27 March 2009

Simardan - Anak Durhaka Dari Negeri Batak

Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka. Di antaranya, Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu, Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya, berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas. Di Kota Tanjungbalai, akibat durhaka terhadap ibunya, seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan, yakni Pulau Simardan. Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai, Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim. Pada suatu hari, dia pergi merantau ke negeri seberang, guna mencari peruntungan.

Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya, suatu hari ibunya yang tua renta, mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. Menurut keterangan masyarakat kepadanya, pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahun-tahun tidak bertemu. Bahagia anaknya telah kembali, ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. Di pelabuhan, wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan, dan mengatakan, Simardan adalah anaknya. Tidak diduga, pelukan kasih dan sayang seorang ibu, ditepis Simardan. Bahkan, tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh.
Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya, namun pendiriannya tetap tidak berubah. Selain itu, Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis.
Berasal Dari Tapanuli
Sebelum terjadinya peristiwa tersebut, Pulau Simardan masih sebuah perairan tempat kapal berlabuh. Lokasi berlabuhnya kapal tersebut, di Jalan Sentosa Kelurahan Pulau Simardan Lingkungan IV Kota Tanjungbalai, kata tokoh masyarakat di P. Simardan, H.Daem, 80, warga Jalan Mesjid P. Simardan Kota Tanjungbalai. Tanjungbalai, terletak di 20,58 LU (Lintang Utara) dan 0,3 meter dari permukaan laut. Sedangkan luasnya sekitar 6.052,90 ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 144.979 jiwa (sensus 2003-red). Walaupun peristiwa tersebut terjadi di daerah Tanjungbalai, Daem mengatakan, Simardan sebenarnya berasal dari hulu Tanjungbalai atau sekitar daerah Tapanuli. Hal itu juga dikatakan tokoh masyarakat lainnya, Abdul Hamid Marpaung, 75, warga Jalan Binjai Semula Jadi Kota Tanjungbalai. “Daerah asal Simardan bukan Tanjungbalai, melainkan di hulu Tanjungbalai, yaitu daerah Porsea Tapanuli,” jelasnya.
Menjual Harta Karun
Dari berbagai cerita atau kisah tentang legenda anak durhaka, biasanya anak pergi merantau untuk mencari pekerjaan, dengan tujuan merubah nasib keluarga. Berbeda dengan Simardan, dia merantau ke Malaysia untuk menjual harta karun yang ditemukannya di sekitar rumahnya, kata Marpaung.
“Simardan bermimpi lokasi harta karun. Esoknya, dia pergi ke tempat yang tergambar dalam mimpinya, dan memukan berbagai macam perhiasan yang banyak,” tutur Marpaung. Kemudian, Simardan berencana menjual harta karun yang ditemukannya itu, dan Tanjungbalai merupakan daerah yang ditujunya. Karena, jelas Marpaung, berdiri kerajaan besar dan kaya di Tanjungbalai. Tapi setibanya di Tanjungbalai, tidak satupun kerajaan yang mampu membayar harta karun temuan Simardan, sehingga dia terpaksa pergi ke Malaysia. “Salah satu kerajaan di Pulau Penang Malaysialah yang membeli harta karun tersebut. Bahkan, Simardan juga mempersunting putri kerajaan itu,” ungkapnya.
Berbeda dengan keterangan Marpaung, menurut H.Daem, tujuan Simardan pergi merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Setelah beberapa tahun di Malaysia, Simardan akhirnya berhasil menjadi orang kaya dan mempersunting putri bangsawan sebagai isterinya.
Malu
Setelah berpuluh tahun merantau, Simardan akhirnya kembali ke Tanjungbalai bersama isterinya. Kedatangannya ke Tanjungbalai, menurut Daem, untuk berdagang sekaligus mencari bahan-bahan kebutuhan. Kalau menurut Marpaung, Simardan datang ke Tanjungbalai dilandasi karena tidak memiliki keturunan. Jadi atas saran orang tua di Malaysia, pasangan suami isteri itu pergi ke Tanjungbalai. Lebih lanjut dikatakan Marpaung, berita kedatangan Simardan di Tanjungbalai disampaikan masyarakat kepada ibunya. Gembira anak semata wayangnya kembali ke tanah air, sang ibu lalu mempersiapkan berbagai hidangan, berupa makanan khas keyakinan mereka yang belum mengenal agama. “Hidangan yang disiapkan ibunya adalah makanan yang diharamkan dalam agama Islam,” tutur Marpaung. Dengan sukacita, ibu Simardan kemudian berangkat menuju Tanjungbalai bersama beberapa kerabat dekatnya. Sesampainya di Tanjungbalai, ternyata sikap dan perlakuan Simardan tidak seperti yang dibayangkannya.
Simardan membantah bahwa orang tua tersebut adalah wanita yang telah melahirkannya. Hal itu dilakukan Simardan, jelas Marpaung, karena dia malu kepada isterinya ketika diketahui ibunya belum mengenal agama. “Makanan yang dibawa ibunya adalah bukti bahwa keyakinan mereka berbeda.” Sementara menurut H. Daem, perlakuan kasar Simardan karena malu melihat ibunya yang miskin. “Karena miskin, ibunya memakai pakaian compang-comping. Akibatnya, Simardan tidak mengakui sebagai orangtuanya.”
Kera Putih dan Tali Kapal
Setelah diperlakukan kasar oleh Simardan, wanita tua itu lalu berdoa sembari memegang payudaranya. “Kalau dia adalah anakku, tunjukkanlah kebesaran-Mu,” begitulah kira-kira yang diucapkan ibu Simardan. Usai berdoa, turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar, sehingga kapal tersebut hancur berantakan. Sedangkan tubuh Simardan, menurut cerita Marpaung dan Daem, tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan.
Para pelayan dan isterinya berubah menjadi kera putih, kata Daem dan Marpaung. Hal ini disebabkan para pelayan dan isterinya tidak ada kaitan dengan sikap durhaka Simardan kepada ibunya. Mereka diberikan tempat hidup di hutan Pulau Simardan. “Sekitar empat puluh tahun lalu, masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan,” jelas Marpaung. Namun, akibat bertambahnya populasi manusia di Tanjungbalai khususnya di Pulau Simardan, kera putih itu tidak pernah terlihat lagi.
Di samping itu, sekitar tahun lima puluhan masyarakat menemukan tali kapal berukuran besar di daerah Jalan Utama Pulau Simardan. Penemuan terjadi, ketika masyarakat menggali perigi (sumur). Selain tali kapal ditemukan juga rantai dan jangkar, yang diduga berasal dari kapal Simardan, kata Marpaung. “Benar tidaknya legenda Simardan, tergantung persepsi kita. Tapi dengan ditemukannya tali, rantai dan jangkar kapal membuktikan bahwa dulu Pulau Simardan adalah perairan.”



26 March 2009

Legenda Lau Kawar - Tanah Karo - Sumatera Utara


Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2.127,25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan, Sumatera Utara.
 
Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi, sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17oC dan tanah yang subur. Maka tidak heran, jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar, yang terletak di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Air yang bening dan tenang, serta bunga-bunga anggrek yang indah, yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan.
 
Menurut masyarakat setempat, sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah, Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama ‘Kawar’. Dahulu, daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam. Hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah, meskipun tidak pernah memakai pupuk dan obat-obatan seperti sekarang ini. Suatu waktu, terjadi malapetaka besar, sehingga desa Kawar yang pada awalnya merupakan sebuah desa yang subur menjelma menjadi sebuah danau. Apa sebenarnya yang terjadi dengan desa Kawar itu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat berikut ini!
Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah, ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Desa Kawar namanya. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Suatu waktu, hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat.
Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut, Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran ‘Gendang Guro-Guro Aron’, musik khas masyarakat Karo. Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu, seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut, kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. Tidak ketinggalan pula anak, menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu.
Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. “Ya, Tuhan! Aku ingin sekali menghadiri pesta itu. Tapi, apa dayaku ini. Jangankan berjalan, berdiri pun aku sudah tak sanggup,” ratap si nenek tua dalam hati.
Dalam keadaan demikian, ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan, teringatlah ketika ia masih remaja. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu, remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. Namun, semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. Kini, tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna, semua orang tidak ada yang peduli padanya, termasuk anak, menantu serta cucu-cucunya.
Ketika tiba saatnya makan siang, semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. Di sana tersedia daging panggang lembu, kambing, babi, dan ayam yang masih hangat. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa, karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri, termasuk anak dan menantu si nenek itu. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah.
Sementara itu, si nenek sudah merasa sangat lapar, karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. Kini, ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan. Namun, setelah ditunggu-tunggu, tak seorang pun yang datang.
“Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. Tapi, kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, ia mencoba mencari makanan di dapur, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. Rupanya, sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu, karena di tempat upacara tersedia banyak makanan.
Akhirnya, si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. Ia sangat kecewa, tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang.
“Ya, Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang, sedang aku dibiarkan kelaparan. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa.
Beberapa saat kemudian, pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. Ia kemudian segera menghampiri istrinya.
“Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk ibu?” tanya sang suami kepada istrinya.
“Belum?” jawab istrinya.
“Kalau begitu, tolong bungkuskan makanan, lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang!” perintah sang suami.
“Baiklah, suamiku!‘ jawab sang istri.
Wanita itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya, “Anakku! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah!” perintah sang ibu.
“Baik, Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya, lalu berlari kembali ke tempat upacara. Alangkah senangnya hati sang nenek. Pada saat-saat lapar seperti itu, tiba-tiba ada yang membawakan makanan. Dengan perasaan gembira, sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. Namun betapa kecewanya ia, ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan!!.
Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. “Ya, Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang,” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal.
Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. Namun, di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu, sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang.
Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu. Maka, dengan perlakuan itu, ia merasa sangat sedih dan terhina. Air matanya pun tak terbendung lagi. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu.
“Ya, Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua, tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. Langit pun menjadi mendung, guntur menggelegar bagai memecah langit, dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya.
Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria, tiba-tiba menjadi panik. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. Namun, mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu.
Dalam sekejap, desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu. Beberapa hari kemudian, desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. Oleh masyarakat setempat, kawah itu diberi nama ‘Lau Kawar’.
Demikianlah cerita tentang Asal Mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo, Sumatera Utara. Cerita di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Sedikitnya ada tiga pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas, yaitu pandai mensyukuri nikmat, menjauhi sifat durhaka kepada orang tua, dan menyia-nyiakan amanat.



21 March 2009

Kisah SISINGAMANGARAJA - Pahlawan Dari Negeri Batak


Gambar dari sosok pahlawan nasional dari negeri Batak - sisingamangaraja


Gambar diatas merupakan makam SISINGAMANGARAJA (tengah),bersama kedua putranya yaitu RAJA PATUAN ANGGI (di sisi kiri) dan RAJA PATUAN NAGARI (di sisi kanan). Terdapat di kota BALIGE, KAB. TOBA SAMOSIR



Ketika Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak, waktu itu umurnya baru 19 tahun. Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda. Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang. Kalau Raja Sisingamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang “terbeang” atau ditawan, harus dilepaskan. Sisingamangaraja XII memang terkenal anti perbudakan, anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan. Belanda pada waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda.
Tahun 1837, kolonialis Belanda memadamkan “Perang Paderi” dan melapangkan jalan bagi pemerintahan kolonial di Minangkabau dan Tapanuli Selatan. Minangkabau jatuh ke tangan Belanda, menyusul daerah Natal, Mandailing, Barumun, Padang Bolak, Angkola, Sipirok, Pantai Barus dan kawasan Sibolga.
Karena itu, sejak tahun 1837, Tanah Batak terpecah menjadi dua bagian, yaitu daerah-daerah yang telah direbut Belanda menjadi daerah Gubernemen yang disebut “Residentie Tapanuli dan Onderhoorigheden”, dengan seorang Residen berkedudukan di Sibolga yang secara administratif tunduk kepada Gubernur Belanda di Padang. Sedangkan bagian Tanah Batak lainnya, yaitu daerah-daerah Silindung, Pahae, Habinsaran, Dairi, Humbang, Toba, Samosir, belum berhasil dikuasai oleh Belanda dan tetap diakui Belanda sebagai Tanah Batak yang merdeka, atau ‘De Onafhankelijke Bataklandan’.
Pada tahun 1873, Belanda menyatakan perang kepada Aceh dan tentaranya mendarat di pantai-pantai Aceh. Saat itu Tanah Batak di mana Raja Sisingamangaraja XII berkuasa, masih belum dijajah Belanda.
Tetapi ketika 3 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1876, Belanda mengumumkan “Regerings” Besluit Tahun 1876” yang menyatakan daerah Silindung/Tarutung dan sekitarnya dimasukkan kepada kekuasaan Belanda dan harus tunduk kepada Residen Belanda di Sibolga, suasana di Tanah Batak bagian Utara menjadi panas.
Raja Sisingamangaraja XII yang kendati secara clan, bukan berasal dari Silindung, namun sebagai Raja yang mengayomi raja-raja lainnya di seluruh Tanah Batak, bangkit kegeramannya melihat Belanda mulai menganeksasi tanah-tanah Batak.
Raja Sisingamangaraja XII cepat mengerti siasat strategi Belanda. Kalau Belanda mulai mencaplok Silindung, tentu mereka akan menyusul dengan menganeksasi Humbang, Toba, Samosir, Dairi dan lain-lain.
Raja Sisingamangaraja XII cepat bertindak, Beliau segera mengambil langkah-langkah konsolidasi. Raja-raja Batak lainnya dan pemuka masyarakat dihimpunnya dalam suatu rapat raksasa di Pasar Balige, bulan Juni 1876. Dalam rapat penting dan bersejarah itu diambil tiga keputusan sebagai berikut :
1. Menyatakan perang terhadap Belanda
2. Zending Agama tidak diganggu
3. Menjalin kerjasama Batak dan Aceh untuk sama-sama melawan Belanda.
Terlihat dari peristiwa ini, Sisingamangaraja XII lah yang dengan semangat garang, mengumumkan perang terhadap Belanda yang ingin menjajah. Terlihat pula, Sisingamangaraja XII bukan anti agama. Dan terlihat pula, Sisingamangaraja XII di zamannya, sudah dapat membina azas dan semangat persatuan dan suku-suku lainnya.
Tahun 1877, mulailah perang Batak yang terkenal itu, yang berlangsung 30 tahun lamanya.
Dimulai di Bahal Batu, Humbang, berkobar perang yang ganas selama tiga dasawarsa, 30 tahun.
Belanda mengerahkan pasukan-pasukannya dari Singkil Aceh, menyerang pasukan rakyat semesta yang dipimpin Raja Sisingamangaraja XII.
Pasukan Belanda yang datang menyerang ke arah Bakara, tempat istana dan markas besar Sisingamangaraja XII di Tangga Batu, Balige mendapat perlawanan dan berhasil dihempang.
Belanda merobah taktik, ia menyerbu pada babak berikutnya ke kawasan Balige untuk merebut kantong logistik Sisingamangaraja XII di daerah Toba, untuk selanjutnya mengadakan blokade terhadap Bakara.
Tahun 1882, hampir seluruh daerah Balige telah dikuasai Belanda, sedangkan Laguboti masih tetap dipertahankan oleh panglima-panglima Sisingamangaraja XII antara lain Panglima Ompu Partahan Bosi Hutapea. Baru setahun kemudian Laguboti jatuh setelah Belanda mengerahkan pasukan satu batalion tentara bersama barisan penembak-penembak meriam.
Tahun 1883, seperti yang sudah dikuatirkan jauh sebelumnya oleh Sisingamangaraja XII, kini giliran Toba dianeksasi Belanda. Domino berikut yang dijadikan pasukan Belanda yang besar dari Batavia (Jakarta sekarang), mendarat di Pantai Sibolga. Juga dikerahkan pasukan dari Padang Sidempuan.
Raja Sisingamangaraja XII membalas menyerang Belanda di Balige dari arah Huta Pardede. Baik kekuatan laut dari Danau Toba, pasukan Sisingamangaraja XII dikerahkan. Empat puluh Solu Bolon atau kapal yang masing-masing panjangnya sampai 20 meter dan mengangkut pasukan sebanyak 20 x 40 orang jadi 800 orang melaju menuju Balige. Pertempuran besar terjadi.
Pada tahun 1883, Belanda benar-benar mengerahkan seluruh kekuatannya dan Sisingamangaraja XII beserta para panglimanya juga bertarung dengan gigih. Tahun itu, di hampir seluruh Tanah Batak pasukan Belanda harus bertahan dari serbuan pasukan-pasukan yang setia kepada perjuangan Raja Sisingamangaraja XII.
Namun pada tanggal 12 Agustus 1883, Bakara, tempat Istana dan Markas Besar Sisingamangaraja XII berhasil direbut oleh pasukan Belanda. Sisingamangaraja XII mengundurkan diri ke Dairi bersama keluarganya dan pasukannya yang setia, juga ikut Panglima-panglimanya yang terdiri dari suku Aceh dan lain-lain.
Pada waktu itulah, Gunung Krakatau meletus. Awan hitam meliputi Tanah Batak. Suatu alamat buruk seakan-akan datang. Sebelum peristiwa ini, pada situasi yang kritis, Sisingamangaraja XII berusaha melakukan konsolidasi memperluas front perlawanan. Beliau berkunjung ke Asahan, Tanah Karo dan Simalungun, demi koordinasi perjuangan dan perlawanan terhadap Belanda.
Dalam gerak perjuangannya itu banyak sekali kisah tentang kesaktian Raja Sisingamangaraja XII.
Perlawanan pasukan Sisingamangaraja XII semakin melebar dan seru, tetapi Belanda juga berani mengambil resiko besar, dengan terus mendatangkan bala bantuan dari Batavia, Fort De Kok, Sibolga dan Aceh. Barisan Marsuse juga didatangkan bahkan para tawanan diboyong dari Jawa untuk menjadi umpan peluru dan tameng pasukan Belanda.
Regu pencari jejak dari Afrika, juga didatangkan untuk mencari persembunyian Sisingamangaraja XII. Barisan pelacak ini terdiri dari orang-orang Senegal. Oleh pasukan Sisingamangaraja XII barisan musuh ini dijuluki “Si Gurbak Ulu Na Birong”. Tetapi pasukan Sisingamangaraja XII pun terus bertarung. Panglima Sarbut Tampubolon menyerang tangsi Belanda di Butar, sedang Belanda menyerbu Lintong dan berhadapan dengan Raja Ompu Babiat Situmorang. Tetapi Sisingamangaraja XII menyerang juga ke Lintong Nihuta, Hutaraja, Simangarongsang, Huta Paung, Parsingguran dan Pollung. Panglima Sisingamangaraja XII yang terkenal Amandopang Manullang tertangkap. Dan tokoh Parmalim yang menjadi Penasehat Khusus Raja Sisingamangaraja XII, Guru Somaling Pardede juga ditawan Belanda. Ini terjadi pada tahun 1889.
Tahun 1890, Belanda membentuk pasukan khusus Marsose untuk menyerang Sisingamangaraja XII. Pada awal abad ke 20, Belanda mulai berhasil di Aceh.
Tahun 1903, Panglima Polim menghentikan perlawanan. Tetapi di Gayo, dimana Raja Sisingamangaraja XII pernah berkunjung, perlawanan masih sengit. Masuklah pasukan Belanda dari Gayo Alas menyerang Sisingamangaraja XII.
Tahun 1907, pasukan Belanda yang dinamakan Kolonel Macan atau Brigade Setan mengepung Sisingamangaraja XII. Tetapi Sisingamangaraja XII tidak bersedia menyerah. Ia bertempur sampai titik darah penghabisan. Boru Sagala, Isteri Sisingamangaraja XII, ditangkap pasukan Belanda. Ikut tertangkap putra-putri Sisingamangaraja XII yang masih kecil. Raja Buntal dan Pangkilim. Menyusul Boru Situmorang Ibunda Sisingamangaraja XII juga ditangkap, menyusul Sunting Mariam, putri Sisingamangaraja XII dan lain-lain.
Tahun 1907, di pinggir kali Aek Sibulbulon, di suatu desa yang namanya Si Onom Hudon, di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi yang sekarang, gugurlah Sisingamangaraja XII oleh peluru Marsuse Belanda pimpinan Kapten Christoffel. Sisingamangaraja XII gugur bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya Lopian. Konon Raja Sisingamangaraja XII yang kebal peluru tewas kena peluru setelah terpercik darah putrinya Lopian, yang gugur di pangkuannya.
Pengikut-pengikutnya berpencar dan berusaha terus mengadakan perlawanan, sedangkan keluarga Sisingamangaraja XII yang masih hidup ditawan, dihina dan dinista, mereka pun ikut menjadi korban perjuangan.
Demikianlah, tanpa kenal menyerah, tanpa mau berunding dengan penjajah, tanpa pernah ditawan, gigih, ulet, militan, Raja Sisingamangaraja XII selama 30 tahun, selama tiga dekade, telah berjuang tanpa pamrih dengan semangat dan kecintaannya kepada tanah air dan kepada kemerdekaannya yang tidak bertara.
Itulah yang dinamakan “Semangat Juang Sisingamangaraja XII”, yang perlu diwarisi seluruh bangsa Indonesia, terutama generasi muda.
Sisingamangaraja XII benar-benar patriot sejati. Beliau tidak bersedia menjual tanah air untuk kesenangan pribadi.
Sebelum Beliau gugur, pernah penjajah Belanda menawarkan perdamaian kepada Raja Sisingamangaraja XII dengan imbalan yang cukup menggiurkan. Patriotismenya digoda berat. Beliau ditawarkan dan dijanjikan akan diangkat sebagai Sultan. Asal saja bersedia takluk kepada kekuasaan Belanda. Beliau akan dijadikan Raja Tanah Batak asal mau berdamai. Gubernur Belanda Van Daalen yang memberi tawaran itu bahkan berjanji, akan menyambut sendiri kedatangan Raja Sisingamangaraja XII dengan tembakan meriam 21 kali, bila bersedia masuk ke pangkuan kolonial Belanda, dan akan diberikan kedudukan dengan kesenangan yang besar, asal saja mau kompromi, tetapi Raja Sisingamangaraja XII tegas menolak. Ia berpendirian, lebih baik berkalang tanah daripada hidup di peraduan penjajah.
Raja Sisingamangaraja XII gugur pada tanggal 17 Juni 1907, tetapi pengorbanannya tidaklah sia-sia.
Dan cuma 38 tahun kemudian, penjajah betul-betul angkat kaki dari Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia diproklamirkan Sukarno-Hatta.
Kini Sisingamangaraja XII telah menjadi sejarah. Namun semangat patriotismenya, jiwa pengabdian dan pengorbanannya yang sangat luhur serta pelayanannya kepada rakyat yang sangat agung, kecintaannya kepada Bangsa dan Tanah Airnya serta kepada kemerdekaan yang begitu besar, perlu diwariskan kepada generasi penerus bangsa Indonesia.
Dalam upaya melestarikan system nilai yang melandasi perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII dengan menggali khasanah budaya dan system nilai masa silam yang dikaitkan dengan keinginan membina masa depan yang lebih baik, lebih bermutu dan lebih sempurna, maka Lembaga Sisingamangaraja XII yang didirikan dan diketuai DR GM Panggabean pada tahun 1979, telah membangun monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di kota Medan yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto di Istana Negara dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 1997 dan Pesta Rakyat peresmian monumen tersebut di Medan dihadiri sekitar seratus ribu orang, dengan Pembina Upacara Menko Polkam Jenderal TNI Maraden Panggabean.
Kemudian oleh Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII pada tahun 1984 telah didirikan Universitas Sisingamangaraja XII (US XII) di Medan, pada tahun 1986 Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) di Silangit Siborong-borong Tapanuli Utara dan pada tahun 1987 didirikan STMIK Sisingamangaraja XII di Medan.



19 March 2009

Sekilas Info Wisata Danau Toba

1. Pendahuluan

Daerah Tapanuli yang secara umum berada di sepanjang hamparan Danau Toba adalah suatu tempat yang eksotis dan sangat memikat untuk dijadikan sebagai salah satu pilihan daerah pelancongan atau daerah wisata.

Pada periode tahun 80-an sampai pertengahan tahun 90-an, daerah ini sempat menjadi daerah pilihan wisata yang favorit khususnya wisata Danau Toba yang sagat terkenal saat itu. Pada masa ini, sangat dirasakan betapa pengaruhnya sangat besr terhadap perekonomian penduduk sekitar daerah wisata khususnya daerah Parapat dan Samosir. Setelah pertengahan tahun 90-an hingga saat ini daerah ini semakin terlupakan untuk menjadi daerah wisata pilihan.

Hal ini meyebabkan kami sangat berasa konsern untuk membangkitkan kembali potensi wisata di daerah ini, karena kami berpikir sudah saatnya untuk bangkit kembali dan menata ulang potensi wisata yang ada di daerah Tapanuli dan sekitar hamparan Danau Toba

2. Deskripsi

Tapanuli merupakan daerah yang memiliki cirri-ciri yang khas dimana daerah ini merupakan daerah yang secara umum berada di sepanjang Bukit Barisan yang menjadi cirri khas sepanjang Panatai Barat Pulau Sumatera. Hal ini tentu saja mempengaruhi relief permukaan tanah yang berbukit-bukit dan tentunya sangat berpengaruh terhadap demografi penduduk, yang sangat berpengaruh terhadap unsure budaya dan adat istiadat penduduk, baik itu dalam hal bercocok tanam, beternak, berkebun dan kebiasaan lainnya yang melekat kepada masyarakat. Dimana jenis tanaman yang biasa tumbuh di sana adalah jenis tanaman yang khas perbukitan.

Ciri khas dari daerah ini tentunya adalah adanya hamparan danau yang mrupakan danau terbesar di Indonesia, yakni Danau Toba. Ada beberapa catatan sejarah yang mendasari terbentuknya danau ini baik itu fiksi yang tercipta dalam ceritera penduduk sekitar Danau Toba maupun kejadian alam yang membentuk Danau tersebut yakni kejadian vulkanis yang luar biasa yang terjadi ribuan tahun silam, yang menurut catatan penelitian meyebabkan jaman es karena hamper seluruh atmosfir bumi tertutup oleh debu yang dimuntahkan dari perut bumi oleh kejadian vulkamis tersebut.

Cirri khas lainnya adalah pulau yang tercipta persis di tengah-tengah danau tersebut, yakni pulau Samosir yang sangat eksotis dengan hamparan budaya yang layak untuk dinikmati dan ditelusuri.

Perkembangan kekristenan di daerah ini juga turut mempengaruhi pola piker dan demografi penduduk yang mendiami daerah ini. Sejarah mencatat terjadinya perubahan yang sangat fundamental pada masyarakat setempat dengan diterimanya ajaran agama Kristen dibandingkan sebelum masuknya ajaran kekristenan di daerah tersebut, dimana sebelum masuknya ajaran kekristenan banyak hal-hal dan kejadian kemanusiaan yang luar bias terjadi misalnya pembunuhan sesame manusia adalah hal yang wajar, perang antar daerah atau antar klan dan kebiasaan-kebiasaan adapt istiadat setampat yang memuja dewa-dewa dan roh-roh gaib. Dengan masuknya ajaran kekristenan tersebut, perlahan-lahan ajran setempat mulai ditinggalkan dan memasuki era baru dengan tata karma yang lebih manusiawi dan lebih beradab.

3. Inventarisasi Jenis, Lokasi Wisata dan Infrastruktur Pendukung

3.1. Jenis Wisata

Jenis wisata di Tapanuli secara keseluruhan sangat beragam danmempunayai cirri-ciri masing-masing menurut tempat atau daerah/sub distrik masing-masing. Dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis wisata antara lain:

wisata alam
wisata budaya
wisata rohani.

A.Wisata Alam.


Untuk wisata alam terdiri dari:

wisata danau Toba
wisata bukit
wisata hutan tropis
wisata air terjun
wisata bercocok tanam

B.Wisata Budaya


Untuk wisata budaya terdiri dari:

wisata manorotor
wisata menenun ulos
wisata cagar budaya seperti kuburan purbakala dll
wisata kebiasaaan setempat
wisata sejarah perkembangan kebudayaan di daerah Tapanuli secara umum dan secara khusus di berbagai tempat
dll.

C.Wisata Rohani


Untuk wisata rohani terdiri dari:

wisata perkembangan agama Kristen di Tapanuli secara keseluruhan
wisata perkembangan agama local di luar agama Kristen (Parmalim dll)
Napak tilas perjalanan Nomensen dalam menyebarkan ajaran agama Kristen di Tapanuli secara keseluruhan.
Wisata ke makam Nommensen di Sigumpar
Kunjungan ke Salib Kasih di Tarutung
Dll.

3.2. Lokasi


Masing-masing daerah yang tersebar di Tapanuli memiliki cirri khas masing-masing dengan akar budaya yang sebanarnya memiliki akar budaya yang sama..

Untuk lokasi, dapat dibagi berdasarkan kabupaten atau distrik masing-masing yakni:

Samosir
Toba Samosir
Humbang
Tapanli Utara
Parapat
Dairi
Tapanli Tengah
Tapanli Selatan
Pakpak
Pematang Sianar
Nias
Dll

Dalam hal ini kami memfokuskan pembahasan dan pengadaaan wisata di daerah sekitar Danau Toba yakni:

Toba Samosir
Samosir
Humbang
Tapanuli Uara/Tarutung
Parapat
P. Siantar

Dengan alasan daerah tersebut dapat mewkili berbagai jenis wisata yang kami tawarkan untuk para wisatawan, dengan tidak menutup kemungkinan eksplorasi wisata ke berbagai tempat lainnya di luar yang kami sebutkan di atas.


3.2.a. Toba Samosir.


3.2.a.1. Wisata Alam.


Wisata alam yang ditawarkan atau yang dieksplorasi di daerah ini terdiri dari:

- wisata danau

- wisata perbukitan/hiking menjelajahi bukit-bukit yang ada di sepanjang pinggir danau Toba

- wisata pemandangan persawahan dan relief daerah Toba Saosir

- wisata bercocok tanam padi dan tanaman holtikulutura



3.2.a.2. Wisata Budaya.


Wisata budaya yang ditawarkan atau yang dapat dieksporasi di daerah ini terdiri dari:

- wisata kebi8asaan penduduk di daerah ini (antropologis)

- adapt istiadat dan aturan adapt setempat

- wisata prosesi mangokkal holi/menggali tulang-belulang leluhur

- wisata pesta adapt (pemakaman, pernikahan, dll)

- wisata pembangunan makam keluarga yang sangat megah (antropologis)

- wisata pasar/pajak sesuai dengan harinya

- dll


3.2.a.3. Wisata Rohani.


Wiata rohani yang ditawarkan atau yang dapat dieksplorasi di daerah ini terdiri dari:

- wisata ke makam Nommensen di Sigumpar

- Napak Tilas Perjalanan perkembangan gereja di daerah ini (antropologis dan teologis)

- Perkembangan agama Parmalim dan agama-agama lain di luar agama Kristen Protestan (seperti agama Islam, Khatolik dll)

- Dll


3.2.b. Samosir


2.b.1. Wisata Alam


Wisata alam yang ditawarkan di daerah ini lumayan banyak dan bervariasi terdiri dari

- wisata Danau Toba yang sangat eksotis

- wisata perbukitan disekitar pulau SAmosir (khusunya Bukit Pusuk Buhit yang ceritanya adalah daerah asal mula-mula orang Batak)

- wiata perahu di sekitar pantai pulau Samosir

- wisata vulkanis (asal muasal terjadinya danau Toba yang disebabkan oleh kejadian vulkanis yang sangat luar biasa ribuan tahun yang lalu yang meyebabkan perubahan iklim global di permukaan bumi yang bekasnya dapat di pelajari dan diteliti di sekitar pantai danau Toba (baik pantai luar dalam hal ini garis pantai yang mengelilingi danau Toba maupun garis pantai yangmengelilingi pulau Samosir)

- dll

3.2.b.2. Wisata Budaya

Wisata budaya yang ditawarkan oleh daerah ini juga cukup eksotis dan beragam mulai dari:

- wisata cagar budaya perkampungan khas Batak

- wisata manortor

- wisata bertenun ulos khas Samosir

- wisata cagar budaya pekuburan purba kala raja-raja Batak disepanjang pantai pulau Samosir

- wisata pesta adat (mangokkal holi, pernikahan, kematian dll)

- pesta seni ukir-ukiran khas Samosir

- wisata antropologis (adapt istiadat setempat dan aturan-aturan yang berlaku)

- sigale-gale

- dll


3.2.b.3. Wisata Rohani

Wisata rohani yang dapat dieksplorasi di daerah ini terdiri dari:

- perkembangan ajaran agama Batak mula-mula (Parmalim)

- perkembangan ajaran agama Kristen

- sejarah/rentetan kejadian-kejadian yang ada pada saat perkembangan ajaran agama Kristen di pulau SAmosir

- dll

3.2.c. Humbang

3.2.c.1. Wisata Alam

Wisata alam yang ditawarkan di daerah ini meliputi:

- hamparan padang rumput yang datar dan luas meyerupai ranch di daerah Amerika yang di atasnya terdiri dari berbagai macam ternak penduduk setempat khusunya kuda-kuda local yang menjadi cirri khas dari tempat ini

- wisata jenis tumbuhan yang sangat beragam

- dll

3.2.c.2. Wisata Budaya

Wisata budaya yang ditawarkan di daerah ini meliputi:

- wisata adapt setempat seperti (budaya bercocok tanam, pesta adapt dll)

- wisata khas stempat (perlu penggalian khusus lagi)

- dll

3.2.c.3. Wisata Rohani

Wisata rohani yang ditawrkan oleh daerah ini merupakan rentetan perkembangan dari ajaran agama Kristen yang ada di Tapanuli secara kelseluruhan dan juga perkembangan ajaran agama Batak mula-mula sebelum perkembangan agama Kristen yang dapat dijadikan bahan penelitian antropologis

3.2.d. Tapanuli Utara/Tarutung

3.2.d.1. Wisata Alam

Wisata yang ditawarkan oleh daerah ini meliputi:

- wisata perbukitan dimana kota Tarutung merupakan kota yang berada di atas perbukitan yang memiliki eksotisme sebagai kota di atas bukit.

- sungai/aek Sigeaon yang membelah kota Tarutung merupakan cirri khas dari daerah ini.

- wisata air panas, dimana di daerah ini terdapat sumber air panas alam yang bila dikembangkan lebih lanjut dapat dijadikan sebagai tempat relaksasi atau spa alam (mirip yakuzi )

- relief daerah ini sangat indah dilihat dengan bentuk pematang sawah di tebing-tebing bukit sepanjang daerah ini

- dll


3.2.d.2. Wisata Budaya

Wisata budaya yang dapat dieksplorasi di daerah ini hamper sama dengan daerah-daerah lain, namun yang secara khusus yakni:

- sentra pembuatan ulos (cirri khas pakaian daerah Batak) yang ditenun secara tradisional

- pembuatan alat musik seperti gitar, organ dan berbagai alat musik lain yang semuanya dibuat dengan tangan yang berada di Sipoholon

- dll

3.2.d.3. Wisata Rohani

Wisata rohani ini mrupakan cirri khas dari daerah ini, dimana:

- daerah ini merupakan pusat penyebaran agama kristen di Tapanuli secara umum

- salib Kasih yang terletak di puncak salah satu bukit di daerah ini, yang menurut catatan sejarah tempat dimana Nommensen berikrar untuk menyebarkan ajaran kekristenan di Tapanuli

- Napak tilas perjalanan sejarah gereja di Tapanuli

- Dll

3.2.e. Parapat

3.2.e.1. Wisata Alam

- Kota Parapat yang secara umum berada tepat di pinggir pantai danau Toba yakni Tao Ajibata, merupakan daerah yang sangat eksotis dengan wisata danaunya. Tempat ini dulu menjadi primadona wisata di Sumatera Utara dan juga Indonesia karena wisata Danau Toba tidak bias dipisahkan dengan dengan Parapat. Hal ini disebabkan infrastruktur kepariwisataan seperti tempat peristirahatan/penginapan (hotel, motel, losmen dll) sudah memadai di daerah ini.

- Daerah ini juga merupakan daerah transit menuju Pulau Samosir dengan tersedianya infrastruktur transportasi penyebrangan barang dan manusia dari Parapat ke Pulau Samosir yakni kapal Feri dan kapal-kapal danau jenis lainnya

- Daerah ini juga sudah memiliki sarana dan prasarana rekreasi air yang memadai seperti speed boat, sepeda air, perahu kecil yang disewakan dan lain-lain.

3.2.e.2. Wisata Budaya

Wisata budaya yang ditawarkan oleh daerah ini juga sangat bervariasi karena daerah ini dari dulu sudah menjadi sentra budaya yang mewakili setiap daerah yang ada di Tapanuli.

3.2.e.3. Wisata Rohani

Wisata rohani yang ditawarkan oleh daerah ini merupakan rentetan wisata rohani yang ditawarkan oleh setiap daerah yang ada di Tapanuli secara keseluruhan.

3.2.f. P. Siantar


Pematang Siantar dimasukkan ke dalam daftar daerah yang menjadi kesatuan dari wisata ini, karena daerah ini memiliki catatan rentetan sejarah yang tak terpisahkan dengan daerah Tapanuli secara keseluruhan. Disamping itu bentuk demografi di berbagai daerah di Pematang Siantar masih memiliki cirri yang sama dengan bentuk demografi di daerah-daerah di Tapanuli secara keseluruhan

3.2.f.1. Wisata Alam

Wisata alam yang ditawarkan oleh daerah ini merupakan kombinasi antara wisata alam secara umum dan wisata perkotaan yang merupakan cirri khas kota Pematang Siantar yakni dengan struktru perkotaan yang dibangun oleh etnis Cina (*meyerupai relief perkotaan di Jakarta Kota seperti pasar Baru dan sekitar Stasiun Kota)

3.2.f.2. Wisata Budaya

Wista budaya yang ditawarkan oleh daerah ini merupakan wisata budaya koombinasi antara budaya yang tradisional dengan budaya perkotaan

3.2.f.3. Wisata Rohani

Daerah ini juga menurut catatan sejarah perkebangan gereja di Tapanuli merupakan daerah pusat pekabaran injil dengan dibangunnya beberapa pusat pndidikan seperti sekolah Pendeta, sekolah Perawat dan lain-lain yang bertujuan untuk memajukan pemikiran orang Batak pada khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

3.3. Infrastruktur Pendukung

Disamping objek wisata tersebut di atas, yang tak kalah penting juga adalah infrastruktur pendukung. Tanpa infrastruktur pendukung yang memadai, tentunya perjalanan wisata tidak akan maksimal. Untuk itu dalam mempersiapkan atau mengembangkan potensi wisata suatu daerah tentu harus memperhatikan juga ketersediaan fasilitas infrastruktur antara lain:

- Jalan raya

- Jenis transportasi umum yang tersedia

- Penginapan seperti hotal, motel, pondok-pondok peristirahatan dan berbagai jenis penginapan lainnya.

- Sarana rekreasi seperti seperti sarana rekreasi danau antara lain perahu, speda air, ski air, dan lain-lain, juga sarana rekreasi darat seperti alat transportasi khas daerah setempat misalnya pedati, kuda tunggangan dan lain-lain

- Titik-titik keberangkatan dan pemberhentian dari setiap perjalanan sehingga perjelanan tersebut dapat berkesinambungan dan lebih efisien.

- Dan juga berbagai jenis infrastruktur yang mendukung suatu perjalanan wisata

4. Konsep yang Ditawarkan

Setelah kita menginventarisasi potensi wisata yang ditawarkan dan yang dapat digali dari daerah Tapanuli secara keseluruhan, maka kami menawarkan konsep untuk merealisasikan perkebangan kepariwisataan di Tapanuli antara lain:

1. melibatkan pihak Pemda setempat agar ikut berperan dalam peningkatan dan pembenahan sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan sperti sarana transportasi (infrastruktur jalan dll) dan memberikan penyluhan kepada penduduk tentang benefit yang bias diambil dari perkembangan kepariwisataan.

2. membuat konsep penataan ulang dari setiap potansi wisata yang ada seperti penentuan rentetan perjalanan yang bias dibuat agar perjalanan wisata itu memiliki benang merah dari setiap perjalanan ke masing-masing daerah wisata.

3. membuat konsep rangkaian cerita/synopsis dari setiap tempat dan perjalanan yang hendak dilalui oleh wisatawan.

4. membuat buku pedoman perjalanan wisata yang nantinya menjadi dapat menjadi buku referensi dalam melakukan perjalanan wisata di Tapanuli. Buku tersebut nantinya akan berisi tempat-tempat tujuan wisata dan referensi infrastruktur yang mendukung seperti nama-nama tempat penginapan, restoran/rumah makan, jenis transportasi pendukung, synopsis tempat wisata, dan larangan-larangan dan lain-lain.

5. membentuk Event organizer yang professional dalam bidang kepariwisataan khusunya untuk daerah Tapanuli dan sekitarnya, sehingga perjalanan wisata baik baik secara perorangan maupun kelompok dapat lebih terarah, seingga tujuan wisata yang diharapkan dapat tercapai.

Untuk menyempurnakan konsep tersebut kami akan melakukan pengkajian lebih lanjut potensi-potensi wisata yang ada sehingga kelak nanti dapat disajikan suatu konsep yang lebih akurat dan terstruktur dan dapat menjadi pegangan/referensi untuk perkembangan kepariwisataan di daerah Tapanuli secara keseluruhan


Dikutip dari : http://tbsilalahicenter.com dan adanya perubahan seperlunya.



Thanks Buat Sahabat Blogger Aku


Blogger Award




Wah aku senang banget dapet AWARD dari sahabat aku. Terima kasih buat sahabat aku yang telah memberikan AWARDnya kepada saya. Saya tidak tahu harus bebuat apa-apa. Ini pertama kalinya aku dapat AWARD.

Sepertinya aku bakalan tidak bisa tidur nich... [ah, lebai deh...]. tapi emang bener aku senang banget. Thanks banget yach buat para sahabat blogger aku yang tercinta [ emang pacar pake kata2 cinta]. hehehe....


14 March 2009

Butuh Jalan Baru Medan - brastagi Tembus Langkat

Kalangan dunia usaha dan pelaku bisnis pariwisata di Sumut menilai sektor pariwisata Sumut sekarang ini butuh kebijakan urgen untuk membangun jalan baru Medan-Berastagi dengan rute tembus Langkat di lintas barat, karena kondisi jalan yang ada sekarang sudah tak mampu menampung mobilitas armada yang kian meningkat volume maupun frekuensinya dari hari ke hari.
Ketua DPC Organda Kota Medan, Drs Timbangen Gintings, dan Ketua BPD Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Dr Drs Layari S Kaban MBA, secara terpisah menyebutkan daerah Karo dengan potensi majemuk di sektor ekonomi, dalam waktu dekat akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata karena menjadi pilihan pertama atas kondisi jarak yang dekat dibanding objek wisata Parapat.
“Untuk jangka menengah dan panjang, jalan baru untuk rute Medan-Berastagi harus dibangun, misalnya dengan membuka jalan tembus via Langkat di lintas barat. Tapi, tahap pertama untuk antisipasi kebutuhan jangka pendek, pemerintah propinsi Sumut harus segera memperlebar jalan raya Medan-Berastagi, khususnya pada kawasan lintas rawan kemacetan, misalnya di sepanjang Sembahe, Sibolangit, Bandar Baru dsb. Apalagi kondisi jalan yang sekarang telah membuat pemerintah propinsi (Gubsu) menerbitkan regulasi baru untuk melarang operasi angkutan barang pada jalur Medan-Berastagi setiap hari libur atau hari-hari besar,” ungkap Timbangen Gintings kepada pers di Medan, Selasa (3/3) kemarin.
Dengan pelebaran jalan sekarang ini, dan kelak dengan pembangunan jalan baru itu, katanya, arus ekonomi daerah di tingkat propinsi (Sumut) maupun kabupaten Karo akan lebih meningkat dari tiga sektor utama, yaitu pertanian, angkutan, dan pariwisata. Selain itu, arus ekonomi berupa pendapatan asli daerah (PAD) juga akan meningkat dari sektor jasa niaga berupa angkutan barang-barang produksi yang masuk via Medan ke daerah Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Aceh Tenggara dan Aceh Selatan.
“Kalau nantinya Tuhan izinkan saya lolos sebagai salah satu anggota DPRD Sumut, saya ingin berbuat sesuatu agar perekonomian masyarakat daerah ini meningkat untuk kesejahteraan hidupnya dari sektor jasa transportasi, produk hasil bumi atau pertanian setempat, dan juga sektor pariwisata. Misalnya untuk peningkatan PAD agar volume pembangunan di Sumut termasuk Karo nantinya, juga meluas,” katanya optimis sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Propinsi Sumut dari Partai Republikan Dapem Kota Medan.
Secara terpisah, hal serupa juga ditegaskan Layari S Kaban, baik selaku salah satu Caleg DPRD Propinsi Sumut Partai Demokrat Sumut Dapem Sumut XI, maupun selaku pengusaha Sumut asal Karo, bahwa sektor pariwisata daerah Karo merupakan komponen ekonomi yang tak terpisahkan dari sektor pertanian, angkutan hasil bumi, dan juga angkutan umum yang selalu berperan sebagai angkutan wisata regular.
“Pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan yang ada sekarang ini sama pentingnya, sehingga perlu diagendakan langsung dalam alokasi anggaran pembangunan daerah. Bahkan, kebutuhan jalan baru lintas Medan-Berastagi itu sebenarnya sudah lama mendesak. Soalnya, keluhan akibat kemacetan yang timbul pada hari-hari libur atau hari besar belakangan ini, tidak hanya dialami masyarakat umum, tetapi juga para turis,” ujar Layari sembari mengakui hal itu juga kian sering dialaminya karena setiap pekan pulang-pergi ke Dairi dan Tanah Karo untuk sosialisasi pencalonannya sebagai caleg.


Berdasarkan Hasian Sinar Indonesia Baru.




10 March 2009

Ayo Dukung Visit Indonesia 2009


Klik banner diatas untuk mengetahui informasi Visit Indonesia 2009


Bagi muda-mudi Indonesia mari kita sukseskan program pemerintah untuk menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia. Mari kita dukung program pemerintah kita dengan membenahi diri kita dan membenahi potensi objek wisata lokal kita dengan mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran program ini. hal yang perlu kita siapkan adalah sarana dan prasarana di objek wisata kita masing-masing, kemampuan masyarakat untuk berbicara dalam bahasa asing minimal bahasa inggris, dan mental masyarakat indonesia yang ramah-tamah.Tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu bersaing dengan negara tetangga kita yang sudah duluan melakukan program ini. Dan kita tunjukkan juga kepada dunia bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang ramah kepada wisatawan.

khususnya bagi semua masyarakat yang ada di Sumatera utara dan khususnya masyarakat yang ada di sekitar danau Toba. Kita harus bisa membenahi diri kita masing-masing agar mampu bersaing dengan negara tetangga kita. Dan bagi pemerintah Sumatera utara agar mempersiapkan sarana dan prasarana agar mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan mancanegara nantina. Hal yang amat perlu diperhatikan adalah jalan-jalan menuju tempat objek wisata yang masih dibawah standar kelayakan bahkan ada jalan-jalan menuju tempat objek wisata yang masih belum diaspal sama sekali. Hal ini perlu lebih diperhatikan dan diharapkan akan segera dilakukan perbaikan akan hal itu.

Sekian dan Terima Kasih



09 March 2009

Info Wisata Di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara

1. Parapat Danau Toba

Kota turis Parapat terletak di tepi Danau Toba dengan jarak 48 Km dari Pematang Siantar atau 176 Km dari Medan, dapat ditempuh dengan kenderaan umum, taksi dan kenderaan roda dua.
Fasilitas : Hotel berbintang, Hotel Melati, Restoran, Rumah Makan, Souvenir Shop, Agen Wisata, Bus Umum, taxi, Ferry, Kapal Motor, Speed Boat, Skuter Air, Jetsky, Telepon SLJJ, SLI, Faxmile, Bank, Rumah Sakit.

2. Air terjun Hatonduan

Terletak di nagori (desa) Tonduhan Kecamatan Hatandoan arela perkebunan kelapa sawit PTP N IV Hatonduan, 33 Km dari Pematang Siantar, 2,6 Km dari kantor camat Hatandoan atau 151 Km dari Medan. Dapat ditempuh dengan kenderaan bus umum, Mini bus, Taksi, Kenderaan roda dua. Kondisi jalan baik. 1300 m jalan belum beraspal dan bebatuan, dan 150 m jalan setapak menuju air terjun. Waktu berkunjung pukul 09.00 – 17.00 setiap hari. Pengelolaan objek wisata ini belum optimal.

3. Air Terjun Turunan (Kembar)

Satu lagi objek wisata yang belum dikelola secara optimal. Air terjun ini terletak di Nagori (desa) Bayu Bagasan, Kecamatan Tanah Jawa (29 Km dari P. Siantar). Menyimpan pesona alam yang sangat memukau . Dijuluki air terjun kembar karena dua aliran sungai (sungai Balah dan sungai Turunan) jatuh pada tempat yang sama. Jembatan Muntik yang merupakan peninggalan zaman Belanda tepat berada diatas air terjun kembar. Jembatan ini menghubungkan Nagori Turunan dangan Bayu Bagasan.

4. Dolok Tinggi Raja

Terletak dalam suatu lokasi cagar alam dengan luas 176 Ha di desa Tinggi Raja. Jarak tempuh 80 Km dari P.Siantar dan 116 Km dari Medan. Prasarana jalan menuju lokasi ini aspal hotmix dan selebihnya jalan Kabupaten dengan kondisi baik. Dolok Tinggi Raja merupakan objek wisata cagar alam dan sumber air panas/ belerang.
Pengelola : Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kanwil Kehutanan Propinsi Sumatera Utara.

5. Tanjung Unta

Dinamakan “Tanjung Unta” karena memang bentuknya seperti Unta yang beristirahat di lokasi ini, panorama Danau Toba yang mengagumkan dapat dilihat dengan jelas. Banyak kegiatan rekreasi yang dilakukan seperti berkemah, memancing di teluk indahnya. Tanjung Unta terletak di pinggiran Danau Toba di Nagori (desa) Sipolha Kecamatan Pematang Sidamanik 10 Km dari Kantor Camat.

6. Sipolha

Terletak di Danau Toba di Nagori Sipolha yang berdekatan dengan Tanjung Unta, Kecamatan Sidamanik, 62 Km dari Pematang Siantar, +11 km dari Kantor Camat Sidamanik. Luas areal 20 Ha. Waktu berkunjung dari pukul 06.00 – 18.00 WIB setiap hari. Sipolha juga objek wisata di pinggiran Danau Toba yang mempunyai panorama yang indah yang dapat dilaksanakan berbagai kegiatan oleh wisatawan antara lain olah raga air, rekreasi, dan memancing.

7. Simarjarunjung

Terletak di Nagori desa Parih sabungan Kecamatan Dolok Pardamean, 44 Km dari Pematang Sianta, 6 Km dari kantor camat Dolok Padamean. Waktu berkunjung tidak dibatasi. Luas area 5 Ha. Melihat matahari terbit tepat diatas permukaan Danau Toba dari puncak Simarjarunjung adalah hal yang menyenangkan

8. Tigaras

Terletak di tepi Danau Toba di Nagori (desa) Tigaras, 50 Km dari Pematang Siantar, 15 Km dari Kantor Camat Dolok Pardamean. Dan Dapat ditempuh dengan berbagai kenderaan. Prasarana jalan sebagian besar Hotmix. Waktu berkunjung setiap hari. Luas area 10 Ha.
Tigaras sebagai byond Parapat terletak di tepi Danau Toba merupakan pintu gerbang lintas Danau dari Pulau Samosir menuju kawasan Danau Toba dan di lokasi ini dapat dilakukan aktivitas olahraga, mendaki gunung, renang, sky air, memancing, berperahu dan lain- lain.

9. Haranggaol

Haranggaol terletak di tepi Danau Toba, 71 Km dari Pematang Siantar, 115 dari Medan. Dan dapat di tempuh dari Medan via Brastagi dan dari Medan via Pematang Siantar. Ke lokasi ini dapat ditempuh dengan semua jenis kenderaan. Waktu berkunjung setiap hari. Luas area 20 Ha.
Fasilitas : Hotel melati, rumah makan, angkutan darat, angkutan danau, telefon dan lain- lain.
Haranggaol sebagai byond Parapat terletak di sebuah teluk yang indah di tepi Danau Toba memiliki panorama yang indah dan menakjubkan. Di lokasi ini dapat dilakukan aktivitas olahraga air, mendaki gunung, renang, sky air, memancing, berperahu, terbang layang atau gantolle dan lain- lain.

10. Air Terjun Tarak Niongga

Terletak di Nagori (desa) Dalig Raya tepatnya di Huta Kariahan Dolok, 45 Km dari Pematang Siantar, 16 Km dari kantor Camat Raya. Ketinggian air terjun kurang lebih 50 m. Waktu berkunjung pukul 07.00 – 18.00 wib setiap hari. Luas Area 10 Ha. Fasilitas masih minim sekali, hanya jalan setapak menuju air terjun.

11. Penangkaran Monyet Sibaganding

Lokasi di Nagori (desa) Sibaganding lintas Siantar Parapat dekat tugu Marsuse, 40 Km dari Pematang Siantar, 4 Km dari Kantor Camat. Waktu berkunjung setiap hari. Luas area lebih kurang 50 Ha (hutan Lindung Sibaganding).
Fasilitas : jalan setapak menuju lokasi dan tempat duduk serta pemberian makan monyet.
Hutan lindung Sibaganding hanya dihuni oleh monyet dan sesuai informasi dari pengelola dan pawang monyet (kera) ada 13 kelompok, yang satu kelompok berjumlah kurang lebih 100 ekor dan setiap kelompok terdiri dari 5 ekor babon (induk) atau sebagai pemimpin kelompok. Pawang akan memanggil monyet dengan alat tiup seperti terompet terbuat dari tanduk kerbau. Dalam waktu 5 menit monyet- monyet akan datang dan pengunjung dikenakan retribusi sebesar Rp. 2000,- kepada pengelola untuk membayar pisang (satu sisir) sebagai makanan monyet


07 March 2009

Premanisme Perlu Di Basmi Di Wilayah Sumatera Utara

Satu hal yang mambuat dunia pariwisata di SUMATERA UTARA tidak maju adalah banyaknya tindakan premanisme yang sudah membudaya di dalam kehidupan masyarakat SUMATERA UTARA. Mungkin hal ini disebabkan akibat kebiasaan orang Sumatera Utara yang cenderung agak kasar dalam dialek berbicara. Hal ini banyak kita jumpai di setiap terminal di Sumatera utara, pelabuhan, stasiun kreta api, kampus, sekolah, bahkan di dalam pasar. Tindakan anarkisme sering terjadi di Sumatera Utara, ini dikarenakan akibat pola sikap masyarakat Sumatera Utara yang dalam setiap menyelesaikan setiap masalah dengan jalan kekerasan.

Hal ini sangat berpengaruh dalam dunia pariwisata. Premanisme atau tindakan anarkisme yang banyak terjadi di wilayah objek wisata sangat mempengaruhi banyaknya wisatawan yang akan berkunjung. Serta tindakan krimanl yang dapat memberikan citra negatif terhadap pariwisata yang ada di Sumatera Utara. Kita, kami, dan semua pemuda batak sangat berharap akan perubahan yang signifikan terhadap hal ini agar dunia pariwisata Sumatera utara dapat berkembang lebih maju sehingga pariwisata sumatera utara umumnya dan pariwisata alam danau toba dapat lebih dikenal sebagai objek wisata yang terkenal aman, nyaman, dan memberi kesan yang terbaik.



Wisatawan Mancanegara Ke Sumatera Utara Mencapai 18.040 Orang Tahun 2008

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sumut melalui tiga pintu masuk pada Desember 2008 mencapai 18.040 orang, meningkatkan 41,12% dibanding November 2008. Jika dibandingkan yang sama tahun lalu, jumlah wisman Desember 2008 mengalami peningkatan 31,31% yaitu dari 13.844 orang menjadi 18.040 orang.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut Nurlisa Ginting kepada wartawan, Selasa (17/2) pada acara Bersama Membangun Kebudayaan dan Pariwisata Sumut di Tiara Convention Center, Medan .
Dia mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut ke depan akan meningkatkan kunjungan wisata ke Sumut melalui program paket wisata. Selain itu akan dibuat juga kalender even pada tahun ini.
Menurut dia, tahun ini akan dibuat paket-paket wisata. Melalui paket itu akan diberikan paket murah bagi wisatawan yang akan berkunjung pada satu kawasan objek wisata.
“Mulai dari hotel hingga transportasi akan diberikan dengan harga murah atau di bawah harga standar. Itu merupakan program awal yang akan dilakukan untuk menarik wisatawan masuk ke daerah ini,” katanya.
Agar program itu dapat terlaksana, Disbudpar terlebih dahulu menentukan daerah tujuan wisata yang dapat dikunjungi. Pada daerah tujuan wisata itu akan dibuat even tertentu sesuai dengan potensi masing-masing daerah. Namun hingga saat ini, belum ada penentuan khusus daerah tujuan wisata dan even apa yang akan dilakukan pada daerah tersebut.
Lanjut Nurlisa, paket wisata ini termasuk dalam program pengembangan pemasaran yang merupakan satu dari tujuh program Disbudpar pada tahun ini. Selain paket wisata, untuk pengembangan pemasaran pihaknya juga mengagendakan pengadaan bahan-bahan promosi serta berpartisipasi pada even yang diselenggarakan baik dalam negeri atau antar provinsi.
Disbudpar juga akan menyiapkan kalender even yang akan diletakkan pada seluruh travel dan organisasi pariwisata. Dengan adanya kalender even maka wisatawan akan tertarik untuk mengetahui objek wisata apa saja yang terdapat di daerah ini.
“Tidak hanya wisatawan, partisipasi masyarakat pada daerah itu juga akan meningkat. Dengan begitu maka bisnis wisata akan lebih terarah,” ucapnya.
Untuk mewujudkannya, pihaknya sangat mengharapkan partisipasi dari seluruh stakeholder mulai dari instansi pemerintah kabupaten/kota, organisasi pariwisata seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta lainnya. Kemudian travel hingga masyarakat setempat. “Ini tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan budaya,” ujarnya.
Sedangkan Ketua DPD Indonesian Congress Convention and Exhibition (INCCA) Sumut Didit Mahadi Kadar yang hadir pada saat itu mengatakan, dukungan dan partisipasi akan diberikan sepenuhnya untuk mengembangkan tujuan wisata di daerah ini. Asosiasi industri pariwisata ini siap memberikan masukan kepada disbudpar mengenai even-even apa saja yang bisa dilakukan.
“Kami siap untuk membantu menyukseskan program pariwisata yang akan dikembangkan di daerah ini. Sebagai ketua asosiasi industri pariwisata, kami mempunyai tanggungjawab akan hal itu,” katanya.




05 March 2009

Selamatkan Danau Toba Dan Pariwisatanya

DANAU Toba dikenal dan dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun mancanegara, bukan hanya karena keunikan fenomena alamnya, tetapi juga karena Danau Toba, dengan hutan alam di sekelilingnya yang rindang, turut memberikan kontribusi bagi minat dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. 


Selain itu, budaya, seni, dan struktur sosial masyarakat Batak merupakan bagian dari nilai-nilai kearifan lokal, yang saat ini eksistensinya sudah dipertanyakan. Padahal, nilai-nilai kearifan lokal itu merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan dari strategi penyelamatan pariwisata Danau Toba.

Pesta Danau Toba diselenggarakan untuk mempromosikan pariwisata danau terluas di Asia Tenggara tersebut. Secara kultural, masyarakat yang berada di dalam kawasan objek wisata Danau Toba memandang bahwa sektor pariwisata tidak memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan mereka. 

Pamahaman itu yang membuat kurangnya perhatian akan keberlangsungan pariwisata Danau Toba, bahkan masyarakatpun seolah-olah tidak memiliki tanggung jawab. 

Begitu juga secara struktural, bila kita pandang dari segi pembangunan fisik maupun nonfisik, justru mengarah pada corak modernisasi yang kebarat-baratan, dan akhirnya menggeser nilainilai kearifan lokal yang notabene salah satu penarik minat pengunjung mancanegara. 

Ironisnya, berbagai penyangga pariwisata Danau Toba, seperti hutan alam yang rindang, lingkungan yang tidak tercemar, dan pembangunan yang berbasiskan kearifan lokal, keberadaannya kini sama-sama terancam akibat kebijakan negara, memberikan kesempatan kepada orang-orang asing untuk menanamkan modalnya, tanpa diproteksi lebih dulu. 

Masuknya Modal Asing Terjadinya krisis hutan alam yang mengelilingi kawasan Danau Toba, berawal dari kehadiran PT Inti Indorayon Utama (IIU), sekarang berganti nama menjadi PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL). Perusahaan bubur kertas ini memperoleh izin HPHTI seluas 269.060 ha dari Menteri Kehutanan semasa pemerintahan rezim Orde Baru. 

Keseluruhan luas hutan alam tersebut sedang dan akan digantikan menjadi satu jenis tanaman (monokultur) yaitu eukaliptus. Padahal, hutan ini tergolong kawasan penyangga air atau sungai yang mengalir ke Danau Toba. Ironisnya, batas-batas HPHTI tersebut juga tidak jelas diketahui masyarakat luas. 

Konon, informasi dari masyarakat Hutagalung mengatakan, curaman di sekitar pinggiran Danau Toba yang tergolong hutan lindung pun turut digunduli. Sama halnya dengan pencemaran air Danau Toba, juga berawal dari kehadiran industri, yaitu PT Allegrindo Nusantara, suatu perusahaan ternak babi yang membuang limbahnya langsung ke Danau Toba. 

Dan juga PT Aqua Farm, suatu industri perikanan yang menabur pakan ikan ke Danau Toba sebanyak 12 ton per hari. PT PLTA Asahan sebagai penopang energi listrik PT Inalum turut berkonstribusi terhadap penurunan permukaan Danau Toba karena perusahaan ini melakukan pengerukan Sungai Asahan sehingga debit air sungai yang berasal dari Danau Toba itu, semakin besar untuk memutar turbin PLTA tersebut. 

Anehnya, menurut masyarakat di Pangururan, Kabupaten Samosir, permukaan air Danau Toba dalam bulan April dan Mei 2008, tiba-tiba naik sekitar 30 cm, padahal menurut mereka, curah hujan tahun ini tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. 

Kejadian ini makin memperkuat asumsi bahwa penggundulan hutan di sekitar Danau Toba menjadi penyebab utama keseluruhan volume air hujan yang mengalir langsung jatuh ke Danau Toba, tanpa diserap lebih dulu oleh tanah bekas hutan yang telah digunduli tersebut. Dan pada akhirnya menyebabkan air Danau Toba meningkat secara fantastis. 

Kekuatan modal asing untuk mengembangkan proyek-proyek raksasa telah mengeser keaslian Danau Toba sebagai sektor pariwisata. Hal itu terkait dengan tersisihnya pariwisata Danau Toba dari agenda Visit Indonesia Year (VIY) 2008. Sejalan dengan itu, menjadi terbuka kesempatan bagi industri yang berada di lokasi objek wisata Danau Toba, maupun yang berada di sekitar Danau Toba untuk leluasa beroperasi, tanpa harus bepikir panjang maupun mengeluarkan biaya yang besar untuk mengelola kelestarian objek wisata Danau Toba dan di sekitarnya.

 Dihapuskannya Danau Toba dari agenda Visit Indonesia Year 2008 dengan dalih tidak diminati wisatawan merupakan agenda politik-ekonomi pemerintah untuk menjadikan kawasan Danau Toba dan sekitarnya menjadi kawasan industri. 

Dan pada umumnya menggunakan label “industri ramah lingkungan” sebagai taktik agar kehadirannya mudah diterima oleh rakyat. Menarik Minat Pengunjung Mengembalikan minat para pengunjung, tidak cukup sekadar mengadakan kembali pesta rakyat Danau Toba, atau kegiatan Lake Toba Ecotourism Sport IV, seperti yang dilakukan Pemkab Samosir (Batak Pos, 21/5, halaman 2). 

Akan tetapi, hal ini dapat terwujud dengan melindungi Danau Toba dari pencemaran lingkungan hidup di sekitarnya khususnya pencemaran industri-industri skala besar yang berada di Danau Toba maupun di sekitarnya. Selain itu, melindungi dan melestarikan kearifan setempat, juga harus menjadi perhatian pemerintah dan pemda. 

Membangkitkan pariwisata Danau Toba, kalau hanya melalui kegiatan seremonial yang menghabiskan menelan biaya besar dapat dipastikan hanya menuai dampak kecil dan bersifat sesaat bagi pertumbuhan ekonomi dan kelestarian pariwisata Danau Toba. 

Sementara itu, kerusakan lingkungan Danau Toba akan terus dan makin bertambah. Mengembalikan keindahan Danau Toba menjadi pariwisata idaman mancanegara, hanya dapat dilakukan melalui program yang sifatnya mendasar dan berkelanjutan, yakni Danau Toba bebas dari pencemaran industriindustri skala besar serta program pengembangan pariwisata Danau Toba dengan pendekatan “perpaduan antara keunikan fenomena alam dengan seni, budaya, dan struktur sosial masyarakat sekitar”. Kedua program itu merupakan satu rangkaian sinergis yang harus dilakukan. 

Kalau tidak, pariwisata Danau Toba akan tinggal kenangan dan angan-angan untuk dijadikan jargon atau komoditas politik bagi para elite politik maupun pengusaha.


04 March 2009

Altrenative Verifikasi Paypal



Pada waktu anda ingin mendaftar Paypal, sebelumnya anda diharuskan memiliki kartu kredit. Tapi, sekarang ini banyak orang takut apabila nomor kartu kredit mereka disalahgunakan orang. Mau buat kartu kredit juga mahal jaminannya... Anda ingin punya Paypal yang terverifikasi dan tanpa pakai kartu kredit? Gratis lagi... Kartu Debit Payoneer jawabannya. Cara mendapatkan kartu ini sangat mudah. Silakan ikuti petunjuk saya di bawah ini!



Langkah Pertama:
Anda "klik" banner diatas. Sesudah situs terbuka, klik Join Now.
I am a : Man jika Anda laki-laki, Woman jika Anda perempuan
Interested in meeteng a : Man jika ingin mencari/berteman dg laki-laki, woman dgn perempuan, atau bisa Anda pilih dua-duanya.
For : Friendship (berteman), Dating (ketemuan), Serious relationship (hubungan serius), Marriage (menikah), bisa Anda pilih lebih dari satu, pilih semuanya juga bisa.
Birthdate : Tanggal lahir Anda.
Country : Negara Anda.
Zip/Postal code : Kosongkan saja, jika Anda berada selain di Amerika ( US only )
Email Address : Isikan email Anda
Username : username Anda antara 4 sampai 16 karakter
Lalu klik Click Here and Have Fun
Setelah itu Anda masuk ke tahap berikutnya.
City : Kota tempat tinggal Anda
Closest City: Sama seperti diatas
State: Propinsi Anda
Your Height : Tinggi Anda
Your Body Type : Tipe badan Anda
Your Race : Ras Anda atau suku Anda biasanya kalau Indonesia adalah Asia
Marital Status : Status pernikahan Anda
Your Religion : Agama Anda
Your Education : Pendidikan terakhir Anda
Your Occupation : Pekerjaan Anda misal: Staff office, jika Anda pegawai, Business jika Anda pengusaha dll.
Introduction Title : Judul tentang diri Anda, misal : I am a good Man atau I like Travelling, dll minimum 10 karakter
Tell others about yourself : Ceritakanlah tentang diri Anda, misalnya: I am a good women, I like travelling and my hobby reading, computer, sports, and others, i love new friend men or women, buatlah suka-suka Anda, minimumnya 50 karakter.
Jika Anda sudah memiliki foto uploadlah foto Anda, klik browse lalu carilah file yg berisi foto Anda. Jika Anda belum punya fota bisa Anda kosongkan dulu, nanti dikemudian hari bisa Anda isi kembali.
Setelah itu klik Click to Join. Maka akan ada email masuk di email anda.
Setelah itu bukalah email Anda, lalu klik Activate Now
Maka Anda sudah diaktivasi, jika Anda ingin login isilah dg username dan password yg ada di email Anda.

Setelah itu keluarlah dulu, dengan klik log out.

Langkah Kedua:
Lalu klik Affiliate Signup.
Isilah data-data tersebut dengan benar.
Preferred Program: Pilihlah no 1
First Name: Nama pertama Anda
Last Name: Nama akhir Anda
URL: Website/blog Anda, wajib Anda isi, jika Anda belum punya isi saja dengan http://test.blogspot.com/, tapi ini hanya untuk sementara nanti bisa Anda ganti.
Desired Password : Password yg Anda inginkan
Preferred Newsletter Language: English
Email Address: Masukkan email Anda
Secondary Email Address: Email Anda yg lain, boleh juga dikosongkan
Checks Payable To: Nama lengkap Anda sesuai KTP
Street Address: Alamat Anda sesuai KTP
City: Kota tempat tinggal Anda
State/Province: Provinsi tempat Anda tinggal
Country: Negara Anda
ZIP/Postal Code: Kode Pos kota Anda
What is your business tax classification? Kosongkan saja karena untuk warga Amerika saja
Tax ID or Social Security Number: Kosongkan saja karena untuk warga Amerika saja
Phone Number: No telp Anda, misalnya no telp Anda: 021 1234567 maka buat 62211234567 atau no hp Anda 081xxxxx maka buat 6281xxxxx.( harus pakai kode 62, yaitu kode telpon Indonesia)
Which Instant Messenger do you use? Pilih saja None
Use ePassporte : Pilih saja "No"
Setelah itu klik "Click Here for the Last Step"
Lalu klik kotak kecil yg ada tulisan
Yes, I have read and accepted the Affiliate Agreement, ........
Lalu klik Submit.
Setelah itu klik Account Information
Lalu klik yg warna biru di tulisan Here is your account information. Click here to update your information.
klik Payoneer: Signup to be paid by Prepaid MasterCard®.You will be directed to a FriendFinder page hosted by Payoneer, where you can sign up for a card.
Kemudian isi kembali data-data anda di Payoneer tersebut. Disitu anda harus menuliskan data-data tempat anda tinggal sekarang karena mereka akan mengirimkan kartu Payoneer itu ke alamat tempat tinggal anda. Jadi tidak harus sesuai dengan alamat di KTP.

Tunggu kira-kira 20-25 hari, kartu anda akan sampai di tempat tinggal anda. Setelah anda mendapatkannya, ikutilah petunjuk selanjutnya yang ada di surat itu. Kartu Payoneer anda ada di dalam surat itu.

Perhatian:
Sebelum anda verifikasi Paypal, ada baiknya jika Kartu Payoneer anda harus sudah ada isinya, entah itu bayaran dari Friendfinder atau anda load (isi) sendiri uangnya via Western Union. Ingat...Kartu ini tidak bisa melakukan transfer uang langsung dari ATM ke Kartu Payoneer atau sebaliknya seperti kita melakukan transfer uang dari ATM ke ATM...Itu gak bisa!




02 March 2009

Ramayana Pematangsiantar Terbakar

Pusat perbelanjaan Ramayana di Jalan Sutomo Kota Pematangsiantar, terbakar, Senin (23/2/2009) sekitar pukul 02.00 WIB. Seluruh barang dagangan dan peralatan yang ada di lantai dasar hingga lantai tiga hangus terbakar. Sedikitnya 6 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Pematangsiantar dan PT STTC yang turun ke lokasi kejadian untuk memadamkan api kewalahan untuk menjinakkan si jago merah di dalam gedung pusat perbelanjaan tersebut.
Saksi mata, Jayadi Sinaga (40), mengatakan, dia dan sejumlah rekan-rekannya yang begadang saat kejadian, awalnya melihat adanya kepulan asap dari atas gedung berlantai 4 tersebut.
“Semula kepulan asap yang kami lihat di bagian atas belakang gedung hanya kecil saja, namun lama kelamaan semakin besar sehingga kami curiga telah terjadi kebakaran. Saya selanjutnya menghubungi petugas pemadam kebakaran,” jelas Jayadi.
Sementara itu pihak Polresta Pematangsiantar melalui Perwira Humas AKP Muslim HD mengatakan, polisi masih menunggu hasil penyelidikan Tim Labfor Poldasu untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Kita masih menunggu hasil penyelidikan Tim Labfor Poldasu yang akan turun ke Pematangsiantar untuk memastikan penyebab kebakaran, namun 2 Satpam Ramayana juga sudah dimintai keterangan oleh polisi,” jelas Muslim.
Hingga kemarin siang petugas pemadam kebakaran dari Pemko Pematangsiantar dan PT STTC masih menyemprotkan ke bagian atas gedung pusat perbelanjaan Ramayana karena meskipun api sudah terlihat padam, namun kepulan asap yang cukup tebal masih terlihat di bagian atap gedung.
Dihubungi terpisah Manager Ramayana Pematangsiantar, Iwan Mamuji mengatakan para karyawati tetap dipekerjakan dan untuk sementara dipindahkan ke cabang yang terdekat seperti Tebing Tinggi dan daerah lainnya.
“Tidak ada PHK terhadap karyawati meskipun Ramayana Pematangsiantar terbakar. Untuk sementara mereka akan dipindahkan ke cabang terdekat,” ungkap Iwan.
Dia menambahkan, pihaknya diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 20 miliar akibat musibah itu, karena seluruh barang dagangan dan peralatan di pusat perbelanjaan itu musnah terbakar.
Di lokasi kebakaran tampak Walikota Pematangsiantar RE Siahaan dan Sekda Kota Pematangsiantar James M Lumbangaol, serta Muspida Kota Pematangsiantar di antaranya Dandim 0207 Simalungun Letkol (Kav) A Rahman Made dan Danyon 122 Tombak Sakti, Letkol (Inf) Hartono. 
sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor ) Poldasu dibantu tim identifikasi Polresta Pematangsiantar, Selasa (24/2/2009) melakukan penyelidikan penyebab kebakaran pusat perbelanjaan Ramayana.. Tim beranggotakan AKP B Saragih, AKP Ali Akbar dan AKP Yudi Aknis secara detil melakukan penelitian di beberapa titik gedung perbelanjaan terbesar di Kota Adipura Pematangsiantar.
Saat melakukan penyelidikan tim didampingi identifikasi Polresta Pematangsiantar yang dipimpin Kapolsek Siantar Timur AKP T Sitepu dan Ipda Lengkap Siregar SH dan dari pihak Ramayana terlihat Asisten Manager Samsul Simanungkalit. Selain petugas Labfor, satu unit pemadam kebakaran Kota Pematangsiantar juga masih melakukan pemadaman dibeberapa titik api yang masih mengeluarkan asap di dalam gedung.
“Tim Labfor berusaha memaksimalkan penyelidikan dengan melakukan penelitian terhadap bagian gedung yang terbakar untuk mengetahui penyebab kebakaran guna kepentingan penyidikan. Namun karena masih banyak asap di lantai dua dan tiga, kita minta bantuan pemadam kebakaran untuk memastikan tidak ada titik api dan asap demi lancarnya penyelidikan.
Selain itu kita juga harus memastikan jaminan keamanan di bekas gedung yang terbakar. Karena masih ada api dan asap di lantai dua dan tiga pemeriksaan akan dilanjutkan sore ini. Untuk hasil pemeriksaan, tentunya akan diteliti lebih lanjut setelah dilakukan penelitian di labfor “ ujar AKP Yudi.
Pantauan di lokasi kebakaran, petugas tampak mengukur gedung, melakukan pemotretan dibekas puing-puing yang terbakar di lantai satu. Sebelum melakukan penelitian tim juga telah meminta keterangan dari pihak Ramayana terkait arus listrik dan isi gudang. Kapolresta melalui Kapolsek Siantar Timur AKP T Sitepu mengatakan hasil penelitian labfor akan diumumkan kemudian.
Sebelumnya Pusat Perbelanjaan Ramayana Kota Pematangsiantar musnah terbakar, dilalap si jago merah, Senin (23/2) dinihari meludeskan seluruh barang dagangan, yang mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp 20 Milyar. Manager Ramayana Iwan Mamuji sebelumnya menegaskan tidak ada PHK terhadap ratusan karyawannya, untuk sementara akan di pindahkan ke Ramayana terdekat.


Berdasarkan Harian Sinar Indonesia Baru




WIsata Danau Toba Tahun 2009 Pasti Berkembang

Keberadaan Hotel Indonesia Natour (PT.HIN) diakui telah ikut memberi kontribusi pariwisata Sumut melalui 3 unit hotel yakni, Inna Parapat, Inna Muara, Inna Darma Deli Medan, yang tetap eksis dalam melakukan promosi. “Pencapaian target tahun 2008 PT. HIN mampu meraih pendapatan senilai Rp 268 miliar, pada tahun 2009 ditargetkan meningkat hingga Rp 300 miliar pendapatan bukan laba,” kata Direktur Utama PT. HIN AM Suseto kepada SIB di Parapat dalam pertemuan Commander Call, belum lama ini.
AM Suseto menjelaskan, perolehan pendapatan Inna Darma Deli Medan tahun 2008 mencapai sebesar Rp.3,5 miliar, Hotel Inna Parapat Rp. 1,7 miliar, diprediksi pasti meningkat dalam tahun 2009. Untuk meningkatkan pencapaian laba pada unit Sumut, PT. HIN melirik Danau Toba sebagai primadona utama yang memiliki pesona dalam menarik minat wisatawan, saat ini sasaran promosi sangat gencar diarahkan ke wilayah Asia, dan Eropa Timur diharapkan wisatawan pasti datang ke Sumut melalui pintu masuk Singapura dan Thailand. “Sementara wisatawan Eropa hingga saat ini masih menyukai Bali,” ujar Suseto.
PT. HIN optimis perkembangan pariwisata di Danau Toba pasti meningkat dalam tahun 2009, tetapi harus dibarengi langkah nyata dan komitmen bahwa Danau Toba harus dipertahankan khususnya menyangkut ekosistemnya. Untuk itu PT. HIN melalui unit Inna Parapat harus ikut serta menjaga lingkungan. “Kita tidak mau kalau Danau Toba yang begitu indah dan mempesona rusak, karena ini adalah aset seluruh warga negara Indonesia dan dunia yang perlu kita jaga kelestariannya,” katanya.
Lebih lanjut Suseto menjelaskan, PT. HIN dalam melakukan promosi selalu menawarkan Danau Toba secara keseluruhan. Berbagai strategi dibuat yang tujuan akhirnya wisatawan mengunjungi daerah ini. Pasar yang sangat potensial saat ini adalah Asean dan Eropa Timur. “Kita sudah membuat paket khusus bekerjasama dengan maskapai penerbangan seperti Garuda” tuturnya.
Suseto hadir bersama Direktur Operasi dan Pemasaran Wayan Dharmadi, Direktur Keuangan Imam Subiantono, Direktur SDM Arief Budiman dan seluruh general manager PT.HIN dalam acara makan malam bersama pimpinan unit di INNA Parapat. Sebelumnya seluruh rombongan mengunjungi Samosir dipandu GM Inna Parapat M Ali Yoenoes dan Efi Leliani.



Berdasarkan dari Harian Sinar Indonesia Baru (SIB)