---- SAVE TOBA LAKE ---- HORAS ---- MEJUAH - JUAH ---- NJUAH - JUAH ---- YA'AHOWU ---- SELAMAT DATANG DI BLOG WISATA ALAM DANAU TOBA ---- Dalam hari bumi sedunia, ayo lindungi bumi kita dari bahaya yang mengancamnya. Mari kita bersama - sama untuk menanam pohon, cegah efek rumah kaca, stop pembalakan liar, hemat energi bumi, stop pembuangan limbah ke dalam aliran sungai. Selamatkan bumi kita dari pemanasan global ---- Ayo saudaraku, dukung terus pariwisata Sumatera Utara. Mari berperan dalam mempromosikan wisata danau Toba dan wisata lainnya yang ada di Sumatera Utara ---- jika anda pingin tukeran link,silahkan add duluan link aku.Lalu konfirmasi melalui shoutmix di blog ini.Nanti akan saya add balik link anda.Terimahkasih sebelumnya ---- Bila anda ingin berkunjung ketempat objek wisata alam danau TOBA dan sekitarnya namun anda tidak mempunyai sanak-saudara di sumatera utara untuk tempat anda singgahi, saya dapat membantu anda untuk mencari penginapan sesuai dengan badget anda dan orang yang bisa memandu anda di sana nantinya, hubungi saya melalui email : renato.bastian45@gmail.com ---- Bagi anda yang ingin dibantu dalam mengiklankan produknya di blog ini, segera hubungi saya di email : renato.bastian45@gmail.com, saya akan bantu anda untuk mengiklankan produk anda di blog ini seperti iklan yang ada pada blog ini. Bagi saudara-saudaraku yang berasal dari tano bona pasogit, bila anda mempunyai informasi terbaru tentang seputar danau toba dan objek wisata yang lain di sumatera utara, segera kirimkan informasi anda melalui email : renato.bastian45@gmail.com, informasi anda sangat dibutuhkan dalam mempromosikan pariwisata sumatera utara. ---- SAVE TOBA LAKE ----

31 May 2009

GADIS DAN IBU - IBU ORANG BATAK


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YAHOWU ****




Kali ini aku mau memberikan informasi yang terinspirasi oleh kakak saya Mery Christin. Kakak saya ini ingin diberikan informasi tentang gadis - gadis dan ibu - ibu orang batak sebenernya. Tapi ini bukan untuk sebagai bahan ejekan, ini hanya sekedar anda tahu bagaimana orang batak sebenarnya agar anda tidak menilai salah tentang watak orang batak yang sebenarnya.

Kita tahu bahwa orang batak memiliki watak yang amat keras. Bisa dikatakan orang batak adalah orang mempunyai sifat ego yang tinggi. Namun keegoisan itu tidak sembarangan. Orang batak sangat menjunjung tinggi akan kebenaran, makanya kita tahu banyak orang batak berprofesi sebagai pengacara yang handal. [hehehe...ini bukan buat narsis yach...].

Orang tua batak pada zaman dahulu memang sudah mengajarkan sejak dari kecil untuk selalu mentaati ajaran leluhurnya, mentaati ajaran agama, mentaati orang tua, rajin bekerja keras, dan menjadi orang yang tangguh dalam segala hal serta tidak takut mengatakan sesuatu hal yang benar. Ajaran itu sudah menjadi doktrin yang mujarab bagi orang batak dan diajarkan dengan keras. Namun ada sosok yang paling penting dalam sebuah keluarga orang batak yang berperan dalam mengajarkan hal telah tadi saya sebutkan, yaitu ibu - ibu orang batak.

Ibu - ibu orang batak adalah sosol yang paling penting dalam keluarga orang batak selain dari peran pembantu suami mengurus rumah tangga. Peran penting itu adalah sebagai sosok yang selalu mengajarkan ajaran orang batak. Ibu orang batak adalah sosok ibu yang sangat pemarah kepada anak-anaknya jika sang anak tersebut memang melakukan kesalahan. Dia menjadi seorang guru yang handal bila sang ayah sedang tidak ada dirumah. Hal ini lah yang membuat mengapa ibu-ibu orang batak sangat cerewet, bahkan cerewetnya bisa buat telinga tidak tahan untuk mendengarkannya. Jadi jangan heran yach bila anda ketemu ibu-ibu orang batak.

Selain ibu-ibu orang batak, ada hal penting yang ingin disampaikan. Yaitu gadis-gadis batak. Gadis batak adalah sosok yang tidak begitu gamapang akan rayuan sang lelaki. Ini disebabkan karena prisip gadis batak yang ingin mencari pendamping hidup yang tangguh, yang mapan dalam pekerjaan, mampunyai prinsip hidup, dan mampu menjadi teladan keluarga. Nah bagi anda yang ingin memperistrikan orang batak hendaknya mempersiapkan diri.


29 May 2009

ADA YANG BARU BUAT ANDA


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YAHOWU ****




Ini informasi penting bagi anda yang ingin berkunjung menikmati objek wisata alam danau Toba. Mungkin bagi anda yang sudah pernah berkunjung ke danau Toba belum tahu akan informasi yang satu ini. Ini penting banget sebagai daftar kunjungan yang harus anda singgahi bila anda hendak berwisata ke danau Toba. Jangan sampai anda menyesal nantinya.

Wah mungkin anda sudah tidak sabar lagi pingin tahu tempat apakah yang saya maksud. Sabar yach bapak-ibu, amang-dainang, tulang-nantulang, amangboru-namboru, ito-ito, lae-lae, om-tante ( wah panjang amat yach, maklum saja kebiasaan orang batak). Yach sudah lah tidak perlu panjang lebar lagi yach. Tempat ini baru saja ada, letaknya di daerah Merek yang merupakan daerah perbatasan antara kabupaten Tanah Karo dengan kabupaten Dairi. Dari tempat ini kita dapat melihat secara jelas keindahan panorama alam danau toba. Fasilitas tempat ini juga tidal perlu diragukan karena tempat ini juga menyediakan hotel, restaurant, dan masih banyak lagi yang sudah tidak perlu anda ragukan bila anda merupakan wisatawan dari luar negeri dan dari luar propinsi Sumatera Utara. Nama tempat ini adalah "TAMAN SIMALEM RESORT"


Bila anda wisatawan yang berasal dari luar propinsi Sumatera utara dan tiba melalui bandara POLONIA, MEDAN anda dapat langsung menuju tempat baru ini dengan waktu tempuh tiga setengah jam dari kota medan. Anda dapat melalui jalur kota brastagi menuju daerah merek yang merupakan daerah tempat ini ada. Bila anda berasal dari daerah Tarutung, Sibolga dan yang lainya. Anda dapat menempuh dari kota pematangsiantar dengan waktu tempuh 3 jam saja melalui jalur daerah Pematang Raya, dan langsung menuju daerah Merek.

Jangan ragu yach, karena tempat ini sudah dirancang untuk kenyamanan anda sebagai wisatawan agar anda dapat menikmati panorama alam danau toba. Saya yakin anda tidak akan menyesal nantinya. Selamat mencoba tempat objek wisata yang baru ini yach.

SALAM WISATA DAN SALAM BUDAYA, HORAS...!!!


25 May 2009

KEGANJELAN YANG DIRASAKAN


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YAHOWU ****




Kali ini saya akan menceritakan tentang gimana sebenarnya orang batak. Orang batak memang mempunyai sifat dan mental yang amat keras serta tangguh. Hal itulah yang menyebabkan mengapa orang batak itu bisa ada tersebar diseluruh penjuru indonesia. Namun dibalik sifat kasarnya itu terdapat jiwa yang lembut bila anda mengerti akan bahasa batak dan mengerti akan makna bahasa batak itu. Orang batak adalah orang yang paling menjunjung tinggi akan kebenaran suatu hal, itu juga yang menyebabkan orang batak banyak menjadi pengacara yang mungkin sudah banyak anda kenal. Serta sikap yang berani mengungkapakan akan suatu kebenaran menjadi teladan orang batak.

Orang batak adalah orang yang paling menjaga tinggi hubungan dalam berpasangan (hubungan suami - istri). Makanya banyak orang batak amat mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Jika ada konflik rumah tangga yang amat besar maka kedua pihak keluarga dari pasangan suami-istri itu harus mampu menyatukan kembali hubungan mereka tanpa memberikan solusi perceraian kepada hubungan yang sedang bermasalah.

Namun, dibalik itu semua ada satu hal yang menjadikan suatu keanehan bagi orang batak sendiri bila menyaksikan adegan film atau sinetron yang memaparkan watak orang batak. Yaitu : Yang pertama, bagi artis yang melakoni watak orang batak, banyak yang memaksakan banget untuk berbicara kasar layaknya orang batak. Namun bagi orang batak tersebut menjadi suatu keanehan karena artis tersebut sebenarnya tidak dapat menjiwai watak orang batak tersebut alias terlalu memaksakan diri sehingga bagi orang batak seakan - akan mengejek suku batak itu sendiri. Mengapa para sutradara itu tidak mencari artis yang benar-benar orang batak yang mampu melakoni peran sebagai orang batak?

Yang kedua, mengapa setiap ada lakon atau peran sebagai orang batak harus identik dengan preman yang bersikap arogan? Jangan terlalu mendiskriminasikan suatu suku di Indonesia. Memang kita ketahui sendiri bahwa banyak orang batak yang tinggal di kota Jakarta hidup sebagai supir angkutan umum, pedagang, preman, penagih hutang atau depkolektor, dan sebagainya. Kalo ditanya secara pribadi kepada orang batak yang berprofesi seperti yang diatas, maka pasti jawaban mereka dari pada nganggur dan demi menyekolahkan anak - anak mereka.

Nah pesan yang mau saya sampaikan kepada anda semua bahwa apa yang anda ketahui tentang orang batak dari media elektronik yang berupa film atau sinetron tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Janganlah kita terlalu mendiskriminasikan atau mengidentikan suku batak dengan hal - hal yang berupa premanisme dan sikap - sikap arogan semata. Ketahui lebih dalam baru bisa menilai, jangan cepat menilai tanpa mengetahui dan mengenal lebih dekat dengan suku batak itu sendiri. Ini merupakan perwakilan kekecewaan semua pemuda batak dan seluruh warga batak yang ada di seluruh penjuru bumi ini.

Sekianlah pemberitahuan ini agar dapat memaklumi dan mengambil pesan yang terkandung. kalau ada kata yang kurang berkenan harap dapat memaafkan. SALAM BUDAYA. HORAS MA DI HITA SALUHUT NA.


24 May 2009

RASA NASIONALISME BERKURANG


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YAHOWU ****






Mungkin ini merupakan bagian dari inti perjuangan bangsa Indonesia selama ini. Karena rasa nasionalismelah maka bangsa ini terbebas dari penjajahan. Memang diakui kalau rasa nasionalisme para pahlawan tidak sebesar para generasi muda sekarang. Hal itu dapat dilihat dari kedaan dilingkungan sekitar kita yang kebanyakan memetingkan kepentingan golongan,pribadi ataupun kelompoknya sendiri. Kita dapat melihat dari peristiwa yang terjadi di Nusantara yaitu banyaknya Tawuran antar warga,golongan,kelompok dan semacamnya. Sikap egoisme yang sangat besar terhadap kepentingan pribadi dapat merusak rasa nasionalisme tersebut. Maka untuk itu perlu adanya peran pemerintah melalui departemen pendididikan agar dapat mengajarkan kepada generasi yang lebih muda tentang rasa nasionalisme.



Untuk itu para pemuda sekarang diharapkan untuk kembali bergandengan tangan saling bahu membahu untuk menumbuhkan rasa Nasionalisme. Itu penting karena bangsa kita sekarang ini sudah corat-marit tidak karu-karuan karena kepentingan politisi yang serakah akan kekayaan bangsa ini. Lihatlah Saudaraku, banyak para politisi hanya mampu berbicara tanpa mampu bertindak, hanya mampu mengkritik tanpa memberikan solusi, hanya mampu menjatuhkan lawan politisinya tanpa memikirkan bagaimana nasib bangsa kita ini, hanya mampu memberi janji palsu tapi mencuri uang rakyat. Sudah tidak ada kata lain selain dari diri kita yang memulainya. Mari bersama membangun bangsa kita ini.



Mari bersama-sama saling memberi semangat untuk saling mengingatkan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Saya yakin kita mampu keluar dari kebodohan para politisi yang serakah itu. Semoga TUHAN membela yang benar.


20 May 2009

KERINDUANKU


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YAHOWU ****




Tak terasa sudah tiga tahun sudah aku berada di negeri perantauan dan sudah selama itu pula aku sudah tidak pernah mengunjungi dan menyaksikan keindahan alam danau Toba. Pingin rasanya aku terbang kesana untuk menyaksikan keindahan alam danau Toba. Tenang rasanya hati bila aku datang kesana. Aku juga rindu akan keramahaan masyarakat sekitar.

Aku selalu merindukanmu Danau Toba.

18 May 2009

DAMPAK PENGARUH PENGGUNAAN HP


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YAHOWU ****




Mungkin anda mengira bahwa kali ini saya menulisnya rada tidak nyambung yach. Tapi aku hanya sekedar mau mengingatkan kepada semua sahabat blogger dan sahabat wisata indonesia bahwa kita harus berhati-hati terhadap penggunaan handphone atau yang lebih dikenal dengan sebutan hape.

Emang sih pada zaman sekarang HP sudah merupakan kebutuhan hidup bagi setiap manusia dan tidak bisa dipungkiri juga dengan perkembangan teknologi HP yang semakin maju saja. HP saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi melalui suara dan melalui pesan singkat, bahkan melalui HP kita dapat berbicara dengan tatap muka seakan-akan kita berhadapan langsung dengan penggunanya.



Menurut penelitian yang dilakukan oleh para penelitian Inggris menyatakan bahwa Penggunaan HP yang berlangsung sangat lama tidak baik bagi tubuh kita. Hal yang paling mengejutkan adalah apa bila HP tersebut berada disamping kepala kita dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kanker otak. selain itu juga apa bila HP berada di dekat dada kita dapat mengganggu proses denyut jantung dan satu hal lagi apa bila HP berada disekitar paha dapat membuat mandul bagi wanita maupun juga pria. Hal ini disebabkan oleh pengaruh frekuensi HP yang dapat merusak saraf pada otak, kinerja jantung yang kurang optimal, dan mengganggu reproduksi sel sperma pada pria dan sel telur pada wanita. Tingginya frekuensi HP ini dapat kita buktikan dengan mendekatkan HP pada barang elektronik yang On pada saat kita menelepon dengan manggunakan HP. Maka akan terdengar bunyi tit...tit...tit... pada barang elektronik kita.

Ada beberapa tips buat kita untuk mengurangi dampak radiasi HP, yaitu :
1. Jangan meletakkan HP disamping kepala kita saat kita tidur. Usahakan jarak kepala antara HP sekitar 50 cm.
2. Saat kita menelepon dianjurkan untuk menggunakan handsfree, loudspeaker, dan headset. khusus penggunaan headset juga tidak dianajurkan menggunakan dalam waktu lama karena dapat merusak saraf pendengaran kita.
3. Jangan menggunakan gantungan HP yang digantungkan di leher anda. Dan jangan juga mengantongi HP di saku baju anda. Ada baiknya simpan dalam Tas saja.
4. Jangan mengantongi HP didalam saku celana dalam jangka waktu lama.

Nah begitulah kiranya sahabat blogger dan sahabat wisata Indonesia agar dapat memahami bahaya penggunaan HP. Sekian dulu yach... aku udah lelah komat-kamit nich...
SALAM BUDAYA DAN GOD BLESS YOU.


16 May 2009

DINAS PARIWISATA SUMUT HARUS BENAHI DANAU TOBA


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YAHOWU ****




Sektor pariwisata Sumatera Utara masih jauh tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain. Ke depan, Dinas Pariwisata Sumut diharapkan lebih serius menangani dan membenahi pariwisata di Sumut, khususnya di kawasan Danau Toba.
Hal tersebut disampaikan Direktur Akademi Pariwisata Medan Drs Renalmon Hutahean MM di sela-sela acara Diskusi Panel Kajian Faktual Pencapaian Kabupaten Samosir Menuju Kabupaten Pariwisata di Kampus Akademi Pariwisata (Akpar) Medan, Jumat (8/5). Hadir sebagai pembicara antara lain, Kadis Pariwisata Sumut Nurlisa Ginting diwakili M Tambunan, Prof Dr Robert Sibarani MSc (Guru Besar Fak. Sastra USU), Kadis Perseni Budaya Kabupaten Samosir Drs Mulani Butarbutar dan moderator Drs BM Matondang SH MAP (Ka. Litbang Akademi Pariwisata Medan), juga hadir Pembantu Direktur I Akpar Medan Drs Kosmas Harefa MSi serta Pembantu Direktur II Drs Edison Sinurat MAP.
Menurut Renalmon, tidak seriusnya Dinas Pariwisata Sumut dalam membenahi pariwisata Sumut, khususnya di Danau Toba karena hingga sejauh ini belum ada terlihat tanda-tanda program persiapan Pesta Danau Toba yang sudah diagendakan pada Juli 2009. Kemudian kordinasi pihak Pemprovsu dalam hal ini Dinas Pariwisata Sumut belum dirasakan oleh pemerintah kabupaten/kota yang berada di kawasan pinggiran Danau Toba.
Jika persiapan dan kordinasi tidak segera dilakukan sesegera mungkin, lanjut Renalmon, maka agenda tahunan Pesta Danau Toba, Juli 2009 bisa terancam gagal terlaksana atau tergeser dari bulan Juli tahun ini. “Maka perlu dilakukan kordinasi segera mungkin dengan kabupaten/kota yang ada di wilayah pinggiran Danau Toba. Kordinasi Pemprovsu harus kuat, Akademi Pariwisata Medan siap membantu persiapan agenda pesta tahunan tersebut,” katanya.
Dia juga menyarankan agar sektor parisiwisata Sumut bisa bersaing dengan daerah lain, Pemprovsu dan pemerintah daerah kabupaten/kota segera membenahi infrastruktur dan SDM (Sumber Daya Manusia) para pelaku atau yang menangani pariwisata. “Sebab dengan perbaikan SDM maka para turis bisa lebih terkesan atau lebih lama tinggal di objek wisata yang dikunjunginya,” paparnya.
Sementara Kadis Perseni Budaya Kabupaten Samosir Drs Mulani Butarbutar mengatakan, dalam tahun ini, Pemkab Samosir akan menambah sejumlah kapal verry di daerah-daerah tempat wisata di Samosir. Ini dilakukan untuk memperlancar angkutan wisatawan yang datang ke Samosir. “Bahkan sejumlah jalan-jalan yang menuju objek wisata juga sudah mulai dibenahi. Dengan sejumlah perbaikan itu, wisatawan akan lebih nyaman berwisata di pulau Samosir,” tuturnya.
Menurut dia, untuk program jangka pendek ini pihaknya lebih memfokuskan mendatangkan para wisatawan domestik dan selanjutnya wisatawan mancanegara.
Sedangkan Prof Dr Robert Sibarani MSc menuturkan, Pemkab Samosir ke depan harus bisa menjual segala potensi objek wisata yang ada di Samosir. “Penerbangan juga harus segera dibuka ke Samosir serta Pemkab Samosir harus bisa memperkenalkan Samosir ke dunia modren atau negara-negara maju,” jelasnya.
Selanjutnya, kata dia, masyarakat setempat harus berperan serta dalam kepariwisataan atau diberdayakan untuk mengambil bagian dalam kepariwisataan. “Mereka diberi pelatihan dan dipersiapkan untuk mendapat keuntungan dari kepariwisataan itu,” jelasnya.
Padahal, jika seluruh insan pariwisata dirangkul tentu akan berdampak baik. Pariwisata bangkit, ekonomi kerakrayatan bisa terangkat. “Semuanya harus dilibatkan, bukan sekadar untuk kepentingan bisnis,” ucapnya.
Sementara Tambunan yang mewakili Dinas Pariwisata Sumut menyatakan, sejauh ini pihaknya telah membuat sejumlah program untuk mendatangkan wisatawan ke Sumut, terutama mendatangkan wisatawan demostek. “Dengan program-program yang ditawarkan itu, diharapkan kunjungan wisatawan ke Sumut dapat lebih ramai kedepan,” ucapnya.

SUMBER INFORMASI





14 May 2009

PUJI SYUKUR KEPADA TUHAN


**** HORAS **** MEJUAH - JUAH **** NJUAH - JUAH **** YAHOWU ****




"Akhirnya ku menemukanmu..." lho kok jadi kayak lagu nich... hehehe... aku lagi gembira aja karena akhirnya blog ini bisa menjadi seperti yang aku inginkan. Thanks kepada sahabat blogger aku yang terus mendukung blog ini sebagai media memperkenalkan objek2 wisata yang ada di wilayah Sumatera utara. Saya butuh dukungan semuanya agar dapat bertahan mempromosikan objek wisata kita.

Thanks kepada sahabat blogger aku "lae XANDER" yang selalu menemani aku dan memberikan ide cemerlang selama ini. Thanks juga kepada Tuhan karena aku diberikan kesehatan yang cukup sehingga mampu tetap menjalankan blog ini. Salam sejahtera bagi kita semua.


12 May 2009

MANURUNG DAN SIMAMORA MARPADAN ?


**** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS ****



Postingan kali ini spesial banget untuk sahabat blogger aku ABANG BATAX yang pingin banget dicarikan informasi tentang hubangan marga manurung dan simamora. Kebetulan sekali aku dapat sedikit informasi tentang hubungan kedua marga tersebut. Namun bagi pembaca yang lebih mengetahui hubungan yang sebenarnya dan dianggap salah, kiranya hendak memberikan informasi yang sebenarnya. Thanks banget buat sebelumnya.

Menurut para cerita orang tua batak zaman dahulu, hubungan marga manurung sangatlah erat dengan marga simamora. Namun hubungan keduanya tersebut tidaklah untuk semua golongan dari setiap masing-masing marga. Hubungan antara marga manurung dengan marga simamora sebenarnya adalah marpadan atau dalam istilah bataknya sama dengan appara atau pun dengan bahasa Indonesianya adalah sama. Yang perlu anda ketahui bahwa hanya marga simamora yang golongan DEBATA RAJA lah yang dapat manjalani hubungan marpadan tersebut.

Wah, mungkin anda semakin tidak mengerti akan maksud semua ini. Mungkin anda juga pingin mengetahui bagaimana asal mula hubungan kedua marga tersebut terjadi? Baiklah saya akan menceritakan sedikit yang saya kerahui dari cerita orang tua dulu. Dahulu kala ada seorang marga manurung yang pergi merantau ke daerah dolok sanggul yang merupakan kampung halaman marga simamora DEBATA RAJA. Namun karena mungkin simarga manurung tersebut sukses dikampung itu dan dikenal baik oleh keturunan marga Simamora DEBATA RAJA maka keturunan marga Simamora DEBATA RAJA tersebut menjadikan marga manurung itu menjadi anak angkat keturunan marga Simamora itu atau dengan kata lain marga manurung tersebut menjadi bagian anggota keturunan marga Simamora tersebut. Makanya hingga sekarang setiap marga manurung dan marga Simamora DEBATA RAJA selalu menganggap mereka adalah sama atau "MARPADAN". Tapi keaslian cerita orang tua ini kurang jelas keasliannya karena cerita ini tidak mempunyai sumber yang kuat dan hanya diceritakan melakui mulut ke mulut.

Wah, mungkin bagi anda yang bukan orang batak tidak mengerti akan cerita ini namun perlu anda ketahui bahwa setiap marga dari orang batak mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainnya. Inilah yang menyebabkan mengapa orang batak mempunyai hubungan yang amat erat dan ada rasa kebanggaan akan menjadi orang batak. Eits, jangan berpikiran kalau postingan ini merupakan ajang narsisme atau bersifat sukuiesme. Tapi petiklah pelajaran dari semua ini.

Mungkin hanya samapai disini saya bisa menjelaskan sedikit informasinya. Kiranya dapat bermanfaat bagi kita semua agar memperluas wawasan budaya Nusantara kita. kalau ada tulisan ini yang tidak berkenan di hati anda kiranya anda memberitahukan kepada saya melalui email : renato_bastian@plasa.com. Sekian dan terima kasih. GOD BLESS US.

07 May 2009

LAGU BATAK - BUTET


**** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS ****


Nah mungkin bagi anda orang batak sudah tidak asing lagi mendengarkan lagu ini atau sudah tidah asing lagi melihat syair lagu ini bahkan anda mungkin sudah mengetahui arti dari lagu tersebut. Mungkin anda yang bukan orang batak juga pernah mendengarkan lagu ini, lagu ini sering dinyanyikan aktor-aktor film yang berperan sebagai orang batak yang sedang bernyanyi. Tapi mungkin anda yang bukan orang batak tidak tahu akan makna dari lagu tersebut.

Lagu ini berjudul "BUTET" (nama panggilan bayi perempuan yang baru lahir dan belum mempunyai nama). Lagu ini merupakan kisah seorang anak perempuan yang dilahirkan di masa perang kemerdekaan Indonesia yang ayahnya merupakan pejuang bangsa yang ikut perang dan sedang berada di pengungsian dari belanda. Ini merupakan tangisan ibu si BUTET yang sedih karena di tinggal perang oleh suaminya. Lagu ini merupakan kisah nyata namun sampai sekarang tidak tahu siapa si "BUTET" yang ada dalam lagu tersebut. Berikut syair lagu nya :



Butet dipangungsian do amangmu ale butet
Damargurilla damardarurat ale butet
Damargurilla damardarurat ale butet
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge

Butet sotung ngolngolan ro hamuna ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge

Butet tibo do mulak au amangmu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale butet
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge

Butet haru patibu ma magodang ale butet
Asa adong da palang merah ale butet
Da palang merah ni negara ale butet
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge

Jika ada kesalahan dalam penulisan syair lagu ini harap diinformasikan kepada admin di : renato_bastian@plasa.com
TERIMA KASIH

KALENDER BATAK


**** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS ****


Nah kali ini saya akan memberi tahu tentang kalender Batak. eits jangan salah lho, orang batak juga punya kalender. Memang tidak semua orang batak mengetahui atau dapat membaca kalender batak ini. Kalender ini awalnya ditulis di atas daun awalnya, namun berubah menjadi diatas kulit kayu nah sekarang ada yang ditulis yang di atas bambu kecil seperti yang ada di jual sebagai souvenir khas dari danau Toba dan sekitarnya.

Berikut isi kalendernya :

Nama-nama hari dalam 1 bulan di Kalender Batak (Penangggalan):

1. Artia
2. Suma
3. Anggara
4. Muda
5. Boraspati
6. Singkora
7. Samisara
8. Artia ni Aek
9. Suma ni Mangadop
10. Anggara Sampulu
11. Muda ni mangadop
12. Boraspati ni Tangkup
13. Singkora Purasa
14. Samisara Purasa
15. Tula
16. Suma ni Holom
17. Anggara ni Holom
18. Muda ni Holom
19. Boraspati ni Holom
20. Singkora Moraturun
21. Samisara Moraturun
22. Artia ni Angga
23. Suma ni Mate
24. Anggara ni Begu
25. Muda ni Mate
26. Boraspati Nagok
27. Singkora Duduk
28. Samisara Bulan Mate
29. Hurung
30. Ringkar



NAMA BULAN BATAK :

1. Sipahasada
2. Sipahadua
3. Sipahatolu
4. Sipahaopat
5. Sipahalima
6. Sipahaonom
7. Sipahapitu
8. Sipahaualu
9. Sipahasia
10. Sipahasampulu
11. Li
12. Hurung

WISATAWAN KELUHKAN BIAYA ONGKOS KAPAL YANG MAHAL


**** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS ****


Ini penting untuk diperhatikan oleh para pengusaha jasa tarnsportasi air danau di wilayah Danau toba. Keluhan ini sering diungkapkan oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Biaya transportasi disekitar wilayah danau Toba memang sangat mahal. Hal ini memang tidak bisa di hindari oleh para pengusaha kapal karena selain harga bahan bakar yang melambung tinggi kondisi ini di perparah akibat harga suku cadang kapal yang juga melambung tinggi. Inilah alasan bagi para pengusaha kapal transportasi umum yang ada di danau Toba tidak bisa berbuat banyak untuk menurunkan ongkos kapal.

Hal yang paling buruk yang pernah terjadi ketika awal bulan maret lalu datang rombongan wisatawan yang berasal dari propinsi sumatera selatan dan pekan baru untuk berkunjung melihat langsung keindahan panorama alam danau toba. Tapi ketika mereka hendak menyaksikan objek wisata "si Batu Ganyung" yang terletak di tebing curam danau Toba, mereka harus menyewa kapal penumpang umum atau kapal cepat untuk dapat melihat objek wisata langsung dari danau Toba. Hal yang paling mengejutkan bagi mereka adalah harga sewa kapal biasa yang berkisar Rp. 600.000; dan harga sewa kapal cepat berkisar Rp. 300.000; . Harga ini sangat mahal bagi wisatawan lokal. Hal ini yang kami harapkan bagi para pengusaha transportasi kapal yang ada di danau Toba untuk dapat menurunkan harga sewa kapal. Karena harga tersebut sangat mahal dan bila hal ini terus dilakukan dampaknya adalah minat wisatawan untuk datang ke danau Toba akan berkurang karena mereka berpikir seluruh biaya transportasi di danau Toba sangat mahal. Diharapkan pemerintah setempat juga mau untuk membantu para pengusaha kapal agar mereka mau untuk berkerja sama menurunkan harga ongkos transportasi air di danau Toba.

Kami pemuda batak yang rindu akan masa keemasan danau Toba dan rindu akan masa kejayaan danau Toba menginginkan perubahan yang lebih berarti bagi perkembangan wisata danau toba. Tolong untuk segera di perhatikan bagi pihak yang terkait.

SUMBER INFORMASI




06 May 2009

LAGU BATAK - PODA


**** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS **** HORAS ****


Nah kali ini saya akan mengajak anda orang batak untuk menyanyi. Nah bagi anda yang bukan orang batak saya akan mengenalkan anda dengan lagu batak. Jangan merasa aneh yach.

Lagu yang akan saya tuliskan berjudul "PODA" atau nasihat. Mungkin bagi anda orang batak sudah tidak asing lagi melihat syair lagu ini. Nah bagi anda yang bukan orang batak, lagu ini menceritakan tentang nasihat orang tua batak kepada anaknya yang hendak merantau agar bisa menjaga hati, sikap, dan perkataan selama diperantauan sehingga menjadi panutan kepada adik-adiknya dan tidak lupa kepada orang tua yang ada di kampung asal. Berikut lagunya :

Angur do goarmi anakkon hu,
Songon bunga bungai nahussusi,
Molo marparange na denggan doho,
Diluat nadao i,
Jala ikkon ingot doho,
Tangiang mi do parhitean mi,
Dingolumi da tondikku,

Unang sai mian jat ni rohai,
Dibagasan rohami,
Ai ido mulani sikka mabarbar,
Da hasian,
Ikkon benget do ho marroha,
Jala pattun maradophon natua tua,
Ai ido arta na ummarga i.
Dingolumi..

Reff:
Ai damang do sijunjung baringin, Di au amang mon…
Jala ho do amang silehon dalan, Dianggi ibotomi,
Ipe ingot maho amang, Dihata podakki,
Asa taruli ho amang, Disihadaoani,
Molo dung sahat ho tu tano parjalangan mi,
Marbarita ho amang,
Asa tung pos rohani damang nang dainang mon,
Ditano hatubuan mi,

04 May 2009

PESTA DANAU TOBA 2009 TIDAK DI PROGRAMKAN ?!?

Pesta Danau Toba yang rutin digelar setiap tahunnya dan telah menjadi even menarik wisatawan mancanegara, tahun ini dikhawatirkan akan menemui hambatan. Pasalnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut untuk tahun 2009 tidak memprogramkan pesta rakyat yang telah menjadi perhatian dunia dan andalan Sumut itu.
“Tahun ini Pesta Danau Toba tidak ada kita anggarkan dalam program pengelolaan kekayaan budaya. Secara pembinaan lembaga dari budaya dan koordinasi, pesta rakyat hanya pesta menjuah-juah dan pesta makan kerang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumut, Nurlisa Ginting, di acara pertemuan antara jajaran pemerintah bidang kebudayaan dan pariwisata dengan seluruh stakeholder Sumut di Hotel Tiara Medan, Selasa (17/2).



Selain itu, kata Nurliza, program Pesta Danau Toba tidak bisa ditampung dalam APBD Sumut dan diserahkan kepada kabupaten/kota serta stakeholder. “Ini yang menjadi kendala terbatasnya anggaran promosi pariwisata,” ujarnya.
Kendala lain membangkitkan pariwisata Sumut, sarana infrastruktur jalan yang memprihatinkan. “Kalau jalan rusak, pariwisata terganggu, nggak sampai-sampai wisatawannya,” ujar Nurlisa.
Disebutkannya, Disbudpar Sumut telah melakukan kebijakan antara lain normalisasi (program yang dicanangkan), koordinasi antara disbudpar kabupaten/kota dan stakeholder, serta melakukan promosi dan pemasaran.
Di samping itu, kegiatan yang akan dilakukan Disbudpar Sumut tahun 2009, pengadaan bahan-bahan promosi pariwisata Sumut, partisipasi dalam even-even dalam negeri maupun antarpropinsi. “Kami juga akan memfasilitasi tour/travel, pengembangan dan perbaikan data base pariwisata, serta sosialisasi sadar wisata,” jelasnya.
Dengan demikian, Sumut menargetkan kunjungan wisata terus meningkat seperti pada tahun sebelum krisis moneter yang mencapai 300. 000 orang. “Kami berharap peran masyarakat ikut berpartisipasi memajukan dunia pariwisata. Kalau tidak, objek wisata kita nggak laku,” tegasnya.



Ketua DPD Indonesian Congress & Convention Association (INCCA) Sumut, Didit Mahadi Kadar mengatakan, potensi pariwisata Sumut sangat luar biasa dengan beragam etnik. Namun dalam pembangunan kebudayaan dan pariwisata dinilai kurang sosialiasi. “Stakeholder merupakan ujung tombak yang harus dirangkul untuk membangun pariwisata Sumatera Utara,” kata Didit.
SUMBER : http://www.medanbisnisonline.com

Wah ini bisa menjadi suatu masalah yang membuat danau toba tidak dapat menarik wisatawan. Padahal diharapkan dari perayaan pesta danau Toba ini mampu menarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Danau Toba sekaligus dengan cara ini kita bisa mempromosikan danau Toba. Ini merupakan suatu kesalahan yang amat besar bagi perkembangan wisata di Sumatera Utara. Tolong untuk diperhatikan bagi peihak yang berkaitan dengan ini.

AWAL KETURUNAN MARGA SI RAJA LONTUNG

Bagi anda orang batak, jangan pernah mengaku kalo anda memang benar-benar seorang batak sejati tapi kalau tidak tahu tentang asal-usul marga anda sendiri atau dikenal dalam bahasa batak dengan "MARTAROMBO". Bagi anda orang batak yang kurang paham tentang sumua diatas ada baiknya anda menyimak informasi yang akan saya berikan supaya anda bisa menjelaskan kepada keturunan anda nantinya tentang asal-usul orang batak. Nah, bagi anda yang bukan orang batak namun punya teman orang batak ada baiknya anda juga bisa belajar agar menambah wawasan anda mengenai budaya bangsa kita yaitu bangsa indonesia yang mempunyai keanekaragaman budaya dan adat istiadat.



Sudah kita tidak perlu panjang lebar menjelaskannya, langsung saja kepada inti topik pembahasannya. Nah yang akan saya berikan informasi berikut mengenai keturunan marga dari si raja Lontung. berikut kisahnya :

Si Raja Batak memiliki 3 orang anak yaitu:
1. Guru Tatea Bulan (Nai marata).
2. Si Raja Isumbaon (Nai Sumbaon).
3. Toga Laut (merantau ke Gayo/Alas – Aceh).

Guru Tatea Bulan memiliki 10 anak (5 laki-laki & 5 perempuan) yaitu:
1. Raja Uti, Raja Gumelenggeleng, Raja Biak-biak, Raja Hatorusan, Raja Nasora Mate, Raja Nasora Matua, Partompa Mubauba, Sipagantiganti Rupa.
2. Saribu Raja.
3. Siboru Pareme.
4. Siboru Biding Laut (Boru Anting Haomasan).
5. Limbong Mulana.
6. Siboru Anting Sabungan.
7. Siboru Haomasan (Bunga Haomasan).
8. Sagala Raja.
9. Malau Raja/Silau Raja.
10. Nantinjo Nabolon.

Saribu Raja dan Siboru Pareme adalah anak kembar. Tanpa sepengetahuan yang lain mereka berdua selingkuh dan Siboru Pareme akhirnya berbadan dua. Akihirnya bocorlah rahasia ini dan mereka berdua dikenakan hukuman mati. Tapi secara diam-diam Malau Raja (anak no. 9) membantu mereka berdua untuk melarikan diri ke hutan.

Setelah lama tinggal dihutan, bertemulah Siboru Pareme dengan Babiat Sitempang dan mereka kawin dengan meminta persetujuan Saribu Raja. Saribu Raja menyetujui itu dengan beberapa persyaratan tentunya. Lalu lahirlah Si Raja Lontung dengan wajah uli dan badan berbulu seperti babiat/harimau.

Dari kecil sampai dewasa, Si Raja Lontung selalu lebih pandai dari ayahnya (Babiat Sitempang) bila diajari segala macam hal. Akhirnya, marahlah ayahnya karena ayahnya selalu kalah bila bertarung dengan dia. Maka muncullah niat ayahnya untuk membunuh Si Raja Lontung. Siboru Pareme pun membujuk suaminya untuk belajar lagi ke hutan untuk memperdalam ilmunya supaya bisa mengalahkan anaknya kelak. Diam-diam Siboru Pareme membawa anaknya jauh dari ayahnya agar bisa diselamatkan dari murka ayahnya.

Akhirnya mereka berdua meninggalkan hutan dan menuju ke tepi Tao Toba untuk tinggal dan menetap disana (daerah sabulan). Setelah sekian lama tinggal disana, dibujuklah Si Raja Lontung ini untuk mencari pasangan hidup. Dia disuruh mencari paribannya untuk jadi istrinya di kampung tulangnya di Sianjur Mula-mula. Katanya: `Disana kau akan menemukan pancuran/mata air `Aek Si Pitu Dai’ dimana tempat boru ni tulangmu mandi-mandi’. Siboru Pareme memberikan beberapa petunjuk dan persyaratan ke pada anaknya Si Raja Lontung sebelum berangkat kesana. Dia memberikan cincin dan berkata kepada anaknya:’ Carilah yang mirip dengan wajahku, yang rambutnya sama denganku, dan gayanya mirip dengan gayaku. Temui dan tegurlah dan katakanlah pesan ibumu ini, lalu pasangkanlah cincin ini ke jarinya. Kalau cocok dijarinya, jangan dilepas cincin tersebut tetapi bawalah dia dan jangan mampir lagi ke kampung tulangmu.

Maka berangkatlah Si Raja Lontung menuju ke "Aek Si Pitu Dai", (bahasa indonesianya = air si tujuh rasa) tempat dimana paribannya mandi-mandi. Tanpa sepengetahuan Si Raja Lontung, ibunya pun pergi ke Aek Si Pitu Dai dengan memakai jalan yang lain. Dengan waktu yang sudah diatur, sampailah ibunya terlebih dahulu ke Aek Si Pitu Dai tersebut dan mandi-mandi disitu. Terlihatlah oleh Si Raja Lontung ada perempuan sedang mandi-mandi disitu. Ditemui lah perempuan itu dan ditegurnya yang ternyata cocok dengan persyaratan yang diberikan ibunya. Lalu dipasangkanlah cincin yang dibawanya ke perempuan itu dan ternyata cocok juga. Lalu dibawalah perempuan itu untuk dijadikan istrinya tanpa mampir lagi ke kampung tulangnya. "Jadi dibasa-basahon Tuhanta ma 9 ianakkoni Si Raja Lontung, mauliate ma di Tuhan i",(bahasa indonesianya = Jadi diberkati Tuhan lah anaknya yang sembilan dari si raja lontung, Puji syukurlah kepada Tuhan).

Anak-anak nya Si Raja Lontung (Lontung Si Sia Sada Ina):
1. Toga Sinaga (Bonor, Ompu Ratus, Uruk), Simanjorang, Simaibang, Barutu (Dairi), Bangun (Karo), Parangin-angin (Karo).

2. Toga Situmorang (Raja Pande/Lumban Pande, Raja Nahor/Lumban Nahor, Tuan Suhut ni Huta, Raja Ringo (Siringoringo Raja Dapotan, Siringoringo Pagarbosi, Siringoringo Siagian), Raja Rea/Sipangpang, Tuan Ongar/Rumapea, Sitohang (Uruk, Tonga-tonga, Toruan], Padang, Solin).

3. Toga Pandiangan (Ompu Humirtap/Pandiangan, Si Raja Sonang (Gultom, Samosir, Pakpahan, dan Sitinjak), Harianja, dan Sidari).
Toga Samosir: Rumabolon, Rumasidari (Ompu Raja Minar, Ompu Raja Podu, dan Ompu Raja Horis/Harianja).

Toga Gultom ada 4 bagian:
a. Gultom Huta Toruan: Guru Sinaingan.
b. Gultom Huta Pea: Somorong, Si Palang Namora, dan Si Punjung. Si Palang Namora: Tumonggopulo, Namoralontung, Namorasende (Ompu Jait Oloan) dan Raja Urung Pardosi/Datuk Tambun (Namora So Suharon, Baginda Raja, Saribu Raja Namora Soaloon, Babiat Gelamun), Pati Sabungan].
c. Gultom Huta Bagot.
d. Gultom Huta Balian.

4. Toga Nainggolan:
a. Toga Sibatu (Sibatuara, Parhusip)
b. Toga Sihombar (Rumana hombar, Lbn. Nahor, Lbn. Tungkup, Lbn. Raja, Lbn. Siantar, Hutabalian, Pusuk, Buaton, Nahulae).
5. Toga Simatupang (Togatorop, Sianturi, Siburian).
6. Toga Siregar (Silo, Dongoran, Silali/Ritonga/Sormin, Siagian).
7. Toga Aritonang (Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare).
8. Siboru Amak Pandan, nikah dengan (muli tu) Toga Sihombing.
9. Siboru Panggabean, nikah dengan (muli tu) Toga Simamora.

ket: 1> muli tu = kawin dengan/nikah dengan. 2> ompu[dibaca=oppung] = kakek/nenek.

TENTANG MARGA SIMAMORA

Khusus spesial buat ABANG BATAX [ http://limitedsoftware.blogspot.com ].

BONAPASOGIT RAJA SUMBA

Berbatas sebelah timur dengan danau Toba, sebelah selatan dengan Bakkara, sebelah barat dengan sisi terjal bukit arah Siria-ria dan sebelah utara dengan Janjiraja, disanalah terletak Negeri Tipang yang indah permai. Sama halnya dengan semua tempat yang terletak dibibir danau Toba yang amat permai pemandangan alamnya, tapi bagi sebagian orang khususnya marga Simamora dan Sihombing, Negeri Tipang adalah tempat yang merupakan bona pasogitnya.

Menurut Geografis Pemerintahan, Tipang terletak dalam wilayah Kecamatan Bakti Raja (Singkatan dari Bakkara, Tipang, dan Janiraja) Kabupaten Humbang Hasundutan dan saat ini dihuni oleh kira-kira 450 kepala keluarga dan 1.725 jiwa. Tadinya Tipang terdiri dari tiga desa, yaitu: Desa Tipang Dolok, Tipang Habinsaran, dan Tipang Hasundutan, tapi saat ini hanya tinggal satu desa saja.

Tipang diyakini sebagai Bonapasogit dari Raja Sumba (yang digelar sebagai Sumba Napaduahon) yang merupakan salah satu anak dari Ompu Tuan Sorba Dibanua yang delapan orang itu. Setelah menikahi Boru Pandan Nauli, yaitu putrid dari Raja Lontung dari negeri Sabulan, Raja Sumba berangkat menyisir kea rah selatan dan membuka perkampungan disalah satu tempat yang kemudian dinamai Tipang.

Dari perkawinan dengan Boru Pandan Nauli, Raja Sumba dianugerahi dua orang putra, yaitu Simamora yang tertua dan Sihombing yang termuda. Adapun Simamora mempunyai keturunan, yaitu Purba, Manalu, dan Debataraja sedangkan Sihombing memperanakkan Silaban, Nababan, Hutasoit, dan Lumban Toruan. Ketujuh keterunan tersebut secara terus-menerus menempati Tipang hingga saat ini dan pengaturan pembagian warisan sawah dan lading diatur dengan musyawarah dan damai secara turun-temurun.

PUSAKA PENINGGALAN RAJA SUMBA

Tipang adalah nama dari seseorang yang disebut “Duhut-Duhut Simardimpos dohot Tano Simarhilop” yang topografinya dibagi dua, yaitu Tano Birong yang ditempati oleh Simamora dan keturunannya dan Tano Liat yang ditempati oleh Sihombing dan keturunannya.

Disuatu tempat, yakni di bagian belakang atau sebelah selatan dari huta ndari marga Hutasoit dan sebelah timur dari pusat keramaian Tipang, terdapat tiga “Batu Pauseang” yang diterima oleh Raja Sumba dari Raja Lontung.

Ketiga batu tersebut ukurannya kira-kira sebesar bola kaki yang diletakkan begitu saja dan hingga saat ini tidak terawatt sama sekali dan hamper hilang ditutupi semak belukar yang rimbun.

Ketiga batu tersebut, yaitu:

Batu Siboru Gabe : Asa gabe diholmaon, gabe naniula (melambangkan kemakmuran atas sawah lading yang dikerjakan oleh seluruh keturunannya)

Batu Siboru Torop: Asa torop maribur huhut sangap angka pinompana (yang melambangkan supaya berkembang biak / beranak pinak dan sukses seluruh keturunannya)

Batu Suboru Sinur: Asa sinur ma pinahan (melambangkan kemakmuran atas ternak yang dikembangbiakkan oleh seluruh keturunannya)

Ketiga Batu Pauseang tersebut pada masa dahulu, digunakan sebagai tempat sacral terlebih bila musim tanam tiba. Ketika masa mencangkul (ombahon) selesai dan tiba saatnya menanam padi, maka beberapa jenis padi dibawa ke Batu Pauseang, untuk didoakan dan diletakkan disana selama beberapa hari. Bila harinya tiba tersebut, para ibu akan datang kesana dan akan mendapati tanda bahwa jenis padi tertentulah yang akan ditanami di seluruh Tipang pada musim tanam itu.

Tipang adalah tempat yang banyak menyimpan sejarah atau Pusaka Peninggalan Raja Sumba dan tempat sakti, yaitu:

Namartua Guminjang: Tempat mengisyaratkan suara ogung doal. Bila berbunyi maka akan ada orang yang Saur Matua
Namartua Sidimpuan: Mengisyaratkan suara ogun oloan, pangoaran dan gordang bolon
Naposo lahi-lahi ulian mataniari: Suara dan tanda yang terbentang di Tipang
Batu partonggoan: Tempat berdoa untuk menolak mara bahaya
Baru Jangar-Jangar: Batu berupa patung dimana tidak boleh berdusta
Batu Maraktuk: Sigala-gala binaga (sebagai syarat akan terjadi peristiwa besar
Gua Jarina: Gua yang dalam, tempat berdoa dan mensucikan diri
Batu Sada: Tempat penyimpanan sari-saring (tulang-tulang) turun-temurun
Pusaka Tano Hajiran: Pusaka yang sangat ampuh untuk menolak bala (alogo nasohapundian, udan nasohasaongan dohot napajolo gogo)
Air Terjun: Tempat bersemedi untuk pensucian diri

MENGENAL MARGA MANURUNG

Wah mungkin ini sedikit narsis yach. Ini bukan narsis kok tapi kebetulan saja aku lahir dari keluarga manurung. Jadi izinkan aku sedikit bercerita tentang marga manurung yach.




Manurung satu warna, itulah terjemahan bebas istilah bahasa Batak kuno ini. Sebuah wasiat suci yang diwariskan turun-temurun, agar setiap marga Manurung menjaga kesatuan dan
solidaritas Manurung untuk selamanya.

*Manurung sipolin-polin* adalah buah kearifan para leluhur Manurung yang memiliki visi futuristik, bahwa setelah mereka berlalu ada kemungkinan keturunannya mengalami perpecahan.

Potensi ke arah itu memang ada berhubung Raja Manurung memiliki tiga anak : Hutagurgur, Hutagaol, Manoroni.

Namun berkat adanya wasiat suci tadi, sampai detik ini Manurung masih satu. Kalau dibandingkan dengan perpecahan di banyak marga yang umumnya disusul dengan "proklamasi" marga baru, keutuhan Manurung hingga detik ini merupakan prestasi yang menarik untuk dikaji.

Manurung adalah salah satu marga tertua, merupakan generasi keenam dari leluhur etnis Batak yaitu Raja Batak. Kalau dicermati silsilah marga-marga lain, sebagian besar sudah pecah pada generasi keempat. Tak sedikit di antara sub-sub marga kemudian pecah
lagi, membentuk sub-sub marga baru yang nantinya bakal pecah lagi berkali-kali.

Tidak ada maksud menepuk dada atau menyombong dengan mengemukakan fakta ini. Bangga memang ya, karena leluhur Manurung ternyata sangat arif dan futuristik. Hanya dengan sebuah* tagline* atau semboyan yang sederhana, mereka berhasil mengikat keturunannya– puluhan generasi kemudian–untuk tetap mengibarkan satu bendera : *Manurung United.*

Meskipun belum tersedia data statistik yang valid, bisa dikatakan, Manurung adalah salah satu marga terbesar di antara sekitar 400 marga Batak. Di Tapanuli, marga ini memiliki "home base" yang lumayan luas, terbentang dari Parapat sampai Porsea, mencakup hampir setengah luas wilayah Kabupaten Toba Samosir.

Sedangkan di perantauan, hampir di semua kota di Indonesia ada marga Manurung. Mayoritas bermukim di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

Baik di kampung halaman maupun di perantauan, Manurung punya reputasi bagus sebagai marga yang cinta damai. Kaum prianya rata-rata berperangai tenang, kuat pengendalian diri dan lebih suka menyelesaikan perselisihan dengan berunding atau diplomasi. Mungkin karena karakternya itulah, sedikit sekali marga Manurung yang menjadi anggota TNI, Polri atau preman (meskipun ada marga Manurung yang pernah menjabat sebagai Kepala Babinkum TNI dan Kapolres Jakarta Timur).

Ada juga faktor lain yang membuat kaum pria Manurung cenderung mengekang diri dan kurang garang dalam interaksi sosial sesama orang Batak, yaitu lantaran banyak betul marga yang memanggilnya Tulang (paman dari garis ibu), karena ibunya, neneknya atau leluhurnya beberapa generasi ke atas adalah boru Manurung (perempuan bermarga Manurung).

Kedudukan Tulang sangat terhormat di dalam masyarakat Batak, maka yang bersangkutan "terpaksa" menjaga sikap dan perbuatan agar sesuai dengan kedudukan itu.

Salah satu marga yang lahir dari rahim boru Manurung adalah *Tambunan*. Leluhur marga ini bahkan terlahir di kampung halaman Manurung di daerah Sibisa. Fakta historis ini sudah menjelaskan dengan sendirinya, Manurung memang baik hati dan mengayomi bere atau keponakannya.

Hal inilah yang membuat para sepupu Tambunan yang tergabung dalam rumpun marga *Silahi Sabungan* ikut menghormati Manurung sebagai Tulang.

Fakta tersebut di atas, betapa banyak marga yang menghormati Manurung sebagai Tulang, sebenarnya merupakan anomali atau kenyataan yang ganjil.

Kenapa? Karena bertolak belakang dengan sifat umum kaum prianya, kaum perempuan (boru) Manurung justru terkenal agresif, garang, nekad dan independen. Selain itu, jarang sekali boru Manurung berwajah cantik, tapi ternyata malah laris manis dan menjadi ibu yang melahirkan banyak marga dikalangan etnis Batak.

Kenapa bisa begitu ? Ternyata di balik sikapnya yang pemberang, garang dan pembangkang (plus cerewet juga), boru Manurung selalu berbakti secara total demi meningkatkan kesejahteraan dan mengangkat harkat serta martabat keluarga suaminya. Mereka dikenal pekerja keras, ulet dan tidak jaim, sehingga pekerjaan kasar pun dilakoni. Kalau martabat keluarga suaminya direndahkan orang lain, dia akan maju paling depan melabrak pelakunya.

Fakta yang kontradiktif inilah yang melambungkan reputasi boru Manurung, sehingga banyak marga yang mendambakannya menjadi menantu. Dan itu pula salah satu faktor yang membuat marga lain menaruh hormat pada Manurung.

Inilah sekilas salam perkenalan dari marga Manurung untuk warga dunia. Sebuah ikhtiar kecil untuk mendorong dan mewadahi komunikasi positif dikalangan *halak hita*, untuk selanjutnya disumbangkan demi memperkuat keindonesiaan kita.

ASAL - USUL MARGA DARI RAJA BATAK

Sesuai permintaan dari teman sesama blogger, aku mempersembahkan suatu cerita yang menceritakan tentang silsilah marga - marga batak sehingga kita semua tahu asal mula nama marga orang batak. Semoga memberikan kepuasan bagi sahabat blogger.

Berikut adalah silsilah marga-marga batak yang berasal dari Si Raja Batak yang disadur dari buku "Kamus Budaya Batak Toba" karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987. Silsilah Raja Batak ini dicoba diterjemahkan dalam bentuk postingan biasa, semoga tidak membingungkan bagi pembaca yang kebetulan ingin mencari asal mula marganya SI RAJA BATAK dan keturunannya.

SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu :

1. GURU TATEA BULAN.
2. RAJA ISOMBAON.GURU TATEA BULAN

Dari istrinya yang bernama SI BORU BASO BURNING, GURU TATEA BULAN memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :

- Putra :
a. SI RAJA BIAK-BIAK, pergi ke daerah Aceh.
b. TUAN SARIBURAJA.
c. LIMBONG MULANA.
d. SAGALA RAJA.
e. MALAU RAJA.

- Putri :
1. SI BORU PAREME, kawin dengan TUAN SARIBURAJA.
2. SI BORU ANTING SABUNGAN, kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA, putra RAJA ISOMBAON.
3. SI BORU BIDING LAUT, juga kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA.
4. SI BORU NAN TINJO, tidak kawin (banci).

TATEA BULAN artinya "TERTAYANG BULAN" = "TERTATANG BULAN".
RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON) RAJA ISOMBAON artinya RAJA YANG DISEMBAH. Isombaon kata dasarnya somba (sembah).

Semua keturunan SI RAJA BATAK dapat dibagi atas 2 golongan besar :
a. Golongan TATEA BULAN = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga GOLONGAN HULA-HULA = MARGA LONTUNG.
b. Golongan ISOMBAON = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki. Disebut juga GOLONGAN BORU = MARGA SUMBA.

Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera SI SINGAMANGARAJA), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan SI RAJA BATAK.

SARIBURAJA dan Marga-marga Keturunannya SARIBURAJA adalah nama putra kedua dari GURU TATEA BULAN. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama SI BORU PAREME dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis).
Mula-mula SARIBURAJA kawin dengan NAI MARGIRING LAUT, yang melahirkan putra bernama RAJA IBORBORON (BORBOR). Tetapi kemudian SI BORU PAREME menggoda abangnya SARIBURAJA, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest.
Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu LIMBONG MULANA, SAGALA RAJA, dan MALAU RAJA, maka ketiga bersaudara tersebut sepakat untuk membunuh SARIBURAJA. Akibatnya SARIBURAJA menyelamatkan diri dan pergi mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan SI BORU PAREME yang sedang dalam keadaan hamil.

Ketika SI BORU PAREME hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara, Tetapi di hutan tersebut SARIBURAJA kebetulan bertemu kembali dengan SI BORU PAREME.
SARIBURAJA datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi "istrinya" di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan SI BORU PAREME di dalam hutan. SI BORU PAREME kemudian melahirkan seorang putra yang diberi nama SI RAJA LONTUNG.

Dari istrinya sang harimau, SARIBURAJA memperoleh seorang putra yang diberi nama SI RAJA BABIAT. Di kemudian hari SI RAJA BABIAT mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga BAYOANGIN, karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya.

SARIBURAJA kemudian berkelana ke daeerah Angkola dan seterusnya ke Barus. SI RAJA LONTUNG, Putra pertama dari TUAN SARIBURAJA. Mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu :

- Putra :
a. TUAN SITUMORANG, keturunannya bermarga SITUMORANG.
b. SINAGA RAJA, keturunannya bermarga SINAGA.
c. PANDIANGAN, keturunannya bermarga PANDIANGAN.
d. TOGA NAINGGOLAN, keturunannya bermarga NAINGGOLAN.
e. SIMATUPANG, keturunannya bermarga SIMATUPANG.
f. ARITONANG, keturunannya bermarga ARITONANG.
g. SIREGAR, keturunannya bermarga SIREGAR.

- Putri :
a. SI BORU ANAKPANDAN, kawin dengan TOGA SIHOMBING.
b. SI BORU PANGGABEAN, kawin dengan TOGA SIMAMORA.

Karena semua putra dan putri dari SI RAJA LONTUNG berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama LONTUNG SI SIA MARINA, PASIA BORUNA SIHOMBING SIMAMORA. SI SIA
MARINA = SEMBILAN SATU IBU.

Dari keturunan SITUMORANG, lahir marga-marga cabang LUMBAN PANDE, LUMBAN NAHOR, SUHUTNIHUTA, SIRINGORINGO,
SITOHANG, RUMAPEA, PADANG, SOLIN.

Dari keturunan SINAGA, lahir marga-marga cabang SIMANJORANG, SIMANDALAHI, BARUTU. Dari keturunan PANDIANGAN, lahir
marga-marga cabang SAMOSIR, GULTOM, PAKPAHAN, SIDARI, SITINJAK, HARIANJA.

Dari keturunan NAINGGOLAN, lahir marga-marga cabang RUMAHOMBAR, PARHUSIP, BATUBARA, LUMBAN TUNGKUP, LUMBAN SIANTAR, HUTABALIAN, LUMBAN RAJA, PUSUK, BUATON, NAHULAE.

Dari keturunan SIMATUPANG lahir marga-marga cabang
TOGATOROP (SITOGATOROP), SIANTURI, SIBURIAN.

Dari keturunan ARITONANG, lahir marga-marga cabang OMPU SUNGGU, RAJAGUKGUK, SIMAREMARE.

Dari keturunan SIREGAR, lahir marga-marga cabang SILO, DONGARAN, SILALI, SIAGIAN, RITONGA, SORMIN.

SI RAJA BORBOR Putra kedua dari TUAN SARIBURAJA, dilahirkan
oleh NAI MARGIRING LAUT. Semua keturunannya disebut marga BORBOR. Cucu RAJA BORBOR yang bernama DATU TALADIBABANA (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :
1. DATU DALU (SAHANGMAIMA), Keturunan DATU DALU melahirkan marga-marga berikut :
a. PASARIBU, BATUBARA, HABEAHAN, BONDAR, GORAT.
b. TINENDANG, TANGKAR.
c. MATONDANG.
d. SARUKSUK.
e. TARIHORAN.
f. PARAPAT.
g. RANGKUTI.

2. SIPAHUTAR, keturunannya bermarga SIPAHUTAR.
3. HARAHAP, keturunannya bermarga HARAHAP.
4. TANJUNG, keturunannya bermarga TANJUNG.
5. DATU PULUNGAN, keturunannya bermarga PULUNGAN.
6. SIMARGOLANG, keturunannya bermarga SIMARGOLANG.

Keturunan DATU PULUNGAN melahirkan marga-marga LUBIS dan HUTASUHUT. LIMBONG MULANA dan Marga-marga Keturunannya LIMBONG MULANA adalah putra ketiga dari GURU TATEA BULAN. Keturunannya bermarga LIMBONG. Dia mempunyai 2 orang putra, yaitu PALU ONGGANG dan LANGGAT LIMBONG.
Putra dari LANGGAT LIMBONG ada 3 orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga SIHOLE dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga HABEAHAN. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu LIMBONG.

SAGALA RAJA Putra keempat dari GURU TATEA BULAN. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga SAGALA.

LAU RAJA dan Marga-marga Keturunannya LAU RAJA adalah putra kelima dari GURU TATEA BULAN. Keturunannya bermarga MALAU. Dia mempunyai 4 orang putra, yaitu :
a. PASE RAJA, keturunannya bermarga PASE.
b. AMBARITA, keturunannya bermarga AMBARITA.
c. GURNING, keturunannya bermarga GURNING.
d. LAMBE RAJA, keturunannya bermarga LAMBE. Salah seorang keturunan LAU RAJA diberi nama MANIK RAJA, yang kemudian menjadi asal-usul lahirnya marga MANIK.

TUAN SORIMANGARAJA dan Marga-marga KeturunannyaTUAN SORIMANGARAJA adalah putra pertama dari RAJA ISOMBAON. Dari ketiga putra RAJA ISOMBAON, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :
a. SI BORU ANTING MALELA (NAI RASAON), putri dari GURU TATEA BULAN.
b. SI BORU BIDING LAUT (NAI AMBATON), juga putri dari GURU TATEA BULAN.
c. SI BORU SANGGUL HAOMASAN (NAI SUANON).

SI BORU ANTING MALELA melahirkan putra yang bernama TUAN SORBA DJULU (OMPU RAJA NABOLON), gelar NAI AMBATON.

SI BORU BIDING LAUT melahirkan putra yang bernama TUAN SORBA DIJAE (RAJA MANGARERAK), gelar NAI RASAON.
SI BORU SANGGUL HAOMASAN melahirkan putra yang bernama TUAN SORBADIBANUA, gelar NAI SUANON.

NAI AMBATON (TUAN SORBA DJULU / OMPU RAJA NABOLON) Nama (gelar) putra sulung TUAN SORIMANGARAJA lahir dari istri pertamanya yang bernama NAI AMBATON. Nama sebenarnya adalah OMPU RAJA NABOLON, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga NAI AMBATON menurut nama ibu leluhurnya.NAI AMBATON mempunyai 4 orang putra, yaitu :
a. SIMBOLON TUA, keturunannya bermarga SIMBOLON.
b. TAMBA TUA, keturunannya bermarga TAMBA.
c. SARAGI TUA, keturunannya bermarga SARAGI.
d. MUNTE TUA, keturunannya bermarga MUNTE (MUNTE, NAI MUNTE, atau DALIMUNTE). Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W. Hutagalung) :

a. Dari SIMBOLON : TINAMBUNAN, TUMANGGOR, MAHARAJA, TURUTAN, NAHAMPUN, PINAYUNGAN. Juga marga-marga BERAMPU dan PASI.
b. Dari TAMBA : SIALLAGAN, TOMOK, SIDABUTAR, SIJABAT, GUSAR, SIADARI, SIDABOLAK, RUMAHORBO, NAPITU.
c. Dari SARAGI : SIMALANGO, SAING, SIMARMATA, NADEAK, SIDABUNGKE.
d. Dari MUNTE : SITANGGANG, MANIHURUK, SIDAURUK, TURNIP, SITIO, SIGALINGGING.

Keterangan lain mengatakan bahwa NAI AMBATON mempunyai 2 orang putra, yaitu SIMBOLON TUA dan SIGALINGGING.
SIMBOLON TUA mempunyai 5 orang putra, yaitu SIMBOLON, TAMBA, SARAGI, MUNTE, dan NAHAMPUN. Walaupun keturunan NAI AMBATON sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antar sesama marga keturunan NAI AMBATON.
Catatan mengenai OMPU BADA, menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W. Hutagalung, OMPU BADA tersebut adalah keturunan NAI AMBATON pada sundut kesepuluh.Menurut keterangan dari salah seorang keturunan OMPU BADA (MPU BADA) bermarga GAJAH, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut :
a. MPU BADA ialah asal-usul dari marga-marga TENDANG, BUNUREA, MANIK, BERINGIN, GAJAH, dan BARASA.
b. Keenam marga tersebut dinamai SIENEMKODIN (Enem = enam, Kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan MPU BADA pun dinamai SIENEMKODIN.
c. MPU BADA bukan keturunan NAI AMBATON, juga bukan keturunan SI RAJA BATAK dari Pusuk Buhit.
d. Lama sebelum SI RAJA BATAK bermukim di Pusuk Buhit, OMPU BADA telah ada di tanah Dairi. Keturunan MPU BADA merupakan ahli-ahli yang trampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.
e. Keturunan MPU BADA menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara-saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah Dairi dan Tapanuli bagian barat.

NAI RASAON (RAJA MANGARERAK) : nama (gelar) putra kedua dari TUAN SORIMANGARAJA, lahir dari istri kedua TUAN SORIMANGARAJA yang bernama NAI RASAON. Nama sebenarnya ialah RAJA MANGARERAK, tetapi hingga sekarang semua keturunan RAJA MANGARERAK lebih sering dinamai orang NAI RASAON. RAJA MANGARERAK mempunyai 2 orang putra, yaitu RAJA MARDOPANG dan RAJA MANGATUR.

Ada 4 marga pokok dari keturunan RAJA MANGARERAK :
a. Dari RAJA MARDOPANG, menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga SITORUS, SIRAIT, dan BUTAR BUTAR.
b. Dari RAJA MANGATUR, menurut nama putranya, TOGA MANURUNG, lahir marga MANURUNG. Marga PANE adalah marga cabang dari SITORUS.
NAI SUANON (TUAN SORBADIBANUA) : nama (gelar) putra ketiga dari TUAN SORIMANGARAJA, lahir dari istri ketiga TUAN SORIMANGARAJA yang bernama NAI SUANON. Nama sebenarnya
ialah TUAN SORBADIBANUA, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai TUAN SORBADIBANUA. TUAN SORBADIBANUA mempunyai 2 orang istri dan memperoleh 8 orang putra. Dari istri pertama (putri SARIBURAJA) :
a. SI BAGOT NI POHAN, keturunannya bermarga POHAN.
b. SI PAET TUA.
c. SI LAHI SABUNGAN, keturunannya bermarga SILALAHI.
d. SI RAJA OLOAN.
e. SI RAJA HUTA LIMA. Dari istri kedua (BORU SIBASOPAET, putri Mojopahit) :
a. SI RAJA SUMBA.
b. SI RAJA SOBU.
c. TOGA NAIPOSPOS, keturunannya bermarga NAIPOSPOS. Keluarga TUAN SORBADIBANUA bermukim di Lobu Parserahan - Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, TUAN SORBADIBANUA menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata SI RAJA HUTA LIMA terkena oleh lembing SI RAJA SOBU. Hal tersebut
mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh TUAN SORBADIBANUA. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang 3 orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki gunung Dolok Tolong sebelah barat.
Keturunan TUAN SORBADIBANUA berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini.

Keturunan SI BAGOT NI POHAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. TAMPUBOLON, BARIMBING, SILAEN.
b. SIAHAAN, SIMANJUNTAK, HUTAGAOL, NASUTION.
c. PANJAITAN, SIAGIAN, SILITONGA, SIANIPAR, PARDOSI.
d. SIMANGUNSONG, MARPAUNG, NAPITUPULU, PARDEDE.

Keturunan SI PAET TUA melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. HUTAHAEAN, HUTAJULU, ARUAN.
b. SIBARANI, SIBUEA, SARUMPAET.
c. PANGARIBUAN, HUTAPEA

Keturunan SI LAHI SABUNGAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. SIHALOHO.
b. SITUNGKIR, SIPANGKAR, SIPAYUNG.
c. SIRUMASONDI, RUMASINGAP, DEPARI.
d. SIDABUTAR.
e. SIDABARIBA, SOLIA.
f. SIDEBANG, BOLIALA.
g. PINTUBATU, SIGIRO.
h. TAMBUN (TAMBUNAN), DOLOKSARIBU, SINURAT, NAIBORHU, NADAPDAP, PAGARAJI, SUNGE, BARUARA, LUMBAN PEA, LUMBAN GAOL.

Keturunan SI RAJA OLOAN melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. NAIBAHO, UJUNG, BINTANG, MANIK, ANGKAT, HUTADIRI, SINAMO, CAPA.
b. SIHOTANG, HASUGIAN, MATANIARI, LINGGA, MANIK.
c. BANGKARA.
d. SINAMBELA, DAIRI.
e. SIHITE, SILEANG.
f. SIMANULLANG.

Keturunan SI RAJA HUTA LIMA melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. MAHA.
b. SAMBO.
c. PARDOSI, SEMBIRING MELIALA.

Keturunan SI RAJA SUMBA melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. SIMAMORA, RAMBE, PURBA, MANALU, DEBATARAJA, GIRSANG, TAMBAK, SIBORO.
b. SIHOMBING, SILABAN, LUMBAN TORUAN, NABABAN, HUTASOIT, SITINDAON, BINJORI.

Keturunan SI RAJA SOBU melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. SITOMPUL.
b. HASIBUAN, HUTABARAT, PANGGABEAN, HUTAGALUNG, HUTATORUAN, SIMORANGKIR, HUTAPEA, LUMBAN TOBING, MISMIS.

Keturunan TOGA NAIPOSPOS melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. MARBUN, LUMBAN BATU, BANJARNAHOR, LUMBAN GAOL, MEHA, MUNGKUR, SARAAN.
b. SIBAGARIANG, HUTAURUK, SIMANUNGKALIT, SITUMEANG.

***DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)

Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga
dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga). Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut: "Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang; Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan", artinya: "Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput; Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji". Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah:
a. MARBUN dengan SIHOTANG.
b. PANJAITAN dengan MANULLANG.
c. TAMPUBOLON dengan SITOMPUL.
d. SITORUS dengan HUTAJULU - HUTAHAEAN - ARUAN.
e. NAHAMPUN dengan SITUMORANG.

CATATAN TAMBAHAN:

1. Selain PANE, marga-marga cabang lainnya dari SITORUS adalah BOLTOK dan DORI.

2. Marga-marga PANJAITAN, SILITONGA, SIANIPAR, SIAGIAN, dan PARDOSI tergabung dalan suatu punguan (perkumpulan) yang bernama TUAN DIBANGARNA.
Menurut yang saya ketahui, dahulu antar seluruh marga TUAN DIBANGARNA ini tidak boleh saling kawin. Tetapi entah kapan ada perjanjian khusus antara marga SIAGIAN dan PANJAITAN, bahwa sejak saat itu antar mereka (kedua marga itu) boleh saling kawin.

3. Marga SIMORANGKIR adalah salah satu marga cabang dari PANGGABEAN. Marga-marga cabang lainnya adalah LUMBAN RATUS dan LUMBAN SIAGIAN.

4. Marga PANJAITAN selain mempunyai ikatan janji (padan) dengan marga SIMANULLANG, juga dengan marga-marga SINAMBELA dan SIBUEA.

5. Marga SIMANJUNTAK terbagi 2, yaitu HORBOJOLO dan HORBOPUDI. Hubungan antara kedua marga cabang ini tidaklah harmonis alias bermusuhan selama bertahun-tahun, bahkan sampai sekarang. (mereka yang masih bermusuhan sering dikecam oleh batak lainnya dan dianggap batak bodoh)

6. TAMPUBOLON mempunyai putra-putra yang bernama BARIMBING, SILAEN, dan si kembar LUMBAN ATAS & SIBULELE. Nama-nama dari mereka tersebut menjadi nama-nama marga cabang dari TAMPUBOLON (sebagaimana biasanya cara pemberian nama marga cabang pada marga-marga lainnya).

7. Pada umumnya, jika seorang mengatakan bahwa dia bermarga SIAGIAN, maka itu adalah SIAGIAN yang termasuk TUAN DIBANGARNA, jadi bukan SIAGIAN yang merupakan marga cabang dari SIREGAR ataupun LUMBAN SIAGIAN yang merupakan marga cabang dari PANGGABEAN. Selanjutnya biasanya marga SIAGIAN dari TUAN DIBANGARNA akan bertarombo kembali menanyakan asalnya dan nomor keturunan. Kebetulan saya marga SIAGIAN dari PARPAGALOTE.

8. Marga SIREGAR, selain terdapat di suku Batak Toba, juga terdapat di suku Batak Angkola (Mandailing). Yang di Batak Toba biasa disebut "Siregar Utara", sedangkan yang di Batak Angkola (Mandailing) biasa disebut "Siregar Selatan".

9. Marga-marga TENDANG, BUNUREA, MANIK, BERINGIN, GAJAH, BARASA, NAHAMPUN, TUMANGGOR, ANGKAT, BINTANG, TINAMBUNAN, TINENDANG, BARUTU, HUTADIRI, MATANIARI, PADANG, SIHOTANG, dan SOLIN juga terdapat di suku Batak Pakpak (Dairi).

10. Di suku Batak Pakpak (Dairi) terdapat beberapa padanan marga yaitu:
a. BUNUREA disebut juga BANUREA.
b. TUMANGGOR disebut juga TUMANGGER.
c. BARUTU disebut juga BERUTU.
d. HUTADIRI disebut juga KUDADIRI.
e. MATANIARI disebut juga MATAHARI.
f. SIHOTANG disebut juga SIKETANG.

11. Marga SEMBIRING MELIALA juga terdapat di suku Batak Karo. SEMBIRING adalah marga induknya, sedangkan MELIALA adalah salah satu marga cabangnya.

12. Marga DEPARI juga terdapat di suku Batak Karo. Marga tersebut juga merupakan salah satu marga cabang dari SEMBIRING.

13. Jangan keliru (bedakan):
a. SITOHANG dengan SIHOTANG.
b. SIADARI dengan SIDARI.
c. BUTAR BUTAR dengan SIDABUTAR.
d. SARAGI (Batak Toba) tanpa huruf abjad "H" dengan SARAGIH (Batak Simalungun) ada huruf abjad "H".

14. Entah kebetulan atau barangkali memang ada kaitannya, marga LIMBONG juga terdapat di suku Toraja di pulau Sulawesi.

15. Marga PURBA juga terdapat di suku Batak Simalungun.

CERITA NAMA ORANG BATAK DAN MARGA BATAK

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang pendekar wanita, Butet namanya.
Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian Nasution. Agar bisa
berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih. Saat di
perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu
setempat. Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung
ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan gayanya
yang Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan
tanpa menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang
Hutagaol dengan sembarang orang. Naibaho ikan gurame yang dibakar Sitanggang
dengan Batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan
Nababan yang hijau segar.
Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan ke sana
berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan dilihatnya
banyak Pohan. Kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa di antaranya ada yang
Simatupang diterjang badai semalam. Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar
"Wow, Siregar sekali hawanya" katanya, berbeda dengan
kampungnya yang Panggabean. Hembusan Perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan,
sambil diiringi Riama musik dari mulutnya.
Sejauh Simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang Girsang,
semuanya Singarimbun. Tampak di seberang, lautan dan ikan Lumban-lumban. Terbawa
suasana, mulanya Butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukannya hanyalah bekas
kolam Siringo-ringo yang akan di-Hutauruk dengan Tambunan tanah. Akhirnya, dia
memutuskan untuk berjalan-jalan di
pinggir hutan saja, yang suasananya asri, meskipun nggak ada Tiurma melambai
kayak di pantai.
Sedang asik-asiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh
seekor ular yang sangat besar. "Sinaga!" teriaknya ketakutan sambil lari
Sitanggang-langgang. Celakanya, dia malah terpeleset dari Tobing sehingga
bibirnya Sihombing. Karuan Butet menangis Marpaung-paung lantaran kesakitan.
Tetapi dia lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang untuk menangis. Dia
harus Togar.
Maka, dengan menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib setempat untuk melakukan
pengobatan. Tabib tergopoh-gopoh Simangunsong di pintu untuk menolongnya. Tabib
bilang, bibirnya harus di-Panjaitan. "Hm, biayanya Pangaribuan" kata sang tabib
setelah memeriksa sejenak. "Itu terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu saja?"
tawar si Butet. "Napitupulu terlalu murah. Pandapotan saya kan kecil". "Jangan
begitulah. Masa 'tidak Siahaan melihat bibir saya Sihombing begini?" Apa saya
mesti Sihotang, bayar belakangan?Nggak mau kan ? "Baiklah, tapi pakai jarum yang
Sitompul saja" sahut sang mantri agak kesal. "Cepatlah! Aku sudah hampir Munthe.
Saragih sedikit tidak apa-apalah".
Malamnya, ketika sedang asik-asiknya berlatih sambil makan kue Lubis
kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia Bonar-bonar
ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di semak-semak dan tiba-tiba berbunyi
"Poltak!" keras sekali. "Ada Situmorang?" tanya Butet sambil memegang tongkat
seperti stik Gultom erat-erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan. Terdengar
suara pelan, "Situmeang". "Sialan, cuma kucing..." desahnya lega. Padahal dia
sudah sempat berpikir yang Silaen-laen.
Selesai berlatih, Butet-pun istirahat. Terkenang dia akan kisah orang tentang
Hutabarat di bawah Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora, gajah Purba yang
berbulu lebat. Keesokan harinya, Butet kembali ke Pandapotan silatnya. Di depan
ruang ujian dia membaca tulisan: "Harahap tenang! Ada ujian. "Wah telat, emang
udah jam Silaban sih". Maka Siboru-boru dia masuk ke ruangan sambil
menyanyi-nyanyi. Di-Tigor-lah dia sama gurunya "Butet, kau jangan ribut!, bikin
kacau konsentrasi temanmu! Butet, dengan tanpa Malau-malau langsung Sijabat
tangan gurunnya, "Nggak Pakpahan guru, sekali-sekali?!". Akhirnya, luluslah
Butet dan menjadi orang yang disegani karena mengikuti wejangan guru Pandapotan
silatnya untuk selalu, "Simanjuntak gentar, Sinambela yang benar!