---- SAVE TOBA LAKE ---- HORAS ---- MEJUAH - JUAH ---- NJUAH - JUAH ---- YA'AHOWU ---- SELAMAT DATANG DI BLOG WISATA ALAM DANAU TOBA ---- Dalam hari bumi sedunia, ayo lindungi bumi kita dari bahaya yang mengancamnya. Mari kita bersama - sama untuk menanam pohon, cegah efek rumah kaca, stop pembalakan liar, hemat energi bumi, stop pembuangan limbah ke dalam aliran sungai. Selamatkan bumi kita dari pemanasan global ---- Ayo saudaraku, dukung terus pariwisata Sumatera Utara. Mari berperan dalam mempromosikan wisata danau Toba dan wisata lainnya yang ada di Sumatera Utara ---- jika anda pingin tukeran link,silahkan add duluan link aku.Lalu konfirmasi melalui shoutmix di blog ini.Nanti akan saya add balik link anda.Terimahkasih sebelumnya ---- Bila anda ingin berkunjung ketempat objek wisata alam danau TOBA dan sekitarnya namun anda tidak mempunyai sanak-saudara di sumatera utara untuk tempat anda singgahi, saya dapat membantu anda untuk mencari penginapan sesuai dengan badget anda dan orang yang bisa memandu anda di sana nantinya, hubungi saya melalui email : renato.bastian45@gmail.com ---- Bagi anda yang ingin dibantu dalam mengiklankan produknya di blog ini, segera hubungi saya di email : renato.bastian45@gmail.com, saya akan bantu anda untuk mengiklankan produk anda di blog ini seperti iklan yang ada pada blog ini. Bagi saudara-saudaraku yang berasal dari tano bona pasogit, bila anda mempunyai informasi terbaru tentang seputar danau toba dan objek wisata yang lain di sumatera utara, segera kirimkan informasi anda melalui email : renato.bastian45@gmail.com, informasi anda sangat dibutuhkan dalam mempromosikan pariwisata sumatera utara. ---- SAVE TOBA LAKE ----

17 October 2009

PESTA DANAU TOBA 2009 TAK BERGEMA, TAWARKAN PROMOSI GRATIS UNTUK WISATAWAN DI EROPA


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Usahawan kepariwisataan Bernard Sidabutar menyayangkan Pesta Danau Toba (PDT) 2009 tak menggema ke mancanegara yang ditandai minimnya turis dari luar negeri hadir di danau terbesar di dunia tersebut. Bernard Sidabutar berharap pemerintah pusat lebih maksimal mempromosikan kalender tetap pesta pariwisata itu plus melakukan kebijakan terobosan, seperti membuka penerbangan langsung dari Eropa ke Bandara Polonia Medan bahkan ke Silangit Siborongborong. Berdasar catatannya, sejak penerbangan dari Eropa langsung ke Medan ditutup, turis Eropa nyaris tak ada ke Danau Toba. Kalaupun ada, yang datang limpahan dari Padang dan Bukittinggi.
“Tahun-tahun lalu saya sudah tawarkan pada otoritas, promosikan Danau Toba dan PDT ke Eropa. Saya merekomendasikan akomodasi di Eropa, gratis karena ada keluarga yang buka usaha serta bermukim di Perancis, Belgia, Belanda dan negara lain,” ujar Bernard Sidabutar di Medan, Rabu (7/10). Bernard Sidabutar adalah pengelola Bernard’s Restaurant—restoran yang menyajikan khusus makanan khas Batak dan West Taste—di Tutuk Siadong, Simanindo, Samosir. Tawaran tersebut, ujarnya, hingga kini belum dijawab apalagi diwujudkan.
Bernard Sidabutar mengatakan, sejak krisis ekonomi 1998 melanda Asia, wisata khusus Danau Toba terpuruk dan tak pernah bangkit sampai kini. Sejak saat itu, lanjutnya, wisata Danau Toba praktis mati suri. Posisi sulit itu diperparah dengan kondisi danau menghadapi banyak kendala, mulai dari alam sampai pencemaran karena industri ikan.
Katanya, secara parsial pemerintah daerah tertentu termasuk Pemerintah Sumut melakukan kegiatan di dalamnya PDT tapi belum juga mampu menggairahkan kepariwisataan Danau Toba. “Bahkan, saat gembong teroris berhasil dibunuh hingga wisata daerah lain menggeliat karena turis sudah bergairah datang, Danau Toba tak jua dikunjungi. Kenapa?” kesal Bernard Sidabutar sambil mengatakan kondisi itu jadi keironian karena persoalan sudah diketahui tapi tak diselesaikan. “Persoalannya kan pada transportasi. Medan ke Danau Toba, melelahkan jika melalui jalan darat. Kenapa pemerintah tidak membuka jalur udara? Turis Eropa tidak bersoal harga, yang penting kepuasan dan menemukan apa yang dicari,” tandasnya.
Bernard Sidabutar mengusulkan, pemerintah kabupaten kota yang wilayahnya ada Danau Toba harus memprosikan kekayaan alam, flora, fauna dan makanan spesifiknya, jangan seragam. Kekhasan Danau Toba dengan ikan ihan, (pisang) singalingali beraroma khas dan manisnya seperti madu yang hampir punah. Katanya, untuk melestarikan kekhasan itu masyarakat harus dilibatkan dlaam maksud menanamkan cinta lingkungan dan penambahan masukan ekonomi.
Menurutnya, mati surinya kepariwisataan Danau Toba membuat perekonomian masyarakat di wilayah itu terperosok yang membuat warga sekitar danau apatis hingga cuek pada even yang diadakan. Kondisi itu, harap Bernard Sidabutar, hendaknya cepat dibenahi.SUMBER INFORMASI





No comments: