LIBURAN


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Sumatera Utara maupun di luar Sumut seperti Aceh dan Pekanbaru Riau datang ke lokasi wisata Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo Kabupaten Dairi selama liburan sepanjang dua pekan yang berakhir Minggu (12/7). Puncak kepadatan pengunjung terjadi akhir pekan kemarin.
Hal itu dikatakan Kudadiri, seorang petugas TWI Sitinjo kepada wartawan, Senin (13/7) di TWI. “Selama liburan ini ditaksir ribuan orang yang datang, soalnya setiap hari padat, banyak sekali yang datang selama libur ini, tapi kalau jumlah pastinya saya tidak tahu karena harus ditanya ke kantor,” ujarnya.
Kadis Pariwisata Kabupaten Dairi Drs Pardamean Silalahi yang hendak ditemui wartawan soal jumlah pengunjung selama liburan itu, Senin siang tidak berada di kantor. Telepon selulernya juga tidak aktif saat dihubungi wartawan.
Menurut petugas TWI, pengujung yang datang ke TWI umumnya merupakan keluarga dan datang ramai-ramai. Ada juga rombongan dari sekolah atau persekutuan gereja yang datang dengan bus pariwisata, tambah Kudadiri. Kebanyakan pengunjung yang datang itu dari Medan, Siantar, Binjai, Tanah Karo, Doloksanggul, Aceh Singkil sampai Dumai dan Pekanbaru Riau, ujarnya.
TWI Sitinjo merupakan lokasi wisata rohani satu-satunya di Sumatera Utara. Dengan luas mencapai 13 hektar persegi, di TWI ditemukan rumah ibadah agama-agama besar di Indonesia yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha serta relief ataupun situs yang menggambarkan peristiwa keagamaan seperti Bukit Golgota (tempat penyaliban Yesus Kristus sebagaimana tertulis dalam Injil), Gua Bunda Maria, Perahu Nabi Nuh serta tempat latihan manasik haji.
Atas prestasi pembangunan TWI Sitinjo yang dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap pariwisata, mantan Bupati Dairi (periode 2004-2009) DR MP Tumanggor pada 16 Agustus 2008 lalu menerima penghargaan Prasamya Wirakarya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Tak heran bila banyak orang menyebut TWI Sitinjo sebagai ikon baru Kabupaten Dairi.SUMBER INFORMASI





SUMATERA UTARA SIAP DIJADIKAN PARIWISATA NASIONAL


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki berbagai obyek wisata cukup potensial dan menarik, siap dijadikan sebagai sektor pariwisata nasional seperti Bali, Yogyakarta dan provinsi lainnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ir Nurlisa Ginting MSi kepada ANTARA di Medan, Jumat, mengatakan, Sumut memiliki kekayaan alam yang cukup istimewa, maka perlu dikembangkan agar lebih baik.
Seperti Danau Toba, salah satu kekayaan alam yang strategis, diminta pemerintah kabupaten/kota perlu menyiapkan fasilitas pendukung untuk memudahkan pengunjung menikmati perjalanan ke tempat tersebut.
Fasilitas tersebut antara lain lingkungan yang harus dijaga kelestariannya, kebersihan, masyarakat sekitar daerah wisata bahkan petugas yang ramah terhadap wisatawan lokal maupun mancanegara.
Upaya tersebut diharapkan menjadi nilai lebih sebagai pilihan wisatawan berkunjung ke daerah ini.
Ia telah menyampaikan hal itu kepada pihak terkait dalam upaya pengembangan sektor pariwisata tersebut, di antaranya dengan pihak Dinas Jalan dan Jembatan serta Bappeda agar infrastruktur jalan ke obyek wisata Sumut diperbaiki untuk memperlancar transportasi.
Jalan nasional ke daerah tujuan wisata di Sumut seperti ke Danau Toba, Parapat, Berastagi, Sibolga dan Nias dinilai cukup panjang dan banyak rusak, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dan segera diperbaiki.
Nurlisa menambahkan, kampanye mengenai potensi alam lokal juga sangat penting dan memerlukan peran semua pihak baik pemerintah daerah dan masyarakat.
Salah satu kampanye yang dilakukan seperti Sumut Expo di Jakarta, yang diharapkan mampu menarik wisatawan nusantara sebagai target utama.
Sosialisasi kepada masyarakat di Jawa merupakan sebuah keharusan, agar mereka tertarik untuk berlibur ke Sumut. Disbudpar Sumut mengejar target agar sekitar 200 ribu pengunjung tercapai pada tahun 2009SUMBER INFORMASI





SAMOSIR HORAS FIESTA AKAN DI GELAR


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Untuk menarik minat wisatawan berkunjung dan tinggal lebih lama di Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata mulai Rabu (9/7) selama empat hari menggelar festival seni budaya masyarakat Batak. Pagelaran yang diikuti tingkat pelajar maupun umum disebut dengan ‘Samosir Horas Fiesta’ (SHF) itu digelar di lapangan SMAN1 Pangururan.
Bupati Samosir Mangindar Simbolon dalam sambutannya mengatakan, tujuan event itu untuk mewujudkan visi misi Kabupaten Samosir. Dia mengatakan kegiatan serupa harus lebih sering dilakukan guna memotivasi pengembangan dan pelestarian budaya Batak.
Kita berharap dengan pengembangan dan pelestarian budaya Batak dapat membangun karakter dan watak di Samosir demi pencapaian visi misi kabupaten. Ada beberapa budaya kita yang nyaris terlupakan seperti Sordam, Saga-Saga, Talatoit yang nyaris punah dan harus kita lestarikan, kata Mangindar.
Sebelumnya Kadis Pariwisata Samosir Melani Butar-Butar mengatakan tujuan event adalah sebagai suguhan hiburan bagi pengunjung atau wisatawan dalam menuju Kabupaten Pariwisata 2010.
“Diharapkan dengan even ini budaya kita dapat lebih digali dan dikembangkan lebih dalam, juga dapat membina generasi muda untuk mengembangkan wawasan pengetahuan tentang seni yang akhirnya sebagai aset Pemkab untuk memunculkan event untuk menarik perhatian wisatawan berkunjung ke Samosir,” ujar Melani.
Kajari Balige Timbul Pasaribu yang hadir saat itu menyatakan seharusnya even itu sudah skala nasional. Harusnya sudah ada pengunjung bahkan wisatawan manca negara yang hadir. “Kalau saya lihat semua yang ada di sini masih orang Samosir semua,” ujar Kajari dari atas podium.
Kegiatan Samosir Fantastic Fiesta sepertinya memang dikemas dari kita, untuk kita oleh kita. Bukan untuk suguhan wisatawan yang dapat menarik minta kunjungan ke Samosir, ujar M Simbolon warga Pangururan.
PPTK kegiatan HSF, Forman Gultom mengakui kegiatan dengan biaya Rp 806 juta itu masih yang pertama untuk Samosir. Ada beberapa kendala dengan minimnya kehadiran pengunjung, di antaranya kurang publikasi. Namun, sejarah Samosir mencatat tahun 2004 dan 2005 pernah diselenggarakan Oriental Samosir Fantastic Fiesta di Tuktuk dengan anggaran tidak sampai Rp 200 juta tapi lebih meriah.
Beberapa undangan yang hadir saat pembukaan di antaranya Kasdim Mayor Inf K Panjaitan, Ketua Pengadilan Balige Apris Siahaan, mewakili Kapolres AKP Buyung.SUMBER INFORMASI





"TORTOR SOMBA" FASHION AKAN DI GELAR PADA PERAYAAN PESTA DANAU TOBA (PDT)


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Panitia Pelaksana Pesta Danau Toba (PDT) melalui Humasnya Erlin Hasibuan sangat menghargai masukan dari para pemerhati sekaitan dengan akan digelarnya PDT tanggal 5 hingga 9 Agustus ini. Namun untuk eksistensinya panitia akan memplenokan.
Hasibuan via ponselnya mengungkapkan, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan Bupati Simalungun. Dari banyak hal yang dibicarakan Bupati Simalungun H Zulkarnaen Damanik menyatakan dukungannya akan digelar PDT plus sebagai tuan rumah.
Dalam hal dukungan mata acara, jelas Hasibuan, bupati yang juga disertai para camat di antaranya Camat “Girsip” Parapat Imman SG Nainggolan SSos diprogramkan akan menampilkan banyak acara budaya bernilai jual di antaranya “tortor somba”, fashion show dan lainnya yang pagelarannya akan diserasikan dalam suatu kemasan menarik.
Sementara itu Camat “Girsip” Parapat Imman SG Nainggolan SSos yang dihubungi via ponselnya mengatakan akan mempersiapkan panitia lokal yang “follow up”nya persiapan lapangan. Hal ini menurut Imman sebagai tindak lanjut surat perintah dari atasannya.
Telah diberitakan, Bupati Simalungun H Zulkarnaen Damanik dan Caleg terpilih Mansur Purba SE senada menghimbau panitia agar fokus dalam rangka peningkatan eksistensi Pariwisata semisal pagelaran budaya “tortor sawan, mangalahat horbo, solu bolon, solu perorangan dan berpasangan, dan malam harinya disuguhi hiburan dari selebritis. Sedang pengamanan baik Kapolres, Dandim Simalungan menyatakan kesiapannya berdasarkan undang undang.SUMBER INFORMASI