---- SAVE TOBA LAKE ---- HORAS ---- MEJUAH - JUAH ---- NJUAH - JUAH ---- YA'AHOWU ---- SELAMAT DATANG DI BLOG WISATA ALAM DANAU TOBA ---- Dalam hari bumi sedunia, ayo lindungi bumi kita dari bahaya yang mengancamnya. Mari kita bersama - sama untuk menanam pohon, cegah efek rumah kaca, stop pembalakan liar, hemat energi bumi, stop pembuangan limbah ke dalam aliran sungai. Selamatkan bumi kita dari pemanasan global ---- Ayo saudaraku, dukung terus pariwisata Sumatera Utara. Mari berperan dalam mempromosikan wisata danau Toba dan wisata lainnya yang ada di Sumatera Utara ---- jika anda pingin tukeran link,silahkan add duluan link aku.Lalu konfirmasi melalui shoutmix di blog ini.Nanti akan saya add balik link anda.Terimahkasih sebelumnya ---- Bila anda ingin berkunjung ketempat objek wisata alam danau TOBA dan sekitarnya namun anda tidak mempunyai sanak-saudara di sumatera utara untuk tempat anda singgahi, saya dapat membantu anda untuk mencari penginapan sesuai dengan badget anda dan orang yang bisa memandu anda di sana nantinya, hubungi saya melalui email : renato.bastian45@gmail.com ---- Bagi anda yang ingin dibantu dalam mengiklankan produknya di blog ini, segera hubungi saya di email : renato.bastian45@gmail.com, saya akan bantu anda untuk mengiklankan produk anda di blog ini seperti iklan yang ada pada blog ini. Bagi saudara-saudaraku yang berasal dari tano bona pasogit, bila anda mempunyai informasi terbaru tentang seputar danau toba dan objek wisata yang lain di sumatera utara, segera kirimkan informasi anda melalui email : renato.bastian45@gmail.com, informasi anda sangat dibutuhkan dalam mempromosikan pariwisata sumatera utara. ---- SAVE TOBA LAKE ----

01 July 2010

PESTA DANAU TOBA 2010 AKAN MENAJADI KEBANGGAAN MASYARAKAT SUMATERA UTARA DAN NEGARA

**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****


MEDAN - Pimpinan DPRDSU menerima kunjungan audiensi Panitia Pesta Danau Toba Tahun 2010 di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa. Dalam audiensi itu, dewan berharap Pesta Danau Toba 2010 mampu menjadi kebanggan bagi masyarakat di tingkat nasional khususnya Sumatera Utara.

Adapun pimpinan dewan yang menerima audiensi tersebut yakni,Ketua DPRDSU H. Saleh Bangun didampingi Wakil Ketua DPRDSU Ir Chaidir Rirtonga MM dan Ir H Kamaluddin Harahap MSi. Sedangkan Panitia Pesta danau Toba yang audiensi yakni Ketua Umum Parlindungan Purba SH, MM, didampingi Sekretaris Panitia Artur MD Batubara MSc dan Koordinator Sponsor Dewi Juwita Purba, serta panitia lainnya Jhon Lubis dan Unggul Tambunan.



Parlindungan Purba mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan pagelaran
acara pesta seni dan budaya tersebut di Parapat Sumatera Utara dari tanggal 20 hingga 24 Oktober 2010.

“Tujuan penyelenggraan acara ini untuk mempromosikan dan menggairahkan kepariwisataan Indonesia khususnya Sumatera Utara. Hal ini dalam upaya meingkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara dan memacu perkembangan perekonomian daerah,” katanya.

Jadi, kata dia, Pesta Danau Toba ini tentu tidak sekedar mengefektifkan seni, budaya serta unsure pariwisata lainnya. Tapi bertujuan lebih luas sehingga dukungan dari DPRD Sumut tentu sangat dibutuhkan dalam kerangka keberhasilan kegiatan tersebut.

Sementara Ketua DPRDSU Saleh Bangun mengatakan mendukung penuh kegiatan Pesat Danau Toba.

"Menjadi harapan pula kepada panitia agar benar-benar menjalankan tugas dengan professional sehingga kegiatan itu bisa mencapai tujuan dan sasarannya.Sehingga kegiatan tersebut bisa menjadi kebanggan Sumatera Utara dan secara umum Negara kita,” katanya.

Saleh juga mengatakan, segala kebutuhan panitia akan diteruskan ke komisi terkait di DPRD Sumut, sehingga dukungan Dewan bisa lebih proporsional.DPRD Sumut juga akan berkoordinasi dengan Instansi terkait di jajaran Pemprovsu agar kegiatan Pesta Danau Toba ini berjalan lancer. SUMBER INFORMASI




ShareSign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Danau Toba sebagai “ Sijujung Baringin “ Pariwisata Sumut, Butuhkan Ketegasan Pemprovsu

**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****


Kadis Pariwisata dan Budaya Kabupaten Simalungun Karsel Sitanggang, Rabu (2/6) mengatakan, secara makro Danau Toba adalah “ Sijujung Baringin “ atau Flag Ship pariwisata Sumut, sehingga dibutuhkan ketegasan dan kebijakan Pemprovsu dalam pengelolaannya untuk mampu berkibar setara dengan DTW Nasional di tingkat internasional.
Disebut “Sijujung Baringin” karena Danau Toba merupakan salah satu yang utama ditawarkan mempertahankan eksistensi pariwisata di Sumatera Utara. Dan, bendera ini akan dapat berkibar apabila mendapat penanganan khusus secara profesional dan proporsional.
Sebagai produk pariwisata andalan di Sumatera Utara, pembangunan dan pengembangan kawasan Danau Toba, kata Karsel, perlu ketegasan/kebijakan Pemprovsu mengalokasikan anggaran menangani pembenahan dalam bidang produk, pemasaran, kerja sama masyarakat dan pengaturan.
Bidang produk, di dalamnya meliputi penataan obyek wisata menambah keindahan panorama alami sehingga menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Pembenahan sarana–prasarana sangat diperlukan disesuaikan dengan standar kebutuhan wisatawan mancanegara. Jalan raya perlu mendapat perbaikan memberikan kemudahan akses dan kenyamanan selama perjalanan menuju lokasi Danau Toba. Akomodasi (perhotelan) dan restoran perlu ditangani secara profesional meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung.
Bidang pemasaran, kawasan Danau Toba serta seluruh kegiatan lokal merupakan satu kesatuan utuh yang harus ditangani secara menyeluruh. Dalam hal ini mengalokasikan anggaran promosi secara utuh, tidak terpenggal–penggal atas kegiatan budaya satu daerah tertentu.
Misalnya, kegiatan PDT ( Pesta Danau Toba ) diisi dengan seni budaya tradisional 7 daerah merupakan bagian kecil dari konsep pengembangan pemasaran kepariwisataan Danau Toba. Pemprovsu hendaknya dengan sungguh–sungguh mempromosikan dan “menjual” PDT di pasar pariwisata internasional.
Bidang kerja sama, perlu dipikirkan pembinaan kesiapan peran serta masyarakat menciptakan suasana kondusif, memberikan kenyamanan dan kebetahan bagi pengunjung. Sedangkan, bagi pelaku bisnis pariwisata diberikan berbagai kemudahan yang muaranya menjamin kualitas pelayanan tidak pernah mengecewakan para wisatawan.
Bidang pengaturan, untuk menentukan arah tujuan pembangunan dan pengembangan kawasan Danau Toba tepat sasaran diperlukan ketegasan keputusan atau peraturan yang dikeluarkan Pemprovsu menjadi acuan bagi daerah turut serta melakukan pembangunan yang sumber dananya ditampung di APBD masing–masing daerah bersangkutan.
Tanpa ketegasan peraturan membatasi berbagai aktvitas pada zona tertentu, Danau Toba dikhawatirkan dimanfaatkan menjadi kolam raksasa atau WC besar penampungan limbah sehingga berdampak buruk terhadap pariwisata Sumut.
Danau Toba berbatasan langsung dengan 7 daerah kabupaten masing–masing Kabupaten Simalungun, Tanah Karo, Samosir, Dairi, Tobasa, Taput dan Humbang Hasundutan. Namun, karena ketiadaan payung hukum sebagai acuan dalam menetapkan kebijakan, masing–masing daerah terkesan kurang peduli atau gamang membuat terobosan pembenahan kawasan Danau Toba.
“Danau Toba menyangkut kepentingan lintas 7 daerah kabupaten sehingga peranan Pemprovsu lebih dominan menentukan kebijakan arah pembangunan dan pengembangan kawasan Danau Toba yang sangat strategis dalam percepatan pembangunan ekonomi, jati diri dan kebanggaan masyarakat Sumut,” tandasnya.
Salah satu langkah mensukseskan program pembangunan kawasan Danau Toba yaitu mengemas paket PDT yang tetap dilaksanakan setiap tahun disertai dengan SK Gubsu.
Ketegasan Gubsu menerbitkan SK (Surat Keputusan) menjadikan PDT merupakan agenda pariwisata Sumut setiap tahun, lanjutnya dapat dijadikan payung hukum dan acuan mengusulkan anggaran di dalam APBD masing–masing daerah mendukung penyelenggaraan PDT tersebut.
Berdasarkan peraturan tentang penyelenggaraan PDT, panitia penyelenggara akan lebih mudah berkordinasi dengan masing–masing daerah yang terlibat langsung dengan kegiatan PDT dimaksud.
“Misalnya, suksesi PDT tahun 2010 ini daerah masih kaku. Pemkab Simalungun sendiri belum menerima petunjuk apa pun dari panitia penyelenggara. Namun, kami akan tetap berpartisipasi pada PDT nanti,” tandasnya. SUMBER INFORMASI




ShareSign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

SEBAGIAN BESAR OBJEK WISATA di Deli Serdang BELUM DIKELOLA DENGAN BAIK

**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****


temTidak kurang dari 38 objek wisata yang tersebar di 22 kecamatan di Deli Serdang saat ini menunggu pengelolaan yang optimal dari instansi terkait. Sebagian dari objek wisata itu sudah dikelola secara profesional, namun sebagian masih ditangani masyarakat secara swadaya dan sebagian lagi belum ditangani sama sekali.
Objek wisata yang ada di Deli Serdang terdiri dari berbagai objek wisata budaya seperti Pesta Rebu-Rebu di Gunung Meriah dan STM Hulu, Upacara Turun Bibit, Tabayun dan lainnya, Pusat kegiatan rohani seperti Retreat Centre di Sibolangit, Taman wisata Hutan di Sibolangit, pemandian alam seperti Sibiru-biru, Kasanova dan lainnya.
Kadis Pariwisata Deli Serdang melalui Kabidnya Dani Hapianto MSi kepada SIB mengatakan beberapa objek wisata sudah dikelola dengan baik dan profesional. Objek wisata itu seperti Retreat Centre Sibolangit, Sinar Bulan Purnama Ancol Indah di Pantai Labu, Hairos Indah di Pancur Batu, Water Park Suzuya di Tanjung Morawa, Hill Park Sibolangit dan lainnya.
Untuk objek wisata tersebut, pengelolaanya sudah profesional dan diusahakan oleh pihak ketiga. Di Hill Park, Hairos dan Sinar Bulan Purnama Ancol Pantai Labu misalnya sudah dibuat berbagai macam permainan anak. Kepada para pengunjung dibebankan tiket masuk, begitu juga untuk setiap permainan.
Sementara objek wisata yang dikelola oleh salah satu badan keagamaan seperti GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) adalah Retreat Centre di Desa Sukamakmur Kecamatan Sibolangit. Retreat Centre itu cukup banyak dipergunakan untuk pertemuan, kegiatan keagamaan, out bond dan berbagai kegiatan lainnya. Pengelolaannya sudah ditangani oleh orang-orang profesional sehingga banyak kalangan mempergunakan tempat tersebut untuk wisata rohani.
Pantauan SIB, terlihat masih banyak objek wisata yang belum bisa dikelola dengan baik dan hanya dikelola oleh masyarakat setempat dengan cara berjualan di sekitar lokasi. Contohnya Danau Linting yang belum disentuh secara profesional, padahal lokasi tersebut sangat bagus dijadikan objek wisata kebanggaan Deli Serdang. Selain itu objek wisata Sampuran Putih di Sibolangit juga belum tertata dengan baik sehingga belum banyak wisatawan yang berkunjung. Kalau dilihat dari segi alamnya, objek wisata itu sangat indah dan layak untuk dikunjungi.
Salah seorang pemerhati pariwisata di Deli Serdang Agus, mengatakan banyak sebenarnya objek wisata di Deli Serdang namun belum dikelola dengan baik sehingga tidak bisa diharapkan menambah PAD daerah setempat. Kalau ada keinginan untuk memperbaikinya, diyakini objek wisata tersebut akan menghasilkan PAD bagi Deli Serdang. Objek wisata yang bisa diandalkan hanya yang sudah dikelola dengan profesional dan itu lebih banyak menguntungkan pengusaha daripada pemerintah setempat, ujarnya.
Untuk itu diharapkan Deli Serdang bisa mengelola objek wisata yang ada di daerah tersebut untuk menambah PAD. Dari objek wisata yang baik penataannya akan mendatangkan pemasukan dari parkir, retibusi dan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Agar hal itu dapat diwujudkan, diharapkan benar-benar ada perhatian Pemkab Deli Serdang untuk menata objek wisata dimaksud. (Desra Gurusinga/d)Danau Linting: Salah satu objek wisata di Deli Serdang adalah Danau Linting yang memiliki panorama indah. SUMBER INFORMASI




ShareSign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.