---- SAVE TOBA LAKE ---- HORAS ---- MEJUAH - JUAH ---- NJUAH - JUAH ---- YA'AHOWU ---- SELAMAT DATANG DI BLOG WISATA ALAM DANAU TOBA ---- Dalam hari bumi sedunia, ayo lindungi bumi kita dari bahaya yang mengancamnya. Mari kita bersama - sama untuk menanam pohon, cegah efek rumah kaca, stop pembalakan liar, hemat energi bumi, stop pembuangan limbah ke dalam aliran sungai. Selamatkan bumi kita dari pemanasan global ---- Ayo saudaraku, dukung terus pariwisata Sumatera Utara. Mari berperan dalam mempromosikan wisata danau Toba dan wisata lainnya yang ada di Sumatera Utara ---- jika anda pingin tukeran link,silahkan add duluan link aku.Lalu konfirmasi melalui shoutmix di blog ini.Nanti akan saya add balik link anda.Terimahkasih sebelumnya ---- Bila anda ingin berkunjung ketempat objek wisata alam danau TOBA dan sekitarnya namun anda tidak mempunyai sanak-saudara di sumatera utara untuk tempat anda singgahi, saya dapat membantu anda untuk mencari penginapan sesuai dengan badget anda dan orang yang bisa memandu anda di sana nantinya, hubungi saya melalui email : renato.bastian45@gmail.com ---- Bagi anda yang ingin dibantu dalam mengiklankan produknya di blog ini, segera hubungi saya di email : renato.bastian45@gmail.com, saya akan bantu anda untuk mengiklankan produk anda di blog ini seperti iklan yang ada pada blog ini. Bagi saudara-saudaraku yang berasal dari tano bona pasogit, bila anda mempunyai informasi terbaru tentang seputar danau toba dan objek wisata yang lain di sumatera utara, segera kirimkan informasi anda melalui email : renato.bastian45@gmail.com, informasi anda sangat dibutuhkan dalam mempromosikan pariwisata sumatera utara. ---- SAVE TOBA LAKE ----

30 April 2009

KAPAN KEJAYAAN DANAU TOBA DATANG LAGI ?

HORAS...!!! HORAS...!!! HORAS...!!!

Kekhawatiran semua masyrakat sumatera utara saat ini adalah mengenai kerusakan alam yang terjadi di sekitar danau Toba dan sekitarnya. hutan danau toba yang berupa hutan kayu pinus ini kondisinya saat ini sangat parah. Ini diakibatkan oleh banyaknya hutan yang sudah rusak akibat eksploitasi oleh para pengusaha saat ini. Banyak para pengusaha kayu yang tidak bersikap bijaksana yang hanya mementingkan keuntungan yang akan diperolehnya. Fakta yang pernah saya lihat dengan mata kepala saya sendiri disaat saya hendak bepergian ke danau toba, hutan yang yang tumbuh hanya di bagian pinggiran danau toba. namun bila kita menelusuri lebih jauh ke dalam hutan tersebut yang ada suatu keadaan yang sangat memprihatinkan.



Keadaan yang parah ini diperparah oleh banyak sekarang masyarakat yang memanfaatkan danau toba sebagai tempat ternak ika dengan menggunakan keramba. Tidak ada larangan bagi masyarakat untuk melakukan usaha peternakan ikan, tapi posisi meraka melakukan usaha tersebut sangat mengkhawatirkan sekali. Mereka melakukan usah tersebut dekat dengan kawasan objek wisata. Hal itu sangat mengganggu bagi wisata, karena danau toba merupakan danau yang di gemari oleh wisata untuk melakukan renang. Bayangkan bila limbah peternakan itu ada saat wisata melakukan renang, limbah ikan tersebut dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.



Untuk itu lagi-lagi peran pemerintah daerah setempat sangat di butuhkan untuk mengawasi segala bentuk kegiatan yang mungkin dapat merugikan ekosistem di sekitar danau Toba. Bagi pemerintah propinsi diharapkan memperketat penebangan hutan yang dilakukan oleh para pengusaha kayu. Jangan sampai hutannya rusak dan hutan kita dirampas begitu saja. Dan peran departemen pariwisata setempat diharapkan lebih gencar lagi untuk melakukan promosi wisata yang ada di Sumatera Utara.

Kami rindu akan kejayaan Danau Toba. kami Rindu danau Toba di kunjungi oleh wisatawan. Semoga ungkapan isi hati ini dapat menggugah semua pihak untuk menjaga danau Toba yang seperti surga tesebut.

SALAM BUDAYA....!!!
HORAS...!!! HORAS...!!! HORAS...!!!

29 April 2009

ULOS MERUPAKAN PAKAIAN ADAT ORANG BATAK



Ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan, sesuai dengan pepatah Batak yang berbunyi: “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong", yang artinya jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama.

Secara harfiah, ulos berarti selimut yang menghangatkan tubuh dan melindunginya dari terpaan udara dingin. Menurut kepercayaan leluhur suku Batak ada tiga sumber yang memberi panas kepada manusia, yaitu matahari, api dan ulos. Dari ketiga sumber kehangatan tersebut ulos dianggap paling nyaman dan akrab dengan kehidupan sehari-hari.


Dahulu nenek moyang suku Batak adalah manusia-manusia gunung, demikian sebutan yang disematkan sejarah pada mereka. Hal ini disebabkan kebiasaan mereka tinggal dan berladang di kawasan pegunungan. Dengan mendiami dataran tinggi berarti mereka harus siap berperang melawan dinginnya cuaca yang menusuk tulang. Dari sinilah sejarah ulos bermula.


Pada awalnya nenek moyang mereka mengandalkan sinar matahari dan api sebagai tameng melawan rasa dingin. Masalah kecil timbul ketika mereka menyadari bahwa matahari tidak bisa diperintah sesuai dengan keinginan manusia. Pada siang hari awan dan mendung sering kali bersikap tidak bersahabat. Sedang pada malam hari rasa dingin semakin menjadi-jadi dan api sebagai pilihan kedua ternyata tidak begitu praktis digunakan waktu tidur karena resikonya tinggi. Al hajatu ummul ikhtira'at, karena dipaksa oleh kebutuhan yang mendesak akhirnya nenek moyang mereka berpikir keras mencari alternatif lain yang lebih praktis. Maka lahirlah ulos sebagai produk budaya asli suku Batak.


Tentunya ulos tidak langsung menjadi sakral di masa-masa awal kemunculannya. Sesuai dengan hukum alam ulos juga telah melalui proses yang cukup panjang yang memakan waktu cukup lama, sebelum akhirnya menjadi salah satu simbol adat suku Batak seperti sekarang. Berbeda dengan ulos yang disakralkan yang kita kenal, dulu ulos malah dijadikan selimut atau alas tidur oleh nenek moyang suku Batak. Tetapi ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih tinggi, lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.

Setelah mulai dikenal, ulos makin digemari karena praktis. Tidak seperti matahari yang terkadang menyengat dan terkadang bersembunyi, tidak juga seperti api yang bisa menimbulkan bencana, ulos bisa dibawa kemana-mana. Lambat laun ulos menjadi kebutuhan primer, karena bisa juga dijadikan bahan pakaian yang indah dengan motif-motif yang menarik. Ulos lalu memiliki arti lebih penting ketika ia mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan adat resmi. Ditambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.





Kini ulos memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan orang Batak. ulos menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat suku Batak.

Mangulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mangulosi secara harfiah berarti memberikan ulos. Mangulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mangulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.


Dalam ritual mangulosi ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya. Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar.


Dalam perkembangannya, ulos juga diberikan kepada orang "non Batak". Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Misalnya pemberian ulos kepada Presiden atau Pejabat negara, selalu diiringi oleh doa dan harapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya.

Beberapa jenis ulos yang dikenal dalam adat Batak adalah sebagai berikut:


1. Ulos Ragidup


Ragi berarti corak, dan Ragidup berarti lambang kehidupan. Dinamakan demikian karena warna, lukisan serta coraknya memberi kesan seolah-olah ulos ini benar-benar hidup. Ulos jenis ini adalah yang tertinggi kelasnya dan sangat sulit pembuatannya. Ulos ini terdiri atas tiga bagian; dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit. Ulos Rangidup bisa ditemukan di setiap rumah tangga suku batak di daerah-daerah yang masih kental adat bataknya. Karena dalam upacara adat perkawinan, ulos ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki.


2. Ulos Ragihotang


Hotang berarti rotan, ulos jenis ini juga termasuk berkelas tinggi, namun cara pembuatannya tidak serumit ulos Ragidup. Dalam upacara kematian, ulos ini dipakai untuk mengafani jenazah atau untuk membungkus tulang belulang dalam upacara penguburan kedua kalinya.


3. Ulos Sibolang


Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mangulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat batak. Dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos Bela yang berarti ulos menantu kepada pengantin laki-laki.


Mengulosi menantu lelaki bermakna nasehat agar ia selalu berhati-hati dengan teman-teman satu marga, dan paham siapa yang harus dihormati; memberi hormat kepada semua kerabat pihak istri dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Selain itu, ulos ini juga diberikan kepada wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda penghormatan atas jasanya selama menjadi istri almarhum. Pemberian ulos tersebut biasanya dilakukan pada waktu upacara berkabung, dan dengan demikian juga dijadikan tanda bagi wanita tersebut bahwa ia telah menjadi seorang janda. Ulos lain yang digunakan dalam upacara adat adalah Ulos Maratur dengan motif garis-garis yang menggambarkan burung atau banyak bintang tersusun teratur. Motif ini melambangkan harapan agar setelah anak pertama lahir akan menyusul kelahiran anak-anak lain sebanyak burung atau bintang yang terlukis dalam ulos tersebut.


Dari besar kecil biaya pembuatannya, ulos dapat dibedakan menjadi dua bagian:

Pertama, Ulos Na Met-met; ukuran panjang dan lebarnya jauh lebih kecil daripada ulos jenis kedua. Tidak digunakan dalam upacara adat, hanya untuk dipakai sehari-hari.


Kedua, Ulos Na Balga; adalah ulos kelas atas. Jenis ulos ini pada umumnya digunakan dalam upacara adat sebagai pakaian resmi atau sebagai ulos yang diserahkan atau diterima.


Biasanya ulos dipakai dengan cara dihadanghon; dikenakan di bahu seperti selendang kebaya, atau diabithon; dikenakan seperti kain sarung, atau juga dengan cara dililithon; dililitkan dikepala atau di pinggang.


Berbicara soal harga, ulos dengan motif dan proses pembuatan sederhana relatif murah. Ulos kelas ini bisa dibeli dengan harga berkisar antara Rp. 6000 sampai Rp.250.000 bahkan lebih. Sementara untuk ulos kelas atas dengan kualitas bahan yang baik dan proses pembuatan yang lebih rumit, bisa diperoleh dengan harga berkisar antara ratusan ribu rupiah hingga jutaan. Misalnya songket khas Batak yang digunakan pengantin pria pada upacara pernikahan adat Batak, dibandrol Rp. 7,5 juta.

ASAL NENEK MOYANG ORANG BATAK




Mungkin selama ini anda sudah tidak merasa asing lagi bila mendengarkan kata-kata batak atau orang batak. Ya, jelas sudah tak asing lagi kalau orang batak sudah tersebar di seluruh penjuru indonesia bahkan sudah tersebar di seluruh dunia. Bahkan ada sebagian orang batak yang sudah terkenal seperti pengacara Ruhut Sitompul dan sebagainya. Namun tahu kah anda tentang asak muasal nenek moyang orang batak. Nah, dalam postingan saya ini akan menceritakan sedikit tentang asal muasal nenek moyang orang batak. Semoga bisa menambah ilmu pengetahuan anda dan mempererat tali persaudaraan kita. Berikut ceritanya :


Mitologi bukan merupakan sebuah legenda belaka untuk suku Batak, tetapi juga sangat mempengaruhi sistem adat-istiadat Batak, bahkan masih mempengaruhi cara berpikir suku Batak sampai masa kini, antara lain tentang pendapat, bahwa manusia tidak mampu menentukan nasibnya sendiri, sekalipun dia sangat menginginkannya.
Memang benar, bahwa masing-masing anak-suku ( puak) mempunyai mitologi sendiri-sendiri tentang asal mula orang Batak, tetapi pada pokoknya semua Mitologi itu sama dan berkisar pada lahirnya si Raja Batak yang menjadi nenek moyang semua orang Batak.
Menurut Pdt. DR. Andar Lumbantobing dalam bukunya “Makna Wibawa Jabatan dalam Gereja Batak”, disebutkan bahwa secara genealogis antropologis, asal usul suku Batak yang bermukim di bagian utara dan barat laut Pulau Sumatra terdiri dari enam suku atau cabang, yaitu suku Karo, Pakpak atau Dairi, Simalungan, Toba, Angkola dan suku Mandailing, yang masing-masing mempunyai bahasa atau dialek. Suku Batak dimasukkan dalam rumpun Melayu, yang sebagian besar sekarang menyebut dirinya bangsa Indonesia. Arti Batak sampai sekarang belum dapat di jelaskan secara pasti dan memuaskan. Menurut J, Warneck, Batak berarti “Penunggu kuda yang lincah”, tetapi menurut H.N. Van der Tuuk, Batak berarti “kafir” sedangkan yang lain mengartikannya “budak-budak yang bercap atau ditandai”.
Selanjutnya DR. Andar menjelaskan bahwa menurut beberapa prasasti peninggalan Adityawarman abad ke-14, sekelompok murid dan pengikut aliran Mahayana telah memasuki daerah pedalaman Sumatra Utara dan mereka menetap disana, di tengah-tengah daerah pegunungan. Oleh dunia ilmu pengetahuan masa kini, diakui sebagai nenek-moyang suku Batak yang kini mendiami daerah itu. Selain itu, tidak ada lagi yang dapat diketahui dunia luar secara pasti tentang perkembangan suku.
Suku Batak sudah mempunyai kebudayaan tersendiri dan juga telah memiliki keterampilan yang cukup tinggi. Diantara benda-benda yang dimiliki, yang sangat berpengaruh dalam hidupnya adalah aksara Batak sendiri. Hanya dengan mengenal dan memahami aksara orang itu dapat melihat-lihat keanehan-keanehan dan keganjilan-keganjilan yang terdapat dalam jampi dan mantra datu Batak. Sangat disesalkan karena penulisan hukum adat Batak, syair, pantun, umpama, dongeng, dan silsilah Batak, yang sangat penting kedudukannya dalam budaya batak, tidak dituangkan dalam bentuk tulisan, pada mulanya orang-orang Eropa bermaksud melakukan penulisan itu, tetapi gagal. Cerita-cerita peninggalan nenek moyang yang mereka dapatkan secara lisan, tidak ditulis sesuai aslinya, banyak yang di ubah, sehinga tidak lagi memberi gambaran otentik mengenai budaya Batak dan filsafatnya.
Ukiran-serta pahatan-pahatan pada rumah adat Batak sangat indah dan menggambarkan kepekaan rasa pengukirnya. Demikian juga hasil tempaan para pandai besi dan para penenun. Semuanya membuktikan bahwa suku Batak sangat menekuni pekerjaannya dengan mengandalkan pengetahuan dan perasaan artistik yang dimilikinya. Dalam hal pengolahan tanah, harus diakui bahwa mereka cukup berhasil – meskipun pada masa perang, rakyat masih mampu mempertahankan hidupnya dengan hasil tanamannya sendiri.
Disamping itu, suku Batak berjiwa patriot dan sudah lama mengenal rabuk, sehingga sebagaimana orang yang memiliki sifat-sifat keprajuritan yang gemar berkelahi, dalam soal pertikaian antar kelompok atau kampung mereka sangat cepat menggunakan senjata api. Namun suku Batak rata-rata bukanlah pendendam. Memang benar mereka cepat naik darah, tetapi marahnya tidak lama dan segera dilupakan, sejauh masalah itu hanya menyangkut pribadinya saja.
Menurut Mitologi Batak, tempat asal suku Batak adalah gunung Pusuk Buhit yang terletak di sebelah Barat Laut, Danau Toba.
Pada umumnya, pemberitaan yang dilakukan dari mulut ke mulut tidak dapat di percaya. Hal ini terbukti dengan banyak cerita dan dongeng yang beredar di kalangan bangsa dan suku-suku negeri ini, yang semuanya tidak sesuai dengan pemberitaan alkitab tentang penciptaan yang hanya mempunyai dua versi (yang pertama dalam Kejadian 1 dan dalam Kejadian 2 yang kedu).
Menurut Warneck, hampir semua suku (marga) memiliki dongeng, yang satu sama lain sama sekali tidak mempunyai persamaan, untuk memperoleh gambaran mengenai pola pemikiran tentang terjadinya suku Batak menurut dongeng-dongeng yang dikenal secara luas, berikut ini disajikan salah satu dongeng.
Dalam Mitologi Batak burung layang-layang, berkedudukan seperti kurir atau penghubung antara penghuni langit dengan bumi. Suatu ketika, burung itu di panggil oleh Mulajadi Na Balon, sang Awal Yang Maha Besar yang berkuasa atas segala yang ada, untuk mengantarkan sebuah lodong (poting, bambu tabung air) berisi benih kepada Boru Deak-Parujar, putri seorang dewa yang berada di bumi. Setelah burung itu tiba di tempat Boru Deak, dia berkata : “Boru Deak-Parujar, tenunlah sehelai ulos ragidup (kain adat Batak), kemudian lilitkan ulos itu pada lodong itu lalu bukalah tutup nya. “Setelah Boru Deak-Parujar menenun sehelai ulos, dia melilitkan pada lodong itu kemudian dia buka tutupnya dan dari dalamnya meloncatlah keluar seorang pria. Dialah yang disebut Tuan Mulana (yang awal). Boru Deak menempatkan pria itu disebuah daerah yang terang, lalu dia menyuruh burung itu kembali kepada Mulajadi Na Bolon untuk menyampaikan pertanyaan Boru Deak yang oleh Mulajadi dijawab, “Boru Deak sendirilah yang akan menjadi teman hidupnya !” Dan mulai saat itu Boru Deak-Parujar menjadi seorang manusia seperti Tuan Mulana. Merekalah yang menjadi nenek-moyang orangBatak di atas dunia ini.
Dari cerita tersebut dapat disimpulkan, bahwa suku Batak di zaman keberhalaan sudah percaya pada Allah Yang Esa, yang disebut Mulajadi Na Bolon, yang menjadi awal dari segala yang ada; Dialah Yang Mahatinggi, Allah yang oleh suku Batak di percaya sebagai Allah dari segala ilahi yang menjadikan langit, bumi dan segala isinya, yang secara terus-menerus memelihara hidup ini.


27 April 2009

KERAJAAN NAGUR

Nah mungkin bagi anda penduduk yang berdomisili di daerah simalungun sudah tidak asing lagi mendengar tentang sejarah kerajaan NAGUR ini. Memang tidak banyak tahu tentang sejarah kerajaan ini kerena kerajaan ini tidak begitu besar. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kerajaan tersebut pernah berdiri di tanah batak, di Sumatera Utara. Saya akan bercerita sedikit tentang kerajaan tersebut agar anda yang ingin berkunjung ke Sumatera utara mempunyai daftar perjalanan. Berikut sejarah kerajaan tersebut :


Kerajaan Nagur diperintah secara turun-temurun oleh raja marga Damanik. Semua raja yang pernah memerintah kerajaan ini dijuluki sebagai Raja Nagur. Kerajaan ini bermula sekitar abad ke-14, atau bersamaan waktunya dengan masuknya bangsa Eropah ke Nusantara, dan berakhir sekitar tahun 1770 oleh serangan dari kerajaan Raya yang kala itu diperintah oleh Raja Martuah. Nama "Nagur" ini sekarang diabadikan sebagai nama-nama jalan di beberapa tempat di kabupaten Simalungun. Salah-satunya di kelurahan Sondiraya, kecamatan Raya.


Seperti halnya kerajaan Batangiou, pusat pemerintahan kerajaan ini juga belum diketahui secara pasti. Pdt. J. Wismar Saragih Sumbayak menginventaris dua pendapat yang berbeda, yakni (1)"dekat Tigarunggu" dan (2)"dekat Nagaraja" dengan alasan di sekitar Nagaraja banyak perkampungan yang mengandung nama Nagur, seperti Nagur Bayu, Nagur Usang, Mariah Nagur dan Nagur Raja (sekarang Nagaraja). Pendapat yang lain lagi (Somen Purba, B.A.) mengatakan kerajaan Nagur berdiri di Dolok Silou. Sementara Taralamsyah Saragih Garingging dalam bukunya berjudul "SARAGIH GARINGGING" dengan tegas menyebutkan "Rumah Bolon Nagur" (dapat diartikan sebagai "Istana Nagur") di Nagurusang.

Pada masa jayanya kerajaan Nagur memiliki wilayah yang sangat luas, lebih luas dari kabupaten Simalungun sekarang. Wilayahnya membentang dari tepi timur Danau Toba sampai ke daerah pesisir pantai timur wilayah Sumatera Utara sekarang dan dari Hinalang di utara sampai ke wilayah kabupaten Asahan sekarang. Jadi, wilayah kabupaten Deli Serdang sekarang, pada awalnya juga masih dalam kekuasaan Raja Nagur sebelum didirikannya kerajaan Deli (1508) oleh marga Munthe yang akhirnya direbut oleh pendatang Maya-maya (sebutan orang Simalungun untuk suku bangsa Melayu).

Dengan berdirinya kerajaan Deli, serta ditaklukkannya penguasa-penguasa daerah pesisir pantai (dan dijadikan kerajaan-kerajaan kecil yang tunduk kepada pemerintah Aceh) pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, wilayah Nagur semakin sempit.
Pada saat itulah muncul panglima tangguh di kerajaan Nagur, yakni Tuan Raya Simbolon, leluhur Raja Raya).

KERAJAAN DELI SERDANG - SERDANG BEDAGAI

Mungkin bagi anda yang bukan orang sumatera utara atau bukan orang sumatera khususnya orang suku melayu,anda pasti tidak tahu akan cerita tentang suatu kerajaan yang sekarang menjadi suatu kota di Sumatera Utara. kerajaan itu bernama kerajaan DELI. Saya hendak menceeritakannya sedikit saja kepada anda apa bila anda nantinya berkunjung ke Sumatera Utara. berikut sejarah kerajaan tersebut :





1. Sejarah

Menurut riwayat, seorang Laksamana dari Sultan Iskandar Muda Aceh bernama Sri Paduka Gocah Pahlawan, bergelar Laksamana Khoja Bintan, menikah dengan adik Raja Urung (negeri) Sunggal, sebuah daerah Batak Karo yang sudah masuk Melayu (sudah masuk Islam). Kemudian, oleh 4 Raja-Raja Urung Batak Karo yang sudah Islam tersebut, Laksamana ini diangkat menjadi raja di Deli pada tahun 1630 M. Dengan peristiwa itu, Kerajaan Deli telah resmi berdiri, dan Laksamana menjadi Raja Deli pertama. Dalam proses penobatan Raja Deli tersebut, Raja Urung Sunggal bertugas selaku Ulon Janji, yaitu mengucapkan taat setia dari Orang-Orang Besar dan rakyat kepada raja. Kemudian, terbentuk pula Lembaga Datuk Berempat, dan Raja Urung Sunggal merupakan salah seorang anggota Lembaga Datuk Berempat tersebut.

Dalam perkembangannya, pada tahun 1723 M terjadi kemelut ketika Tuanku Panglima Paderap, Raja Deli ke-3 mangkat. Kemelut ini terjadi karena putera tertua Raja yang seharusnya menggantikannya memiliki cacat di matanya, sehingga tidak bisa menjadi raja. Putera nomor 2, Tuanku Pasutan yang sangat berambisi menjadi raja kemudian mengambil alih tahta dan mengusir adiknya, Tuanku Umar bersama ibundanya Permaisuri Tuanku Puan Sampali ke wilayah Serdang.

Menurut adat Melayu, sebenarnya Tuanku Umar yang seharusnya menggantikan ayahnya menjadi Raja Deli, karena ia putera garaha (permaisuri), sementara Tuanku Pasutan hanya dari selir. Tetapi, karena masih di bawah umur, Tuanku Umar akhirnya tersingkir dari Deli. Untuk menghindari agar tidak terjadi perang saudara, maka 2 Orang Besar Deli, yaitu Raja Urung Sunggal dan Raja Urung Senembal, bersama seorang Raja Urung Batak Timur di wilayah Serdang bagian hulu (Tanjong Merawa), dan seorang pembesar dari Aceh (Kejeruan Lumu), lalu merajakan Tuanku Umar sebagai Raja Serdang pertama tahun 1723 M. Sejak saat itu, berdiri Kerajaan Serdang sebagai pecahan dari Kerajaan Deli.

2. Silsilah

Urutan raja yang berkuasa di Serdang adalah sebagai berikut:

Tuanku Umar (1723-?).
Tuanku Sultan Ainan Johan Almashah (1767-1817)
Tuanku Sultan Thaf Sinar Basarshah (memerintah 1817-1850) M)
Sultan Basyaruddin Shaiful Alamshah (1850-1880)
Sultan Sulaiman Syariful Alamshah (1880-1946).
3. Periode Pemerintahan

Kerajaan Serdang berdiri lebih dari dua abad, dari 1723 hingga 1946 M. Selama periode itu, telah berkuasa 5 orang Sultan. Sultan Serdang I adalah Tuanku Umar, kemudian ia digantikan oleh Tuanku Sultan Ainan Johan Almashah (1767-1817). Tuanku Sultan Ainan Johan Almashah beristerikan Tuangku Sri Alam, puteri Raja Perbaungan. Di masa Sultan Ainan Johan ini, terjadi penyatuan Kerajaan Serdang dan Perbaungan. Ceritanya, sewaktu Raja Perbaungan meninggal dunia, tidak ada orang yang berhak menggantikannya, sebab ia tidak memiliki anak laki-laki. Oleh karena anak perempuan Raja Perbaungan menikah dengan Sultan Serdang, maka akhirnya, Kerajaan Perbaungan digabung dengan Serdang. Jadi, penggabungan ini berlangsung semata-mata karena adanya hubungan kekerabatan, bukan karena peperangan.

Putera Ainan Johan Almashah yang tertua, Tuangku Zainal Abidin, diangkat menjadi Tengku Besar. Suatu ketika ia pergi berperang membantu mertuanya yang sedang terlibat perang saudara merebut tahta Langkat. Dalam peperangan membela mertuanya tersebut, ia terbunuh di Pungai (Langkat) dan digelar Marhom Mangkat di Pungai (1815 M). Untuk menggantikan putera mahkota (di Serdang disebut Tengku Besar) yang tewas, maka, adik putera mahkota, yaitu Tuanku Thaf Sinar Basyarshah kemudian diangkat sebagai penggantinya, dengan gelar yang sama: Tengku Besar.

Ketika Sultan Johan Alamshah mangkat tahun 1817 M, adik Tuangku Zainal Abidin, yaitu Tuanku Sultan Thaf Sinar Basarshah (memerintah 1817-1850 M) diangkat oleh Dewan Orang Besar menjadi raja menggantikan ayahnya. Ketika itu, sebenarnya Tuanku Zainal Abidin, Tengku Besar yang sudah tewas, memiliki putera, namun puteranya ini tidak berhak menjadi raja, sebab, ketika ayahnya meninggal dunia, statusnya masih sebagai Tengku Besar, bukan raja. Jadi, menurut adat Melayu Serdang, keturunan putera tertua tidak otomatis menjadi raja, karena sebab-sebab tertentu.

Demikianlah, pemerintahan baru berganti dan keadaan terus berubah. Pada tahun 1865 M, Serdang ditaklukkan oleh Belanda. Selanjutnya, pada tahun 1907 M, Serdang menandatangani perjanjian dengan Belanda yang melarang Serdang berhubungan dengan negeri luar. Setelah bertahun-tahun dalam pengaruh Belanda, akhirnya, pada tahun 1946 M, di masa pemerintahan Sultan Sulaiman Syariful Alamshah, Serdang bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Wilayah Kekuasaan

Wilayah kekuasaan kerajaan Serdang meliputi Batang Kuis, Padang, Bedagai, Percut, Senembah, Araskabu dan Ramunia. Kemudian wilayah Perbaungan juga masuk dalam Kerajaan Serdang karena adanya ikatan perkawinan.

5. Struktur Pemerintahan

Struktur tertinggi di Kerajaan Serdang dipimpin oleh seorang Raja. Pada masa itu, peranan seorang raja adalah:

Sebagai Kepala Pemerintahan Kerajaan Serdang.
Sebagai Kepala Agama Islam (Khalifatullah fi’l ardh)
Sebagai Kepala Adat Melayu.
Pada masa pemerintahan raja yang ke-2, Tuanku Sultan Ainan Johan Almashah (1767-1817), tersusunlah Lembaga Orang Besar Berempat di Serdang yang berpangkat Wazir Sultan, yaitu :

Raja Muda (gelar ini kemudian berubah menjadi Bendahara)
Datok Maha Menteri (wilayahnya di Araskabu)
Datok Paduka Raja (wilayahnya di Batangkuwis) keturunan Kejeruan Lumu
Sri Maharaja (wilayahnya di Ramunia).
Pembentukan Lembaga Orang Besar Berempat di Serdang ini, disebabkan Raja Urung Sunggal kembali ke Deli, sementara Raja Urung Senembah dan Raja Urung Tg. Merawa tetap menjadi raja di wilayah taklukan Serdang.

Selain para pejabat istana di atas, Sultan juga dibantu oleh Syahbandar (perdagangan) dan Temenggong (Kepala polisi dan keamanan). Sultan Serdang menjalankan hukum kepada rakyat berdasarkan Hukum Syariah Islam dan Hukum Adat seperti kata pepatah, “Adat bersendikan Hukum Syara, Hukum Syara’ bersendikan Kitabullah”.

Sultan Ainan Johan Almashah memperkokoh Lembaga Empat Orang Besar di atas berdasarkan fenomena alam dan hewan yang melambangkan kekuatan, seperti 4 penjuru mata angin (barat, timur, selatan, utara), kokohnya 4 kaki binatang dan azas Tungku Sejarangan (4 batu penyangga untuk masak makanan). Lembaga itu juga melambangkan sendi kekeluargaan pada masyarakat Melayu Sumatera Timur yaitu: suami, isteri, anak beru (menantu) dan Puang (mertua). Demikianlah, pembentukan lembaga di atas didasarkan pada akar budaya masyarakat Serdang sendiri. Selanjutnya, lembaga inilah yang berperan dalam upacara perkawinan maupun perhelatan besar.

6. Kehidupan Sosial-Budaya

Penulisan sejarah yang terlalu berorientasi politik, dengan titik fokus raja, keluarganya dan para pembesar istana menyebabkan sisi kehidupan sosial masyarakat awam jadi terlupakan. Oleh karena itu, bukanlah pekerjaan yang mudah untuk mendapatkan data mengenai kehidupan sosial-budaya pada suatu kerajaan secara lengkap. Berikut ini, sedikit gambaran mengenai kehidupan sosial budaya di Kerajaan Serdang pada periode pemerintahan Sultan Thaf Sinar Basarshah.

Di masa pemerintahannya, Serdang menjadi aman tenteram dan makmur karena perdagangan yang ramai. Ketika utusan Kerajaan Inggeris dari Penang, Johan Anderson, mengunjungi Serdang tahun 1823 M, ia mencatat:

Perdagangan antara Serdang dengan Pulau Pinang sangat ramai (terutama lada dan hasil hutan).
Sultan Thaf Sinar Basarshah (juga bergelar Sultan Besar) memerintah dengan lemah lembut, suka memajukan ilmu pengetahuan dan mempunyai sendiri kapal dagang pribadi.
Industri rakyat dimajukan dan banyak pedagang dari pantai barat Sumatera (orang Alas) yang melintasi pegunungan Bukit Barisan menjaual dagangannya ke luar negeri melalui Serdang.
Baginda sangat toleran dan suka bermusyawarah dengan negeri-negeri yang tunduk kepada Serdang, termasuk orang-orang Batak dari Pedalaman.
Cukai di Serdang cukup moderat.
Semua hal di atas bisa terjadi karena Sultan berpegang teguh pada pepatah adat Melayu. Di antara pepatah dan adat tersebut adalah:

secukap menjadi segantang, yang keras dibuat ladang, yang becek dilepaskan itik, air yang dalam diperlihara ikan;
genggam bara, biar sampai menjadi arang (sabar menderita mencapai kejayaan);
cencaru makan petang, bagai lebah menghimpun madu (meskipun lambat tetapi kerja keras maka pembangunan terlaksana);
hati Gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah (melaksanakan kerja pembangunan dengan berhasil baik bersama-sama).
Dalam perkembangannya, karena Sultan Thaf Sinar Basarshah ini amat berpegang teguh pada adat Melayu disertai sikap lemah lembut dan sopan, akhirnya banyak rakyat Batak di pedalaman yang masuk Melayu (Islam). Atas dasar jasa-jasanya, maka, ketika Sultan Thaf Sinar Basarshah mangkat pada tahun 1850 M, para Orang Besar dan rakyat Serdang memberikan penghormatan untuknya dengan gelar Marhom Besar.


24 April 2009

KONDISI DANAU TOBA SANGAT MENGKHAWATIRKAN

Medan-Gubernur Sumatera Utara, H Syamsul Arifin mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi ekosistem Danau Toba yang terus menurun dan bisa mematikan objek wisata andalan Sumut itu.
"Karenanya ke depan harus kembali digalakkan pelaksanaan berbagai proyek yang berorientasi ke masa depan di Danau Toba agar objek wisata ini kembali hidup," katanya ketika membuka Rapat III Dewan Manajemen Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Danau Toba (BKPEDT) di Medan, Selasa (17/2).

Ia mengakui kawasan Danau Toba saat ini mengalami tekanan oleh beragam aktivitas yang kurang mengindahkan prinsip kelestarian lingkungan, seperti pembakaran lahan dan semak belukar untuk mendapatkan rumput ternak atau dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah dan sampah. Padahal, dalam UU No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan PP No 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Danau Toba telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan strategis nasional.

"Karena itu untuk mengelola Danau Toba yang berwawasan lingkungan, saya minta proyek yang dilaksanakan berorientasi masa depan tidak hanya seremonial. Kalau tidak, dalam 10 tahun ke depan Danau Toba bisa saja jadi tinggal kenangan," katanya.

Gubernur juga meminta pengelolaan Danau Toba bisa memberi kesejahteraan secara ekonomi kepada seluruh masyarakat di kawasan Pantai Barat Sumut. Karena itu ia meminta para pihak termasuk para tokoh Batak di perantauan memberi masukan bagi pembenahan ekosistem Danau Toba.

Menurutnya dewasa ini Danau Toba tidak hanya dihadapkan pada masalah kritisnya lahan penghijauan di kawasan daerah tangkapan air, tetapi juga menyangkut limbah domestik, persoalan keramba jaring apung, termasuk harus menerima dampak dari operasional pabrik di sekitar ekosistem Danau Toba. "Ini yang harus dicarikan solusinya. Bila ekosistem Danau Toba hancur, dampaknya akan mengurangi pasokan oksigen bagi wilayah hilirnya, termasuk kita yang hidup di Kota Medan ini," ujarnya.

Pada rapat itu disepakati perlunya ketegasan sekaligus sinergitas berbagai pihak mulai dari provinsi, kabupaten/kota dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di instansi terkait untuk mengembangkan Danau Toba ke depan. Kebersamaan tersebut diyakini akan memberi dukungan bagi pembangunan "Lake Toba Ecosystem Research Center" di Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Makanya saudaraku jangan lagi kita rusak danau toba kita yang sangat indah itu, mari kita bersama-sama untuk menjaga keasrian alam danau Toba, apa lagi kita baru saja memperingati hari Bumi.

SEJARAH KOTA SIBOLGA

Mungkin bagi anda orang telah tinggal di propinsi Sumatera Utara sudah tidak asing lagi dengar kata "Sibolga". Tapi anda yang belum tau tentang sejarah kota Sibolga yang merupakan salah satu kota tujuan wisata di Sumatera Utara, berikut saya akan menceritakan sedikit. Berikut ceritanya :

Kota Sibolga adalah salah satu Kota di Provinsi Sumatra Utara. Wilayahnya seluas 3.356,60 ha yang terdiri dari 1.126,9 ha daratan Sumatera, 238,32 ha daratan kepulauan, dan 2.171,6 ha lautan. Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan Kota Sibolga adalah Pulau Poncan Gadang, Pulau Poncan Ketek, Pulau Sarudik dan Pulau Panjang. Secara geografis kawasan ini terletak di antara 1 42' - 1 46' LU dan 98 44' - 98 48 BT dengan batas-batas wilayah: Timur, Selatan, Utara pada Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Barat dengan Teluk Tapian Nauli. Letak kota membujur sepanjang pantai dari Utara ke Selatan menghadap Teluk Tapian Nauli. Sementara sungao-sungai yang dimiliki, yakni Aek Doras, Sihopo-hopo, Aek Muara Baiyon dan Aek Horsik

Sementara wilayah administrasi pemerintahan terdiri dari tiga kecamatan dan 16 kelurahan. Ketiga kecamatan itu yakni Kecamatan Sibolga Utara dengan empat kelurahan, Kecamatan Sibolga Kota dengan empat kelurahan, dan Kecamatan Sibolga Selatan dengan delapan kelurahan.

Berikut sakilas sejarah terbentuknya kota SIBOLGA, yang saya kutip dari berbagai sumber:

Sultan Hutagalung Menurut penulis Sejarah Sibolga, Tengku Luckman Sinar SH—dengan mengutip hasil catatan riset seorang pembesar Belanda, EB Kielstra - disebutkan bahwa sekitar tahun 1700 seorang dari Negeri Silindung bernama Tuanku Dorong Hutagalung mendirikan Kerajaan Negeri Sibogah, yang berpusat di dekat Aek Doras. Dalam catatan EB Kielstra ditulis tentang Raja Sibolga: "Disamping Sungai Batang Tapanuli, masuk wilayah Raja Tapian Nauli berasal dari Toba, terdapat Sungai Batang Sibolga, di mana berdiamlah Raja Sibolga."

Penetapan tahun 1700 itu diperkuat analisis tingkat keturunan yakni bahwa Marga Hutagalung yang telah berdiam di Sibolga sudah mencapai sembilan keturunan. Kalau jarak kelahiran antara seorang ayah dengan anak pertama adalah 33 tahun -angka ini adalah rata-rata usia nikah menurut kebiasaan orang Batak—lalu dikalikan jumlah turunan yang sudah sembilan itu, itu berarti sama dengan 297 tahun. Maka kalau titik tolak perhitungan adalah tahun 1998, yaitu waktu diselenggarakannya Seminar Sehari Penetapan Hari Jadi Sibolga pada 12 Oktober 1998, itu berarti ditemukan angka 1701 tahun.

Tentang nama atau sebutan Sibolga, dicerita-kan bahwa pada awal-nya Ompu Datu Hurinjom yang membuka perkampungan Simaninggir, mempu-nyai postur tubuh tinggi besar, di samping memiliki tenaga dalam yang kuat. Adalah tabu bagi orang Batak menyebut nama seseorang secara langsung apalagi orang tersebut lebih tua dan dihormati, maka untuk menyebut nama kampung yang dibuka Ompu Datu Hurinjom dipakai sebutan "Sibalgai", yang artinya kampung atau huta untuk orang yang tinggi besar.

Asal kata Sibolga dengan pengertian tersebut lebih dapat diterima daripada untuk istilah "Bolga-Bolga", yaitu nama sejenis ikan yang hidup di pantai berawa-rawa; atau istilah "Balga Nai" yang berarti besar untuk menunjukkan ke arah luasnya lautan. Orang Batak biasanya menggunakan kata "bidang" untuk menggambarkan sesuatu yang luas, bukan kata balga yang berarti besar.

Tapi apa pun kisah awal kelahiran nama dan Kerajaan Sibolga, kota di Teluk Tapian Nauli ini telah menjalankan peran sejarah yang sangat berarti. Di masa lalu Sibolga berjaya sebagai pelabuhan dan gudang niaga untuk barang-barang hasil pertanian dan perkebunan seperti karet, cengkeh, kemenyan dan rotan. Inggris bahkan pernah menjadikan Sibolga sebagai pelabuhan gudang niaga lada terbesar di Teluk Tapian Nauli.

Lebih dari itu, berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 7 Desember 1842 tempat kedudukan Residen Tapanuli dipindahkan dari Air Bangis ke Sibolga, dan sejak itulah Sibolga resmi menjadi Ibukota Keresidenan. Meski statusnya sebagai Ibukota Keresidenan sempat dipindahkan ke Padang Sidempuan antara tahun 1885 - 1906, namun predikat itu akhirnya kembali lagi ke Sibolga berdasarkan Staadblad yang dikeluarkan pada 1906 itu.

Dalam perjalanannya, pada 1850, di masa Mohd Syarif menjadi Datuk Poncan, bersama-sama dengan Residen Kompeni Belanda bernama Conprus, mereka pindah dari Pulau Poncan ke Pasar Sibolga. Pada tahun ini pula rawa-rawa besar itu ditimbun untuk menyusunnya menjadi sebuah negeri pula.

Sibolga jolong basusuk
Banda digali urang rantau
Jangan manyasa munak barisuk
Kami sapeto dagang sansai

Maksudnya yakni bahwa pada mulanya Kota Sibolga ini dibangun dengan menggali parit-parit dan bendar-bendar untuk mengeringkan rawa-rawa besar itu, dengan menggerakkan para narapidana (rantai) serta ditambah dengan tenaga-tenaga rodi, ditim-bunlah sebagian rawa-rawa itu dan berdirilah negeri baru Pasar Sibolga.

Di masa Sibolga dibangun menjadi kota, istana raja yang berada di tepi Sungai Ack Doras dan pemukiman di sekelilingnya dipindahkan ke kampung baru, Sibolga Ilir. Di atas komplek tersebut dibangun pendopo Residen dan perkantoran Pemerintah Belanda. Walaupun pada tahun 1871 Belanda menghapuskan sistem pemerintahan raja-raja dan diganti dengan Kepala Kuria, namun Anak Negeri menganggapnya tetap sebagai Raja dan sebagai pemangku adat.

Sementara Datuk Poncan di Sibolga diberi jabatan sebagai Datuk Pasar dan tugasnya memungut pajak anak negeri yang tinggal di Kota Sibolga terhadap warga Cina perantauan, Di dalam melaksanakan tugasnya, Datuk Pasar dibantu oleh Panghulu Batak, Pangulu Malayu, Pangulu Pasisir, Pangulu Nias, Pangulu Mandailing dan Pangulu Derek.

Pada 1916 Datuk Stelsel dihapuskan serta diganti dengan Demang Stelsel, mengepalai satu-satu distrik menurut pembagian yang diadakan, dalam mana Pasar Sibolga masuk Distrik Sibolga, sebagaimana beberapa resort kekuriaan. Untuk memudahkan kontrol berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Keresidenan Tapanuli dibagi menjadi tujuh Afdeling yaitu Afdeling Singkil, Sibolga, Nias, Barus, Natal, Angkola dan Mandailing. Sedangkan Afdeling Sibolga terdiri dari beberapa distrik yakni Distrik Sibolga, Distrik Kolang, Tapian Nauli, Sarudik, Badari, dan Distri Sai Ni Huta.

Pada masa Pemerintahan Militer Jepang, Kota Sibolga dipimpin oleh seorang Sityotyo (baca: Sicoco) di samping jabatannya selaku Bunshutyo (baca: Bunsyoco), tapi dalam kenyataanya adalah Gunyo yang memegang pimpinan kota sebagai kelanjutan dari Kepala Distrik yang masih dijabat oleh bekas demang, ZA Sutan Kumala Pontas.

Pada masa pendudukan Jepang, Mohammad Sahib gelar Sutan Manukkar ditunjuk sebagai Kepala Kuria dengan bawahan Mela, Bonan Dolok, Sibolga Julu, Sibolga Ilir, Huta Tonga-tonga, Huta Barangan dan Sarudi. Beliau inilah yang menjadi Kepala Kuria yang terakhir di Sibolga karena setelah zaman kemerdekaan, sekitar tahun 1945 istilah Kepala Kuria praktis sudah tidak ada lagi.

Mengenai Sejarah Kuno Sibolga

Tidak dapat diketahui secara pasti sejak kapan bumi Teluk Tapian Nauli mulai dihuni orang. Namun berdasarkan sejumlah catatan sejarah, diperkirakan sejak tahun 1500 sudah terjadi hubungan dagang antara para penghuni Teluk Tapian Nauli dengan dunia luar yang paling jauh yakni negeri orang-orang Gujarat dan pendatang dari negeri asing lain seperti Mesir, Siam, Tiongkok. Para golongan terkemuka Tapian Nauli juga sudah dikenal di Mesopotamia, paling tidak melalui sejarah lisan yang dibawa saudagar Arab.

Tercatat pula bahwa pada tahun 1500 itu pelaut Portugis sudah hilir mudik di lautan dalam rangka mencari dan mengumpulkan rempah-rempah untuk dibawa ke Eropa. Uang Portugis yang beredar di kalangan masyarakat yang berdiam di Teluk Tapian Nauli saat itu merupakan salah satu bukti. Ketika itu keberadaan Teluk Tapian Nauli sangat penting. Selain sebagai pangkalan pengambilan garam, dusun ini terkenal juga sebagai pangkalan persinggahan perahu-perahu mancanegara guna mengambil air untuk keperluan pelayaran jauh.

Peranan Teluk Tapian Nauli sebagai pangkalan persinggahan dan pelabuhan dagang semakin dikukuhkan ketika Belanda dan Inggris memasuki wilayah itu di kemudian hari. Kapal Belanda di bawah pimpinan Gerard De Roij datang kepantai Barat Sumatera—Teluk Tapian Nauli—pada 1601. Sedangkan Inggris memasuki wilayah ini pada 1755.

Kehadiran dan gerak langkah Belanda dan Inggris di Teluk Tapian Nauli bisa dilihat dari beberapa kronologi peristiwa berikut ini:

1604 : Perjanjian antara Aceh dengan Belanda, yaitu antara Sultan Iskandar dengan Oliver.

1632 : Kapal Belanda mulai berhadapan dengan Inggris di Pantai Barat Sumatera dalam rangka kepentingan dagang.

1667 : Belanda mendirikan benteng (loji) di Padang.

1668 : Belanda mulai dengan politik adu domba, menghasut Tiku dan Pariaman lepas dari Aceh. Barus pro Pagaruyung diusir dari berbagai tempat.

1669 : Setelah berkuasa di Sumatera Barat, Belanda mulai mengincar pesisir Tapanuli dan mendirikan loji di Barus.

1670 : Karena keserakahan Belanda (VOC) dengan praktek dagangnya yang monopolistis, pemberontakan di Barus terhadap Belanda tidak dapat dielakkan dan terus meningkat. Raja Barus dibantu oleh adiknya Lela Wangsa berhasil mengusir Belanda dan menghancurkan loji Belanda.

1678 : Belanda dapat membalas, namun pada ketika itu perang sengit antara Raja Barus dengan Belanda terus berkobar. Raja Barus melakukan taktik gerilya. Putera raja di Hulu berhasil membuhuh dokter Belanda dan seorang serdadu Belanda. Namun Belanda berhasil menangkap Raja I^ela Wangsa dan membuangnya ke Afrika Selatan.

1733 : Belanda semakin merajalela dengan berhasilnya menangkap Raja Barus. Seterusnya bukan hanya Barus saja yang diserang, tapi Belanda juga menyerang Sorkam. Kolang dan Sibolga.

1734 : Oleh karena Belanda telah melakukan penyerangan terhadap Raja-Raja yang ada di Teluk Tapian Nauli, maka Raja-Raja yang ada di Teluk Tapian Nauli mengkonsolidasikan diri, maka lahun ini terjadilah peperangan secara besar-besaran terhadap Belanda. Serangan datang dari Sibolga, Kolang, Sorkam dan Barus dipelopori anak Yang Dipertuan Agung Pagaruyung.

1735 : Belanda terkejut dan kewalahan menghadapi peperangan ini. Belanda melakukan penelitian, dan ternyata diketahui bahwa semangat patriotisme yang dikobarkan dari Raja Sibolga itulah sumber kekuatan. Belanda ingin melampiaskan rasa penasarannya kepada Raja Sibolga, namun tidak berhasil, Antara 1755-1815 pesisir Pantai Barat Sumatera Utara, Teluk Tapian Nauli, berada di bawah pengaruh Inggris. Pada 1755 Inggris memasuki Tapian Nauli dan membuat benteng di Bukit Pulau Poncan Ketek (Kecil). Mereka mulai menguasai loji-loji Belanda dan markas Aceh yang berada di pesisir Barat Tapanuli.

1758 : Pasukan Inggris mulai mengusir loji-loji Belanda dan juga markas Aceh dari pesisir barat Tapanuli. Silih berganti usir-mengusir antara Inggris dengan Belanda.

1761 : Perancis meninggalkan Poncan. Kemudian Inggris datang bekerjasama dengan penduduk Tapian Nauli dan Sibolga.

1770 : Karena suasana perdagangan mulai tenang, maka Inggris mendatangkan budak dari Afrika dan India untuk mengerjakan urusan dagang dan perkebunan Inggris. Kuria Tapian Nauli dan Raja Sibolga merasa keberatan atas tindak tanduk Inggris ini.

1771 : Stains East Indian Company Inggris di Tapanuli dinaikkan menjadi "Residency Tappanooly".

1775 : Karena dagang Inggris mulai menurun karena tidak mendapat simpati dari Kuria Tapian Nauli dan Raja Sibolga, maka Belanda mengambil kesempatan mengadakan perjanjian dagang dengan Kuria Tapian Nauli dan Raja Sibolga.

1780 : Puncak perselisihan antara Belanda dengan Inggris adalah persoalan monopoli garam. Kesempatan ini dipergunakan oleh Aceh untuk menyerang Inggris di Teluk Tapian Nauli. Aceh untuk sementara dapat menduduki Teluk Tapian Nauli, akan tetapi Inggris meminta bantuan dari Natal dan Inggris kembali menduduki Tapian Nauli (Poncan Ketek).

1786 : Aceh kembali menyerang Inggris di Tapian Nauli. Serangan ini tidak berhasil karena Inggris meminta bantuan ke Natal.

1801 : Jhon Prince ditetapkan menjadi Residen Tapanuli berkedudukan di Poncan Ketek. Sejak saat itu Poncan Ketek mulai ramai didatangi oleh orang Cina, India, dan lain-lain.

1815 : Residen Jhon Prince mengadakan kontrak perjanjian dengan Raja-Raja sekitar Teluk Tapian Nauli, termasuk Raja Sibolga. Perjanjian ini disebut "Perjanjian Poncan" atau "Perjanjian Batigo Badusanak".

1825 : Inggris menyerahkan Poncan kepada Belanda, sebagai realisasi Traktat London 17-3-1824.

1850 : Belanda mulai menata pemukiman di Sibolga dengan menimbun rawa-rawa dan membuat parit-parit.

1851 : Pengukuhan Adat Pusaka di Teluk Tapian Nauli dan sekitarnya oleh Residen Tapanuli


MEMILIH PAKET WIASATA

Mungkin anda bingung saat anda telah berencana akan melakukan wisata ke suatu daerah. Kemudian anda hendak memilih paket wisata, namun anda bingung memilih paket apa yang akan anda pilih. Berkikut saya berikan sedikit tips memilih paket wisata yang akan anda pilih nantinya:


· Lakukan reservasi atau pemesanan tempat sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan. Biasanya pihak agen perjalanan wisata memberikan potongan harga bagi pelanggan yang memesan paket tour/paket perjalanan wisata tempat jauh-jauh hari.

· Pilih agen perjalanan wisata yang berkualitas dan punya kredibilitas tinggi. · Jeli memilih paket-paket wisata yang ditawarkan oleh agen perjalanan wisata. Jangan tergoda dengan tawaran tour package harga murah. Perhatikan kesesuaian antara harga dengan fasilitas yang paket wisata ditawarkan.

· Perhatikan keseluruhan isi dari paket tour yang akan Anda pilih, yang meliputi hotel, pesawat, fasilitas dan tempat wisata. Tour murah tidak menjamin pelayanan.

· Salah satu keuntungan mengikuti paket perjalanan wisata adalah, Anda tak perlu repot-repot mengatur jadwal kegiatan. Kekurangannya, Anda terikat jadwal yang telah ditetapkan pihak tour wisata. Agar liburan sukses, konsultasikan keinginan Anda pada pihak agen tour wisata.

· Adakalanya promo khusus ke daerah tujuan wisata tertentu. Kita bisa memanfaatkannya. Harus diingat jangan asal memilih paket wisata murah / paket tour murah / paket perjalanan murah.


Sekian sedikit tips saya, kiranya berguna dalam membantu anda untuk memilih paket wisata anda nantinya.

14 April 2009

PERSIAPAN DALAM WISATA ATAU PERJALANAN

Dalam postingan berikut saya akan memaparkan beberapa hal yang mungkin sebagian besar orang menganggap hal sepele dalam melakukan setiap perjalanan. jangan pernah anggap sepele akan informasi ini. mohon diperhatikan bagi anda yang akan melakukan perjalanan atau bagi anda wisata yang akan melakukan wisata. semoga informasi ini beguna bagi kita semua.


Beberapa hala yang perlu diprehatikan dalam setiap perjalanan yaitu :


A. KIAT MENGEPAK SAAT HENDAK BEPERGIAN


Ada dua jenis orang bepergian di dunia ini: mereka yang bawaannya sedikit dan mereka yang berharap bawaanya bisa sedikit. Masuk kategori manakah Anda? Agar semua barang yang dibutuhkan selama perjalanan masuk dalam tas namun tas tetap terasa ringan serta kelihatan ringkas, ikuti panduan berikut.
Buat Rencana dan Berpeganglah Pada Rencana Itu

Seperti seorang arsitek yang membangun gedung, begitu pula orang merencanakan isi koper. Buatlah daftar barang bawaan. Daftar barang dapat mencegah kepanikan pada menit-menit terakhir proses pengepakan, berfungsi sebagai panduan ketika mengepak lagi pada akhir perjalanan, dan berguna dalam kondisi tidak menguntungkan seperti kehilangan atau kecurian bagasi.

Ketika merencanakan pakaian mana saja yang hendak dibawa, pertimbangkan acara yang akan Anda ikuti, siang atau malam hari, dan catat perlengkapan (pakaian) yang mungkin cocok untuk setiap acara. Periksa kembali daftar untuk memastikan jika sepotong pakaian dapat dipakai untuk berbagai acara. Bawalah pakaian yang bisa berpadu dengan yang lain, berdasarkan kesesuaian warna.

Periksa ramalan cuaca di daerah tujuan dan buat rencana berdasarkan ramalan tersebut. Pastikan Anda tahu kebiasaan masyarakat lokal, misalnya pakai t-shirt untuk jamuan makan malam bisa menjadi satu kesalahan fatal, atau baju lengan buntung mungkin akan menghalangi Anda memasuki ke tempat-tempat seperti Basilika Santo Petrus di Vatican City. Untuk hampir semua kegiatan luar ruang, bawalah beberapa pakaian yang bisa dipakai berlapis.

Abaikan aturan kenakan pakaian sesuai dengan acara. Dunia saat ini umumnya memberi kelonggarkan terhadap dress code - untuk turis tampaknya ada semacam tolenransi. Warna gelap -pakaian warna hitam atau blue jaket- memungkin Anda bisa masuk ke berbagai acara makan malam dan pertunjukkan.

Mengepak atau Tidak Mengepak? Itulah Pertanyaannya!

Begitu daftar pakaian telah dibuat, berpatokanlah pada hal itu. Saat mengepak, tatalah jenis barang yang hendak Anda bawa dan periksalah kembali daftar. Pastikan bahwa pakaian yang hendak dibawa itu bersih serta siap untuk dikemas. Kontak biro perjalanan mengenai ketersedian berbagai perlengkapan kamar hotel, seperti hair dryer, seterikaan dan papan seterika, sabun, sampo, dan lain sebagainya, sehingga Anda tahu apa yang tidak perlu dan yang harus dibawa.

Untuk perhiasan prinsipnya adalah jangan bawa barang berharga jika Anda tidak mau kehilangan barang tersebut. Jangan bawa pakaian yang dapat menarik pencuri. Bawa perlengkapan make up secukupnya demi menghemat ruang, tidak usah bawa parfum jika pelembab saja sudah cukup.

Khusus untuk alat-alat kecantikan, travel kits selalu menjadi jawaban. Punya travel kit yang selalu tersedia dalam kotak yang kedap air akan menghemat waktu mengepak sebelum perjalanan dan huru-hara setelah kepulangan. Kebanyakan alat-alat kecantikan personal untuk kepentingan traveling tidaklah mahal, jadi belilah perlengkapan semacam itu kapan saja Anda lihat sehingga saat tiba di tempat tujuan, Anda tidak bingung karena botol gel rambut kesukaan Anda kosong misalnya. Jangan mengisi botol sampai penuh karena tekanan udara dalam kabin pesawat dapat menyebabkan isi botol jadi kepenuhan dan meluber.

Setiap barang yang hendak Anda bawa, visualisasikan bagaimana membuatnya jadi lebih kecil, seperti mem-fotocopy halaman atau peta tertentu dari sebuah buku panduan alih-alih membawa buku itu seutuhnya. Biasakan hidup efisien. Bawalah hanya satu botol pelembab untuk aneka kebutuhan alih-alih bawa banyak botol pelembab untuk tangan, kaki, dan wajah. Bawalah sikat gigi biasa atau pisau cukur dari pada yang model elektrik.

Film dan aneka aksesoris dapat dibeli di mana saja dan biasanya mudah memperolehnya, jadi berhematlah ruang koper dengan meninggalkan barang-barang seperti itu di rumah. Ciptakan sedikit petualangan dalam perjalanan dengan mencari tempat belanja barang lokal untuk deodorant dan pelembab.

Saat terjadi peristiwa insidental, sejumlah barang akan sangat diperlukan. Barang-barang penting yang diperlukan antara lain alat-alat P3K, kaleng berisi aspirin, dan pelembab anti matahari, serta pengering khusus dalam ruangan jika memang diperlukan. Pisau Swiss akan sangat membantu, baik untuk mengupas buah atau pun membuka botol. Ingat, pisau swiss tidak diijinkan masuk pesawat, jadi bawalah pisau itu dalam bagasi yang sudah dicek

Begitu travel kit Anda lengkap, pastikan itu dikemas dalam tas yang selalu Anda bawa dan pastikan itu semua ada di tangan Anda selama penerbangan.

Seni Mengepak

Sekarang Anda tahu apa yang dibawa, mulailah mengepak. Setrika semua pakaian sebelum dimasukan ke dalam tas. Jika semuanya rapi dan bersih, besar kemungkinan pakaian itu akan tetap rapi dan bersih ketika akan dikeluarkan. Kancing semua kancing dan tutup semua resleting.

Belajarlah melipat. Lipatlah seperti orang di toko-toko pakaian -mereka menggunakan metode itu untuk suatu alasan. Semakin baik lipatan, semakin sedikit kusutan pada baju. Semua pakaian dapat dilipat dalam aneka cara, t-shirt, jeans, kemeja dan pakaian olah raga dapat digulung dan ditempatkan dalam tas ransel atau travel pack.

Metode saling mengunci (interlock) dalam melipat pakaian sangat ideal untuk penyimpanan dalam koper. Tumpukkan dua potong pakaian secara merata kemudian lipat yang satu ke dalam yang lain sehingga yang satu melindungi yang lain supaya tidak lecek. Letakan kertas tisu di antara lapisan pakaian juga akan membantu mencegah pakaian jadi kusut.

Jika menggunakan metode melipat dan menumpuk, tatalah secara kronologis, tempatkan pakaian yang dipakai pertama kali di posisi paling atas. Hal ini akan mencegah isi koper diobrak-abrik untuk mencari pakaian tertentu yang hendak dipakai. Paklah dengan kencang atau ketat. Pengepakan yang longgar akan menyisakan ruang yang sesungguhnya berguna dan dapat menyebabkan pakaian lecek. Hindari adanya ruang kosong, seperti di dalam sepatu. Bagian dalam sepatu sangat cocok untuk kaus kaki atau pakaian dalam.

Bawalah selalu dokumen perjalanan, obat-obatan, perhiasan, traveler's checks, kunci dan barang-barang berhargai lainnya dalam tas jinjing (tas yang selalu melekat pada Anda). Barang-barang seperti itu jangan pernah dimasukan dalam bagasi.

Beri label pada setiap koper, pada bagian dalam maupun luar, dengan nama dan nomor teleponAnda, tetapi jangan menuliskan alamat rumah. Jika alamat diperlukan, cantumkan saja alamat kantor.

Keluarkan atau periksa isi tas segera setelah Anda tiba di hotel demi mencegah pakaian tambah lecek. Ketika Anda hendak pulang ke rumah, ingatlah bahwa pakain kusut dan kotor membutuhkan banyak tempat. Maka, telitilah saat melipat pakaian, kemaskan barang-barang Anda sama seperti saat Anda pertama kali meninggalkan rumah.


B. CARA AMAN MEMABAWA UANG SAAT BEPERGIAN

Jangan bawa banyak uang tunai! Ini salah satu tips umum bagi orang yang bepergian. Namun banyak atau sedikit jumlah uang yang dibawa, Anda tetap membutuhkan kiat jitu agar uang atau alat pembayaran lain yang dibawa tetap aman. Silakan simak tips berikut.

JANGAN menaruh telur dalam satu keranjang. Demi mengurangi risiko, simpan uang dan alat pembayaran lain (kartu debit, kredit, atau traveler's cheque) di berbagai tempat dalam tas dan kantong pakaian. Ini merupakan langkah antisipatif agar ketika salah satu tempat penyimpanan itu bermasalah, katakan isinya dicopet orang, masih ada kantong-kantong pendanaan lain untuk melanjutan perjalanan. Namun Anda harus ingat tempat-tempat penyimpanan itu. Kelupaan bisa membuat bencana tersendiri.

CIPTAKAN tempat-tempat penyimpanan uang atau kartu selain mengandalkan dompet atau tas pinggang. Money belt merupakan salah satu pilihan yang aman. Money belt ada yang berbentuk seperti ikat pinggang dengan sejumlah kantong di bagian dalamnya. Ada juga yang modelnya berupa kantong bertali yang diikatkan di pinggang dan dipakaikan seperti baju dalam.

KHUSUS untuk perempuan, Anda bisa membuat kantong kecil yang bisa diselipkan di bagian dalam bra (bra money pocket). Kantong ajaib itu bisa dipindahkan ketika Anda mengganti bra.

UNTUK alat pembayaran berupa kartu kredit, kartu debit atau traveler's cheque, sebaiknya Anda membawa kartu yang diterbitkan bank atau lembaga keuangan yang punya jaringan internasional agar mudah digunakan di mana-mana. Sebelum berangkat pastikan bahwa daerah tujuan Anda memiliki fasilitas teknologi dan jaringan lembaga keuangan yang memungkinkan alat-alat pembayaran itu bisa digunakan.

JIKA Anda ke luar negeri, tukarkan terlebih dahulu sebagian uang dengan mata uang yang berlaku di negara tujuan. Uang dollar Amerika Serikat (AS) umumnya bisa diterima di mana-mana. Money changer umunya hanya mau menerima uang dalam kondisi baik. Pastikan setiap lembar uang Anda tersimpan rapi, tidak dilipat dan tidak ada bekas lipatan.


C. CARA MENYIAPKAN BUDGET DALAM PERJALANAN NANTINYA

Beberapa minggu kedepan anda akan memasuki masa liburan sekolah, dimana putra-putri anda yang masih usia sekolah akan mendapat liburan panjang usai menjalani ujian akhir. Sebagian besar keluarga menjadikannya moment liburan sekolah sebagai moment untuk melakukan perjalanan wisata keluarga.

Liburan yang baik adalah liburan yang selain berkesan bagi semua yang menjalaninya, juga tidak menimbulkan permasalahan lain, terutama masalah keuangan sesudahnya. Jika hal tersebut terjadi yang ada bukan having fun yang anda dapatkan, tapi malapetaka. Untuk itu dibutuhkan sebuah perencanaan budget liburan yang bijaksana agar kecerian liburan pada saat dan sesudah liburan terwujud. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa berguna bagi anda dalam menyusun anggaran liburan:

1. Lakukan review dari pengeluaran liburan tahun lalu

Seberapa besar budget yang sanggup untuk anda keluarkan untuk liburan tahun ini bisa dilihat dari pengeluaran liburan anda tahun lalu. Reviewlah pengeluaran anda tahun lalu, dari mulai makanan, penginapan, transportasi, pakaian khusus, kartu pos, tiket masuk tempat wisata, oleh-oleh, sampai biaya printilan-printilan kecil lainnya. Yang terpenting anda harus jujur dalam membuat review ini.

2. Perhatikan apakah pengeluaran anda tahun lalu sesuai target atah malah nombok

Setelah anda melakukan review pengeluaran liburan tahun lalu, kini saatnya anda tentukan apakah pengeluaran liburan anda tahun lalu sesuai target atau malah melebihinya hingga anda harus nombok. Jika pengeluaran anda sesuai budget maka anda akan dapat angka target budget liburan anda tahun ini.

3. Jika dana anda belum mencapai perkiraan budget liburan tahun ini

Jika ternyata setelah dihitung dana anda belum mencapai budget liburan anda tahun ini, yang harus anda lakukan adalah berkomunikasi dengan anggota keluarga anda. Bicarakan apa yang mungkin bisa kalian lakukan bersama untuk memenuhi budget itu, misalnya dengan mengurangi budget makan direstoran, membawa bekal ke sekolah atau kekantor, mengurangi biaya nonton film ke bioskop dan sebagainya.

4. Buat list oleh-oleh; kemudian cek list tersebut dua kali

Catatlah setiap orang yang mungkin ingin anda beri oleh-oleh, termasuk juga list dari suami dan anak-anak anda, pastikan anda mengecek nya dua kali agar tidak ada yang terlupa. Tentukan nilai oleh-oleh tersebut, lalu tetaplah stick pada nilai tersebut.

5. Say No pada Godaan

Sebuah toko paling tahu bagaimana cara mendisplay produk-produknya sehingga membuat siapapun yang melihat tergoda untuk membeli. Dari pada terlanjur merasa bersalah kemudian, ada baiknya anda bisa menahan godaan tersebut.

6. Putuskan cara pembayaran yang anda pilih

Konsultan keuangan seringkali menyarankan kita untuk selalu melakukan pembayaran dengan cara cash, hal ini bertujuan untuk menjaga agar pengeluaran anda tidak melebihi budget yang anda sediakan, namun kadang kala membayar dengan kredit card menawarkan kemudahan bagi penggunanya.

7. Jangan stres karena pengaturan budget

Jangan biarkan pengaturan budget liburan memancing emosi anda hingga membuat anda stres karena menahan keinginan anda membeli sesuatu, sebalik lihatlah sisi jangka panjangnya, dimana anda akan merasakan manfaatnya saat setelah masa liburan berakhir. Menghindari pengeluaran yang berlebihan saat liburan adalah hadiah terbaik yang akan anda terima pasca liburan anda kelak.

07 April 2009

CERITA TENTANG KABUPATEN SIMALUNGUN - SUMATERA UTARA

Mungkin anda pernah berkunjung ke kabupaten Simalungun, bahkan anda mungkin juga pernah berkunjung ke kota Pematangsiantar. Tapi apakah anda pernah mendengarkan cerita yang merupakan awal terbentuknya nama kabupaten Simalungun. mungkin saya bisa bercerita sedikit mengenai itu.

Simalungun merupakan salah satu suku asli dari Sumatera Utara, Indonesia. Simalungun juga merujuk pada nama sebuah kotamadya, yaitu Kotamadya Simalungun dengan ibukota Pematangsiantar. Dalam bahasa Simulungun, kata “simalungun” memiliki kata dasar “lungun” yang berarti “sunyi”. Diberikan nama demikian, karena penduduk daerah itu masih sedikit dan pemukiman mereka terletak saling berjauhan. Orang Batak Toba menyebutnya “Si Balungu”, sedangkan orang Karo menyebutnya “Batak Timur”, karena bertempat di sebelah timur mereka.

Kotamadya Simalungun memiliki ragam warisan tradisi, salah satunya adalah cerita rakyat. Di daerah ini, terdapat cerita rakyat yang sangat terkenal, yaitu Kisah Putri Ular. Cerita ini mengisahkan kegagalan seorang putri raja yang cantik jelita untuk dijadikan permaisuri oleh seorang raja muda yang tampan, karena sang putri tiba-tiba menjelma menjadi seekor ular. Peristiwa apa sebenarnya yang terjadi, sehingga sang putri cantik itu menjelma menjadi seekor ular? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini!

* * *

Alkisah, di suatu negeri di kawasan Simalungun, Sumatera Utara, berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Sang Raja memiliki seorang putri yang kecantikannya sungguh luar biasa. Berita tentang kecantikan putri raja itu tersebar ke berbagai pelosok negeri. Berita tersebut juga didengar oleh seorang raja muda yang memerintah di sebuah kerajaan yang letaknya tidak jauh dari kerajaan ayah sang Putri.
Mendengar kabar tersebut, Raja Muda yang tampan itu berniat melamar sang putri. Sang raja kemudian mengumpulkan para penasehat kerajaan untuk memusyawarahkan keinginannya tersebut.
“Wahai, para penasehatku! Apakah kalian sudah mendengar berita kecantikan putri itu?” tanya sang raja kepada penasehatnya.
“Sudah, Tuan!” jawab para penasehat serantak.
“Bagaimana menurut kalian, jika sang putri itu aku jadikan sebagai permaisuri?” sang Raja kembali bertanya.
“Hamba setuju, Tuan!” jawab salah seorang penasehat.
“Iya, Tuan! Hamba kira, Tuan dan Putri adalah pasangan yang sangat serasi. Tuan seorang raja muda yang tampan, sedangkan sang putri seorang gadis yang cantik jelita,” tambah seorang penasehat.
“Baiklah kalau begitu. Segera persiapkan segala keperluan untuk meminang sang putri,” perintah sang raja.
“Baik, Baginda!” jawab seluruh penasehat serentak.
Keesokan harinya, tampak rombongan utusan raja muda meninggalkan istana menuju negeri tempat tinggal sang putri. Sesampainya di sana, mereka disambut dan dijamu dengan baik oleh ayah sang putri. Usai perjamuan, utusan sang raja muda pun menyampaikan maksud kedatangan mereka.
“Ampun, Baginda! Maksud kedatangan kami ke sini adalah hendak menyampaikan pinangan Raja kami,” jawab salah seorang utusan yang bertindak sebagai juru bicara.
“Kami menerima pinangan Raja kalian dengan senang hati, karena kedua kerajaan akan bersatu untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, damai dan sejahtera,” jawab sang raja.
“Terima kasih, Baginda! Berita gembira ini segera kami sampaikan kepada Raja kami. Akan tetapi…, Raja kami berpesan bahwa jika lamaran ini diterima pernikahan akan dilangsungkan dua bulan lagi,” ujar utusan tersebut.
“Kenapa begitu lama?” tanya sang Raja tidak sabar.
“Raja kami ingin pernikahannya dilangsungkan secara besar-besaran,” jawab utusan itu.
“Baiklah kalau begitu, kami siap menunggu,” jawab sang Raja.
Usai berunding, utusan Raja Muda berpamitan kepada sang Raja untuk kembali ke negeri mereka. Setibanya di sana, mereka langsung melaporkan berita gembira itu kepada Raja mereka, bahwa pinangannya diterima. Sang Raja Muda sangat gembira mendengar berita itu.
“Kalau begitu, mulai saat ini kita harus menyiapkan segala keperluan untuk upacara pernikahan ini!” seru Raja Muda.
“Baiklah, Tuan! Segera kami kerjakan,” jawab seorang utusan.
Sementara itu, setelah para utusan Raja Muda kembali ke negeri mereka, ayah sang Putri menemui putrinya dan menyampaikan berita pinangan itu.
“Wahai, putriku! Tahukah engkau maksud kedatangan para utusan itu?” tanya sang Raja kepada putrinya.
“Tidak, ayah! Memangnya ada apa, yah?” sang putri balik bertanya.
“Ketahuilah, putriku! Kedatangan mereka kemari untuk menyampaikan pinangan raja mereka yang masih muda. Bagaimana menurutmu?” tanya sang Ayah.
“Jika ayah senang, putri bersedia,” jawab sang Putri malu-malu.
“Ayah sangat bangga memiliki putri yang cantik dan penurut sepertimu, wahai putriku!” sanjung sang Ayah.
“Putriku, jagalah dirimu baik-baik! Jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahanmu,” tambah sang ayah.
“Baik, ayah!” jawab sang putri.
Menjelang hari pernikahannya, sebagaimana biasa, setiap pagi sang putri pergi mandi dengan ditemani beberapa orang dayangnya di sebuah kolam yang berada di belakang istana. Di pinggir kolam disiapkan sebuah batu besar untuk tempat duduk sang putri. Usai berganti pakaian, sang putri segera masuk ke dalam kolam berendam sejenak untuk menyejukkan sekujur tubuhnya.
Setelah beberapa saat berendam, sang putri duduk di atas batu di tepi kolam. Sambil menjuntaikan kakinya ke dalam air, sang putri membayangkan betapa bahagianya saat pernikahan nanti, duduk bersanding di pelaminan bersama sang suami, seorang Raja Muda yang gagah dan tampan.
Di tengah-tengah sang putri asyik mengkhayal dan menikmati kesejukan air kolam itu, tiba-tiba angin bertiup kencang. Tanpa diduga, sebuah ranting pohon yang sudah kering mendadak jatuh tepat mengenahi ujung hidung sang putri.
“Aduuuh, hidungku!” jerit sang putri sambil memegang hidungnya.
Dalam sekejap, tangan putri yang malang itu penuh dengan darah. Sambil menahan rasa sakit, sang putri menyuruh dayang-dayangnya untuk diambilkan cermin. Betapa terkejut dan kecewanya sang putri saat melihat wajahnya di cermin. Hidungnya yang semula mancung itu tiba-tiba menjadi sompel (hilang sebagian) tertimpa ranting pohon yang ujungnya tajam. Kini wajah sang putri tidak cantik lagi seperti semula. Ia sangat sedih dan air matanya pun bercucuran keluar dari kelopak matanya.
“Celaka! Pernikahanku dengan raja muda akan gagal. Ia pasti akan mencari putri lain yang tidak memiliki cacat. Jika aku gagal menikah dengan raja muda, ayah dan ibu pasti kecewa dan malu di hadapan rakyatnya,” pikir sang putri.
Sang putri sangat tertekan. Pikiran-pikiran itu terus berkecamuk di kepalanya. Hatinya pun semakin bingung. Ia tidak ingin membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Namun, ia tidak mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya. Ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menyesali nasibnya yang malang itu.
Sang putri pun jadi putus asa. Sambil menangis, ia menengadahkan kedua tangannya ke atas, lalu berdoa:
“Ya, Tuhan! Hukumlah hambamu ini yang telah membuat malu dan kecewa orang tuanya!” doa sang putri dengan mata berkaca-kaca.
Baru saja doa itu terucap dari mulut sang putri, tiba-tiba petir menyambar-nyambar sebagai tanda doa sang putri didengar oleh Tuhan. Beberapa saat kemudian, tubuh sang putri mengalami perubahan yang sangat mengejutkan. Kakinya yang putih mulus tiba-tiba mengeluarkan sisik. Sisik tersebut semakin merambat ke atas. Dayang-dayangnya pun tersentak kaget saat melihat peristiwa itu. Ketika sisik itu mencapai dada, sang putri segera memerintahkan seorang dayang-dayangnya untuk memberi tahu ayah dan ibunya di dalam istana.
“Ampun, Tuan!” hormat sang dayang kepada raja.
“Ada apa, dayang-dayang?” tanya sang raja.
“Ampun, Tuan! Kulit tuan putri mengeluarkan sisik seperti ular,” lapor sang dayang.
“Apa…? Anakku mengeluarkan sisik!” tanya sang raja tersentak kaget.
“Benar, Tuan! Hamba sendiri tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi,” jawab sang dayang.
Setelah mendengar laporan itu, sang raja dan permaisuri segera menuju ke kolam permandian. Sesampainya di tempat itu, mereka sudah tidak melihat tubuh sang putri. Yang tampak hanya seekor ular besar yang bergelung di atas batu yang biasa dipakai sang putri untuk duduk.
“Putriku!” seru sang raja kepada ular itu.
Ular itu hanya bisa menggerakan kepala dan menjulurkan lidahnya dengan tatapan mata yang sayu. Ia seakan hendak berbicara, namun tak satu kata pun yang terucap dari mulutnya.
“Putriku! Apa yang terjadi denganmu?” tanya permaisuri cemas.
Meskipun permaisuri sudah berteriak memanggilnya, namun ular itu tetap saja tidak bisa berkata apa-apa. Tak lama kemudian, ular besar penjelmaan sang putri pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam semak belukar. Sang raja dan permaisuri beserta dayang-dayang tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sangat sedih dan menangis atas nasib malang yang menimpa sang putri.
Peristiwa penjelmaan sang putri menjadi seekor ular adalah hukuman dari Yang Kuasa atas permintaannya sendiri, karena keputusasaannya. Ia putus asa karena telah membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Ia tidak berhasil menjaga amanah ayahnya untuk selalu jaga diri agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahannya dengan Raja Muda yang tampan itu.

* * *

Demikian cerita Kisah Putri Ular dari Simalungun, Sumatera Utara. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah akibat buruk dari sifat putus asa. Sifat ini tercermin pada sikap sang putri yang memohon kepada Tuhan agar dirinya dihukum, dan akhirnya ia menjelma menjadi seekor ular besar. Sifat ini termasuk sifat tercela dan sangat dipantangkan dalam kehidupan orang Melayu.

SALAM BUDAYA DAN SALAM WISATA SUMUT



02 April 2009

Legenda Pohon Tuak - Batak



Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren, dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. Di Sumatera, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan, di antaranya ‘nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk, dan bagot’. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur, terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut, misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara.

Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal, yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna, setelah tumbuhan kelapa. Salah satunya adalah tuak(nira). Selain sebagai minuman sehari-hari, tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi.

Dalam tradisi orang Batak, tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu, seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. Pada upacara manuan ompu-ompu, tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia.

Sementara dalam upacara manulangi, tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak?

Menurut cerita, pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo, Sumatera Utara. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya, Tare Iluh. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. Oleh karena itu, ia mencoba untuk menolongnya. Apa yang menyebabkan Abangnya, Tare Iluh, dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya?

Alkisah, pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo, Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh, sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia, setelah menderita sakit beberapa lama. Sepeninggal suaminya, sang istri-lah yang harus bekerja keras, membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Oleh karena setiap hari bekerja keras, wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu, kini menjadi anak yatim piatu. Untungnya, orang tua mereka masih memiliki sanak-saudara dekat. Maka sejak itu, si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya, adik dari ayah mereka.

Waktu terus berjalan. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah, sedangkan adiknya, Beru Sibou, tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Sebagai seorang pemuda, tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Oleh karena itu, ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri, karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya.

“Adikku, Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya.

“Ada apa, Bang!” jawab Beru.

“Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. Kita sekarang sudah dewasa. Aku sebagai anak laki-laki merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya.

“Tapi, bagaimana dengan aku, Bang?” Beru balik bertanya.

“Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak, aku akan segera kembali menemani adik di sini,” bujuk Tare kepada adiknya.

“Baiklah, Bang! Tapi, Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil,” kata Beru mengizinkan abangnya, meskipun dengan berat hati.

“Tentu, Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan.

Keesokan harinya, setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya, si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. Sepeninggal abangnya, Beru Sibou sangat sedih. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. Abangnya, Tare Iluh, sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak.

Sudah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya, tapi tak kunjung datang jua. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. Sementara itu, Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak, melainkan berjudi. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian, ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Tetapi sayangnya, si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu, yaitu ketika pertama kali main judi. Setelah itu, ia terus mengalami kekalahan, sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian, maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. Tetapi, lagi-lagi ia mengalami kekalahan.

Tak terasa, hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. Akibatnya, si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. Suatu hari, kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. Dengan bekal secukupnya, ia pun pergi mencari abangnya, meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai, namun belum juga menemukan abangnya. Suatu ketika, si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua.

“Selamat sore, Kek!”

“Sore, Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?”

“Iya, Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?”

“Siapa nama abangmu?”

“Tare Iluh, Kek!”

“Tare Iluh…? Maaf, Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. Tapi, sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. Kalau tidak salah, ia adalah pemuda yang gemar berjudi.”

“Benar, Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu, bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang.

Apakah kakek tahu di mana negeri itu?

“Maaf, Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. Tapi kalau boleh, Kakek ingin menyarankan sesuatu.”

“Apakah saran Kakek itu?”

“Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. Setelah sampai di puncak, bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. Barangkali ia bisa mendengarnya. Setelah menyampaikan sarannya, sang Kakek pun segera pergi. Sementara si Beru Sibou, tanpa berpikir panjang lagi, ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Sesampainya di puncak, si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggil-manggil abangnya sambil menangis. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya.

Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon, namun tak seorang pun yang mendengarnya. Tapi, hal itu tidak membuatnya putus asa. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. Akhirnya, ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

“Ya, Tuhan! Tolonglah hambamu ini. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata, rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku.”

Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou, tiba-tiba angin bertiup kencang, langit menjadi mendung, hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. Sesaat kemudian, tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman.

Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara. Hingga kini, masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. Untuk mengenang peristiwa tersebut, penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira, mereka menyanyikan lagu enau.

Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan, serta akibat buruk dari suka bermain judi. sifat tenggang rasa. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari.


Samosir Fokus di Sektor Wisata

Faviliun Kabupaten Samosir di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-38 ini masih mencoba memberikan perhatian besar akan sektor pariwisatanya. Hal tersebut dapat ditemukan dari sejumlah pameran khas Samosir yang berkaitan dengan sektor wisata yang dipajang apik di faviliun Kabupaten Samosir. Kebetulan Kabupaten Samosir punya visi menjadi sentra wisata pada 2010 mendatang. Oleh karenanya, pihak Pemkab Samosir saat ini sedang menggali sekitar 38 potensi wisata di daerahnya. Dan jumlah tersebut tentunya jumlah yang luar biasa.
Diyakini apabila 38 titik wisata baru di daerah Samosir bisa dikemas dengan apik, tak menutup kemungkinan target menjadi sentra wisata di Sumut pada 2010 dapat terwujud. Jimi N dan Saggar S yang ditugasi menjaga stan faviliun Pemkab Samosir Kamis (26/3) menjelaskan, saat ini terdapat beberapa titik wisata yang sedang digandrungi di Samosir. Antara lain Tuk-tuk, Tomok, Air Hangat, Pasir Putih, hingga Sidihori, yang merupakan objek wisata unik berupa danau di atas danau.
“Sejumlah objek wisata tersebut hingga kini masih merupakan tujuan utama turis mancanegara. Oleh karenanya tak menutup kemungkinan sejumlah objek wisata lainnya yang telah kita oleh dengan apik akan menjadi tujuan turis asing selanjutnya,” kata Jimi.
Untuk menggelar promosi sektor wisata di daerahnya, pihak Pemkab Samosir bahkan berencana melakukan pameran di pulau Dewata Bali, yang direncanakan akan digelar bulan Agustus nanti.
Sebelumnya, program promo serupa sudah sering digelar bahkan hingga mancanegara. Selain fokus kepada sektor wisata, Pemkab Samosir juga fokus akan kerajinan tangan yang tentunya turut mendukung sektor wisata pula.
Untuk yang satu ini, bahkan Pemkab Samosir mendatangkan ahli ukir dari Samosir bernama Benny Silalahi untuk memperagakan caranya mengukir kerajinan tangan kepada pengunjung faviliun Pemkab Samosir di arena PRSU.
Menurut Benny butuh waktu sekitar empat hari untuk menghasilkan sebuah ukiran dengan detail sempurna dan cantik, di atas media kayu berukuran sedang. “Kita juga ingin pengunjung tahu bagaimana cara membuat kerajinan tangan di Samosir,” papar Benny.
Sejumlah kerajinan tangan cantik lainnya juga dapat dilihat di faviliun Pemkab Samosir, dan bisa dibeli sebagai oleh-oleh tanpa harus jauh-jauh ke Samosir sana. Caranya cukup hanya dengan datang ke PRSU saja.

Berdasarkan harian Sinar Indonesia Baru (SIB)

STOP PEMANASAN GLOBAL




Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.

Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan oleh pemanasan global adalah sebagai berikut:


Kebakaran hutan besar-besaran

Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.


Situs purbakala cepat rusak

Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.


Ketinggian gunung berkurang

Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.


Satelit bergerak lebih cepat

Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.


Hanya yang Terkuat yang Bertahan

Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.


Pelelehan Besar-besaran

Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.


Keganjilan di Daerah Kutub

Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.


Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara

Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.


Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi

Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.


Peningkatan Kasus Alergi

Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Jalan satu-satunya yang ampuh yang dapat mencgah pemanasan global yaitu dengan menanami banyak pohon, mencegah penebangan hutan dengan alasan apapun. Mengurangi penggunaan energi bumi seperti panas bumi. Penggunaan bahan bakar minyak yang berasal dari bumi yang dapat menyebabkan polusi. Mengurangi efek rumah kaca. Serta cintai lah keindahan dan keasrian alam kita. Bumi kita berpijak hanya satu teman, rawatlah bumi kita ini.

Bagi dunia pariwisata ini sangat diperlukan, misalnya wisata alam danau TOBA yang menggunakan alam sebagai daya tarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Dukung terus program ini dengan memulai menanam pohon disekitar rumah kita dan disekitar lingkungan kita. Dukung terus pariwisata Danau TOBA dan dukung terus pariwisata Indonesia.

SALAM WISATA....!!!


Sudah Siapkah kita Dalam Pemilu?


Pemilu tinggal 7 hari lagi. Mari kita gunakan hak pilih atau suara kita untuk memilih wakil daerah kita yang nantinya diharapkan mampu membawa aspirasi setiap daerah yang telah memilihnya menjadi wakil rakyat. Kita sebagai warga negara yang baik harus memberikan suara kita, jangan sampai kita tidak memberikan suara kita atau tidak menggunakan hak pilih kita atau dengan kata lain "GOLPUT" (golongan putih).

Sudah adakah calon wakil rakyat pilihan anda untuk anda pilih sebagai anggota dewan daerah anda? Jika anda hingga saat ini tidak mempunyai calon yang anda pilih, segera tentukan pilihan anda. Percayakan suara anda untuk memilih anggota dewan yang membela rakyat miskin, jangan hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Jangan ragu untuk memilih.

Untuk anggota dewan yang terpilih nantinya, jangan permainkan kepercayaan yang diberikan rakyat kepadamu. Ingat saudaraku, rakyat terlalu lama menderita karena kebohongan dari anggota terdahulu. Jangan hanya bermanis-manis dengan menebarkan jajni - janji palsu disaat kampanye, buktikan janji anda disaat kampanye. Jangan kau sakiti rakyat ku, rakyat INDONESIA Ku.


kiriman dari saudaraku yang di Tj. Balai - SUMUT
email : indrah88_naga@yahoo.com