---- SAVE TOBA LAKE ---- HORAS ---- MEJUAH - JUAH ---- NJUAH - JUAH ---- YA'AHOWU ---- SELAMAT DATANG DI BLOG WISATA ALAM DANAU TOBA ---- Dalam hari bumi sedunia, ayo lindungi bumi kita dari bahaya yang mengancamnya. Mari kita bersama - sama untuk menanam pohon, cegah efek rumah kaca, stop pembalakan liar, hemat energi bumi, stop pembuangan limbah ke dalam aliran sungai. Selamatkan bumi kita dari pemanasan global ---- Ayo saudaraku, dukung terus pariwisata Sumatera Utara. Mari berperan dalam mempromosikan wisata danau Toba dan wisata lainnya yang ada di Sumatera Utara ---- jika anda pingin tukeran link,silahkan add duluan link aku.Lalu konfirmasi melalui shoutmix di blog ini.Nanti akan saya add balik link anda.Terimahkasih sebelumnya ---- Bila anda ingin berkunjung ketempat objek wisata alam danau TOBA dan sekitarnya namun anda tidak mempunyai sanak-saudara di sumatera utara untuk tempat anda singgahi, saya dapat membantu anda untuk mencari penginapan sesuai dengan badget anda dan orang yang bisa memandu anda di sana nantinya, hubungi saya melalui email : renato.bastian45@gmail.com ---- Bagi anda yang ingin dibantu dalam mengiklankan produknya di blog ini, segera hubungi saya di email : renato.bastian45@gmail.com, saya akan bantu anda untuk mengiklankan produk anda di blog ini seperti iklan yang ada pada blog ini. Bagi saudara-saudaraku yang berasal dari tano bona pasogit, bila anda mempunyai informasi terbaru tentang seputar danau toba dan objek wisata yang lain di sumatera utara, segera kirimkan informasi anda melalui email : renato.bastian45@gmail.com, informasi anda sangat dibutuhkan dalam mempromosikan pariwisata sumatera utara. ---- SAVE TOBA LAKE ----

24 October 2009

INFORMASI DOWNLOAD LAGU DAN VIDEO BATAK


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Bagi anda yang ingin menambah koleksi lagu dan video batak dalam komputer anda atau dalam mp3 player anda, dapat segera anda miliki hanya dengan mendownload langsung di http://batakdownload.blogspot.com atau anda dapat mengklik disini

. Downloadan ini gratis alias tanpa mengeluarkan uang. Buruan dapatkan segera lagu dan videonya. Tunggu downloadan terbaru yang akan dikondirmasikan lagi kepada anda.


terima kasih,
Renato Bastian Manurung


21 October 2009

PESTA DANAU TOBA 2009 DINILAI HAMBAR


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Berbagai kalangan peduli dan praktis pariwisata di Sumut menyatakan kecewa dan prihatin dengan penyelenggaraan Pesta Danau Toba (PDT) 2009 yang dinilai hambar dan tak sesuai harapan sehingga banyak pihak yang dirugikan, mulai dari kalangan peserta, pendukung, pengunjung, dsb.
Ketua Umum Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) Sumut Drs Sabam Isodorus Sihotang MM, dan konsultan pariwisata Sumut Ir Jonathan Ikuten Tarigan, secara terpisah menyebutkan hal menonjol yang tampak dan terjadi dalam agenda PDT 2009 adalah kombinasi negatif berupa minusnya perhatian pihak pemerintah mulai tingkat pusat hingga daerah (propinsi dan kabupaten), plus lemahnya kinerja panitia yang tidak didominasi oleh orang-orang yang memiliki pengalaman khusus di bidang pariwisata, khususnya pariwisata berskala internasioanl seperti PDT demi PDT dulunya.
“PDT 2009 memang tak sampai gagal. Tapi yang jelas tidak sesuai dengan target dasar atau harapan banyak pihak. Peserta, pengunjung, dan pendukungnya pun minus. Pejabat dari setiap kabupaten yang punya objek wisata Danau Toba kebanyakan tak hadir, baik sebagai peserta maupun pendukung. Pemerintah pusat, minimal tingkat menteri hingga pemerintah propinsi dan kabupaten tampakya kurang serius, padahal PDT sebagai agenda pariwisata adalah program prioritas yang menjadi tanggung jawabnya secara penuh. Lalu… pihak swasta selaku pelaksana atau organizer dalam barisan panitia, seharusnya melibatkan orang-orang yang mengerti dan pengalaman pariwisata. Di samping itu, kedua pihak, yaitu pemerintah dan swasta itu harus sama-sama melibatkan pers. Kalau tidak dengan pola ‘Tri-Pilar’ itu maka target prospek atau pengembangan pariwisata takkan tercapai. Ingat, pariwisata itu spesifik tapi lintas sektoral,” papar SI Sihotang kepada pers di Medan, Sening (12/10) kemarin.
Dia mengutarakan hal itu sesaat akan berangkat ke Sidikalang bersama rekan pengurus LakeToba Reagional Management (LTRM) yang bekerja sama dengan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KNPDT). Sebagai praktisi pariwisata di MPI, Sihotang yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Sumut dan mantan Bupati Dairi itu, mengaku prihatin karena sama sekali tak dilibatkan dalam PDT 2009. Sehingga, untuk menjadi pengunjung sajapun dia harus datang sendiri menjemput undangan.
Minusnya pendukung PDT 2009 dari kalangan pemerintah, disebutkan Sihotang mulai dari tidak hadirnya menteri yang menggantikan Presiden (tak bisa hadir karena kunjungan pasca gempa di Sumbar), tidak hadirnya Gubsu Syamsul Arifin (hanya diwakili Sekda RE Nainggolan), plus minimnya kehadiran para bupati dari daerah sekitar Danau Toba. Bupati yang hadir, menurut Sihotang dan Clement HJ Gultom dari kalangan travel, bupati yang hadir hanya Mangindar Simbolon dari kabupaten Samosir. Sedangkan Bupati Humbang Hasundutan Drs Maddin Sihotang, menurut Sihotang, hadir tapi entah kenapa duduk di bagian belakang barisan undangan lainnya. Lalu, Bupati Simalungun sebagai tuan rumah, hanya diwakilkan oleh Sekda-nya saja.
“Saya sedih menyaksikan acara pembukaan PDT 2009 itu. Dukungan dari pihak swasta selaku stakeholders pun sangat kurang. Bahkan, saya sangat prihatin karena pihak panitia sama sekali tak mengundang pers dari Himpunan Wartawan Pariwisata Indonesia (HWPI),” katanya lagi, sembari mencontohkan pihak Jakarta malah setiap tahunnya mengirimkan tim wartawan yang khusus meliputi PDT setiap tahunnya, selama ini diorganisir Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Pusat.
Soal kekecewaan kontingen Sumatera Selatan yang hadir sebagai satu-satunya peserta luar Sumut dalam PDT 2009, Sihotang juga mengaku bingung, siapa sebenarnya yang mengundang, apakah panita, Depbudpar (Jakarta), atau Pemkab Simalungun. Tapi yang jelas, menurut Jonathan Tarigan dan Ir Harman Manurung (mantan anggota DPRD SU dari komisi bidang Kesra termasuk pariwisata), secara terpisah menyebutkan kekecewaan kontigen Sumsel di PDT 2009 itu rawan dan bisa menjadi semacam ancaman ‘nilai setitik’ dalam ‘susu sebelanga’ Danau Toba.
“Panitia selaku pihak swasta yang dipercayakan pemerintah selaku pelaksana, sejak awal seharusnya bisa menjajaki situasi agar PDT 2009 ini tak meleset jauh dari harapan, baik karena batalnya kedatangan Presiden, acaranya yang di luar musim liburan (pig session), gelagat minusnya kunjungan turis asing atau tamu Wisman sehingga harus dikompensasi dengan aksi pengerahan turis lokal secara gratis segala, dsb,” katanya kepada SIB.
Dengan senada, Harman Manurung dan SI Sihotang serta Jonathan Tarigan juga mendesak pemerintah pun harus benar-benar serius terhadap pariwisata daerah, khususnya pada agenda wisata yang telah ditetapkan sebagai acara inti (core events) pada kalender wisata daerah, maupun nasional. Misalnya, dengan menetapkan pos khusus sebagai anggaran biaya PDT pada APBD setiap tahunnya. Tidak hanya sebatas omongan atas alasan Danau Toba sudah menjadi ikon pariwisata Sumut atau Indonesia bagian Barat.
Sehingga, ujar mereka, pihak pelaksana nantinya tinggal menjajaki mitra lainnya untuk menanggulangi kekurangan biaya di APBD itu, bila PDT-PDT itu ternyata butuh biaya yang lebih besar dari modal-APBD yang tersedia.SUMBER INFORMASI





17 October 2009

PESTA DANAU TOBA 2009 TAK BERGEMA, TAWARKAN PROMOSI GRATIS UNTUK WISATAWAN DI EROPA


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YA'AHOWU ****




Usahawan kepariwisataan Bernard Sidabutar menyayangkan Pesta Danau Toba (PDT) 2009 tak menggema ke mancanegara yang ditandai minimnya turis dari luar negeri hadir di danau terbesar di dunia tersebut. Bernard Sidabutar berharap pemerintah pusat lebih maksimal mempromosikan kalender tetap pesta pariwisata itu plus melakukan kebijakan terobosan, seperti membuka penerbangan langsung dari Eropa ke Bandara Polonia Medan bahkan ke Silangit Siborongborong. Berdasar catatannya, sejak penerbangan dari Eropa langsung ke Medan ditutup, turis Eropa nyaris tak ada ke Danau Toba. Kalaupun ada, yang datang limpahan dari Padang dan Bukittinggi.
“Tahun-tahun lalu saya sudah tawarkan pada otoritas, promosikan Danau Toba dan PDT ke Eropa. Saya merekomendasikan akomodasi di Eropa, gratis karena ada keluarga yang buka usaha serta bermukim di Perancis, Belgia, Belanda dan negara lain,” ujar Bernard Sidabutar di Medan, Rabu (7/10). Bernard Sidabutar adalah pengelola Bernard’s Restaurant—restoran yang menyajikan khusus makanan khas Batak dan West Taste—di Tutuk Siadong, Simanindo, Samosir. Tawaran tersebut, ujarnya, hingga kini belum dijawab apalagi diwujudkan.
Bernard Sidabutar mengatakan, sejak krisis ekonomi 1998 melanda Asia, wisata khusus Danau Toba terpuruk dan tak pernah bangkit sampai kini. Sejak saat itu, lanjutnya, wisata Danau Toba praktis mati suri. Posisi sulit itu diperparah dengan kondisi danau menghadapi banyak kendala, mulai dari alam sampai pencemaran karena industri ikan.
Katanya, secara parsial pemerintah daerah tertentu termasuk Pemerintah Sumut melakukan kegiatan di dalamnya PDT tapi belum juga mampu menggairahkan kepariwisataan Danau Toba. “Bahkan, saat gembong teroris berhasil dibunuh hingga wisata daerah lain menggeliat karena turis sudah bergairah datang, Danau Toba tak jua dikunjungi. Kenapa?” kesal Bernard Sidabutar sambil mengatakan kondisi itu jadi keironian karena persoalan sudah diketahui tapi tak diselesaikan. “Persoalannya kan pada transportasi. Medan ke Danau Toba, melelahkan jika melalui jalan darat. Kenapa pemerintah tidak membuka jalur udara? Turis Eropa tidak bersoal harga, yang penting kepuasan dan menemukan apa yang dicari,” tandasnya.
Bernard Sidabutar mengusulkan, pemerintah kabupaten kota yang wilayahnya ada Danau Toba harus memprosikan kekayaan alam, flora, fauna dan makanan spesifiknya, jangan seragam. Kekhasan Danau Toba dengan ikan ihan, (pisang) singalingali beraroma khas dan manisnya seperti madu yang hampir punah. Katanya, untuk melestarikan kekhasan itu masyarakat harus dilibatkan dlaam maksud menanamkan cinta lingkungan dan penambahan masukan ekonomi.
Menurutnya, mati surinya kepariwisataan Danau Toba membuat perekonomian masyarakat di wilayah itu terperosok yang membuat warga sekitar danau apatis hingga cuek pada even yang diadakan. Kondisi itu, harap Bernard Sidabutar, hendaknya cepat dibenahi.SUMBER INFORMASI